Digitalisasi memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sektor perdagangan pasca pandemi COVID-19 yang bertumbuh secara signifikan. Pada 2022, ada peningkatan transaksi e-commerce sebesar Rp401 triliun. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya,
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Informatika Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Firlie H. Ganinduto dalam siaran pers, Kamis, 03/02/2022.
Ia pun menambahkan bahwa di tengah perkembangan positif tersebut, Indonesia masih harus menanggapi 3 tantangan digital transformasi, yakni infrastructure and information security, cyber security and crime, dan digital talent.
Menurutnya, dalam usaha menjawab dua tantangan, pemerintah sedang membangun kabel bawah laut untuk kecepatan koneksi internet, pengembangan middle miles pada kedua jaringan telekomunikasi dan infrastruktur TIK seperti komputasi awan (cloud) dan data center, penuntasan fast miles untuk mencapai area 3T, pengembangan R&D center, hingga peraturan yang stabil dan konsisten.
“Maka, tantangan prioritasnya ada pada digital talent karena rendahnya literasi digital sumber daya manusia di Indonesia,” tegasnya.
Direktur Jasa dan Kawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Noor Fuad Fitrianto menjelaskan, dalam menghadapi kebutuhan kompetensi SDM di era industri 4.0 dan ekonomi digital, ditetapkan strategi perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan fokus melalui tiga lembaga vokasi.
“Strategi perbaikan tersebut berupa mereformasi lembaga pendidikan dan pelatihan digital, mengembangkan berbagai standar kompetensi, membakukan model kerja sama sarana dan prasarana dengan industri, menetapkan mekanisme pemagangan, dan meningkatkan pendanaan dan koordinasi,” tuturnya.
Baca: Telkomsel dan Kadin Sepakat Kembangkan Solusi IoT di Sektor Ekonomi
Baca: SDM RI Harus Siap Hadapi Tantangan Industri 4.0 dan Society 5.0














