ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Tren Teknologi yang Perlu Dicermati di 2022

Fauzi
4 February 2022 | 12:00
rubrik: Expert
Tren Teknologi yang Perlu Dicermati di 2022

Vincent Caldeira, Chief Technologist (FSI), Red Hat Asia

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Vincent Caldeira, Chief Technologist (FSI), Red Hat Asia

Tak diragukan lagi bahwa pandemi telah mengubah cara kita bekerja, menjalani kehidupan, serta cara kita menggunakan layanan. Pada dua tahun terakhir, perusahaan harus beradaptasi dengan cepat atau kehilangan bisnis mereka. Maka makin banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja remote. Atau merilis tool layanan digital yang ekstensif untuk menjangkau pelanggan mereka. Proses pembaruan dan peningkatan infrastruktur yang sudah ada sejauh ini telah berjalan dengan agile dan reaktif.

Vincent Caldeira percaya bahwa saat ini kita berada di persimpangan, di mana para CIO menyadari bahwa untuk bertahan dan berkembang di era baru ini, mereka harus memikirkan kembali bagaimana perusahaan berevolusi dan memanfaatkan data, teknologi serta proses secara strategis, supaya dapat memberikan customer value secara lebih self-sufficient, otonom dan terukur. Banyak kapabilitas yang sangat dibutuhkan untuk mendukung peralihan ke perusahaan yang ‘self-driving’, namun menurut Caldeira ada tiga tren fundamental yang patut dipertimbangkan saat merencanakan sebuah transisi yang sukses.

Megatren ‘Data Gravity’ sedang mengakselerasi peralihan ke arsitektur yang distributed data-centric dan memindahkan pemrosesan data ke edge
Ketika interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi digital menjadi kenormalan baru, didukung teknologi-teknologi baru seperti 5G dan perangkat IoT, perusahaan tidak hanya menghasilkan lebih banyak data, tapi data ini juga kebanyakan dihasilkan oleh sistem yang sensitif terhadap latensi di luar pusat data atau di public cloud. Selain itu, kemajuan dalam analitik dan machine learning telah memungkinkan perusahaan membenamkan workflow intelligence ke dalam solusi digital mereka, yang juga memproduksi banyak data melalui pengayaan, agregasi dan integrasi data.

Melihat tren ini, Gartner memperkirakan bahwa perusahaan sekarang menghasilkan dan memproses hanya 10% dari data mereka di luar fasilitas yang tersentralisasi seperti itu. Namun diprediksi pula bahwa persentase itu akan naik hingga 75 persen sampai tahun 2025. Ini berarti, pemindahan data akan semakin sulit dan mahal, di mana arus data mengalir berbalik dan peningkatan pemrosesan serta penyimpanan data kini terjadi di edge. Tren data gravity ini membutuhkan arsitektur yang data sentris, didukung strategi modernisasi infrastruktur hybrid IT yang memperluas cloud ke connected data exchange yang ada di edge dan lebih dekat ke point of presence, sekaligus memanfaatkan model operasional yang konsisten untuk memudahkan transisi yang cepat.

BACA JUGA:  Tawaran Menarik Red Hat untuk Percepat Inisiatif Migrasi Virtualisasi dan Tingkatkan Skill Profesional IT

Di Asia Pasifik khususnya, pengadopsian komputasi edge bakal meningkat pesat pada tahun-tahun mendatang, dengan pertumbuhan terakselerasi 31,1 persen pertahun untuk total addressable market cap sebesar US$45,32 miliar selama 2021-2030. Sebagian besar didorong modernisasi sektor manufaktur dan digitalisasi layanan keuangan yang semakin berkembang di kawasan ini.

Data dan AI/ML yang cepat mendukung peralihan menuju smart hyper automation dengan AIOps
Dengan bergeraknya operasional bisnis menuju edge, maka lebih banyak value bisa dipetik dari streaming data mentah secara real time dan mengubahnya menjadi informasi yang bisa ditindaklanjuti. Perusahaan yang mau mendesain kembali workflow dan proses kerja mereka bisa mengaplikasikan teknologi-teknologi canggih termasuk artificial intelligence (AI) dan maching learning (ML) untuk mengotomatisasi proses dan augment human. Ini berlaku tidak hanya untuk memberikan inovasi pada proses customer engagement dan delivery, tetapi juga untuk fungsi pendukung internal utama seperti Operasional IT, Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Legal & Compliance.

Khususnya di Operasional IT, adanya sebuah platform tunggal yang AI-powered yang mendukung konvergensi otomatisasi di berbagai bidang (ITOps, DevOps, DataOps, MLOps) dapat mendukung otomatisasi yang canggih, terintegrasi, dan self-learning untuk melakukan berbagai tugas seperti manajemen kapasitas, penyimpanan dan pencadangan, manajemen keamanan, manajemen konfigurasi aplikasi dan code deployment. Pada gilirannya hal ini mengurangi interaksi manusia dan meningkatkan level kualitas layanan serta peningkatan proses menuju pengelolaan lingkungan IT yang semakin rumit dan terdistribusi.

Everything-as-code membantu memungkinkan self-driving yang senantiasa compliance
Secara tradisional compliance terhadap peraturan eksternal dan kebijakan internal sudah diraih melalui proses manual dan kompleks yang human-driven, melibatkan berbagai panduan yang terdokumentasi, checklist, buku pedoman operasi dan otomatisasi parsial melalui manajemen konfigurasi dan pipeline DevOps, dan cenderung melibatkan beberapa fungsi di perusahaan.

BACA JUGA:  Resmi Rilis, Red Hat Enterprise 8.5 Siap Perkuat Fondasi Transformasi Multicloud & Inovasi Hybrid

Dengan pendekatan everything-as-code, perusahaan yang ingin memperluas pendekatan pengembangan aplikasi ke semua aspek teknologi operasional dengan mendefinisikan dan mengkodifikasi infrastruktur, pipeline software delivery dan manajemen layanan aplikasi. Sebagai contoh, rantai pasokan software yang makin dibidik oleh serangan siber, bisa diamankan dengan verifikasi otomatis dan pengesahan yang sudah built-in. Atau compliance rule bisa dikembangkan, ditentukan seperti apa baiknya, sehingga kondisi sistem yang relevan bisa terus dimonitor dengan proses yang self-correcting, ini akan memberikan efisiensi yang besar bagi organisasi IT.

Tahun-tahun mendatang seharusnya jadi titik balik bagi pembicaraan mengenai ekosistem hybrid cloud ketika semakin banyak perusahaan yang memperluas lingkungan teknologi mereka ke edge melalui pendekatan arsitektur yang data sentris.

Melalui compliance yang terus menerus, teknologi dan standar opensource yang terus berkembang dan memungkinkan otomatisasi yang sangat cerdas melalui pendekatan terkelola akan membantu CIO menerapkan teknologi yang terstandarisasi di mana pun. Hal ini memungkinkan pengembangan inovasi digital dengan berada di tahap di mana pengguna bisnis memiliki pandangan operasional yang end-to-end dan real-time terhadap sistem internal mereka.

Ini akan membantu perusahaan dengan self-driving yang sukses untuk semakin mengotomatisasi pengambilan keputusan operasional dan fokus pada keputusan yang lebih strategis berdasarkan data, serta meraih efisiensi operasional yang jauh lebih besar untuk memberikan layanan yang superior kepada pelanggan mereka.

Tags: Red Hat
Previous Post

Satu Data Indonesia untuk Tingkatkan Efektifitas Pengambilan Kebijakan

Next Post

Indonesia Website Awards 2021 Kembali Digelar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AdMedika Hadirkan Healthical, Solusi Digital Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solusi Pebisnis Cerdas, Paper.id Bantu UMKM Lebih Efisien dengan Digitalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto