Criteo S.A., perusahaan teknologi yang menyediakan Commerce Media Platform, hari ini mengumumkan data penjualan ritel regional terbaru yang telah diamati selama Ramadan, termasuk kinerja penjualan dalam tiga minggu pertama pada bulan April 2022.
Selama dua tahun terakhir, masyarakat Indonesia dihimbau untuk tetap dirumah dan menjaga jarak sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Pada bulan Ramadan pun, tradisi tahunan seperti bersilaturahmi dari rumah ke rumah hingga bermudik perlu ditunda.
Adapun, ketika kasus COVID-19 terlihat membaik, terdapat kelonggoran perbatasan di mana masyarakat diperbolehkan untuk kembali bermudik. Untuk itu, lebih banyak keluarga yang melakukan persiapan untuk merayakan Idul Fitri secara lebih besar. Ini terlihat dari kenaikan penjualan ritel di Indonesia dan sejumlah wilayah di Asia Tenggara.
Seiring dengan prediksi pertumbuhan PDB Asia Tenggara yang terus meningkat, konsumen di kawasan ini juga terlihat bersiap-siap untuk menyambut perayaan Ramadan yang lebih besar pada tahun ini.
Membandingkan kinerja penjualan ritel dalam dua minggu pertama Ramadan setiap tahunnya, dengan angka penjualan pembanding di tahun 2020, Data Perdagangan Criteo, memperlihatkan bahwa tahun ini telah terjadi peningkatan penjualan sebesar 14%. Ini terjadi ketika kegiatan masyarakat dan pembatasan perjalanan di wilayah tersebut mulai dilonggarkan – seperti Singapura, di mana batas jumlah pengunjung unik per rumah tangga baru-baru ini telah dicabut. Selain itu, Thailand dan Filipina telah membuka perbatasan mereka untuk pengunjung yang telah divaksinasi secara lengkap, sementara Malaysia dan Indonesia telah menghapus pembatasan masuk dan persyaratan karantina.
“Dengan pelonggaran kegiatan masyarakat dan pembatasan perjalanan, lebih banyak konsumen di kawasan ini mungkin sudah menunggu-nunggu untuk dapat kembali mengadakan silaturahmi kembali, berkunjung rumah ke rumah atau merencanakan perjalanan domestik dan internasional, sehingga bisa merayakan Lebaran tahun ini bersama keluarga di kampung halaman mereka. Hasilnya, kami melihat peningkatan penjualan ritel terbesar pada tahun 2022, dibandingkan dengan dua tahun terahir,” jelas Sukesh Singh, Head of Large Customers, Southeast Asia at Criteo, dalam Media Briefing secara daring, 18/05/2022.
Baca: Temuan Criteo: Penjualan di Double Days Makin Populer di Indonesia
“Untuk brands dan pengecer, keinginan konsumen yang meningkat telah membawa lebih banyak peluang bagi mereka untuk mendorong pengeluaran selama periode perayaan melalui kampanye penjualan yang lebih bertarget dan berbeda,” lanjut Singh.
Tren ini juga dilaporkan Bank Indonesia, di mana nilai transaksi e-commerce di Indonesia diperkirakan akan semakin meningkat pada kuartal kedua 2022, sebagaimana sejalan dengan adanya momentum Ramadan dan Lebaran yang dapat meningkatkan belanja online masyarakat. Tercatat total nilai transaksi e-commerce pada Februari 2022 sebesar Rp 30,8 triliun, naik 12,82% YoY dibandingkan tahun 2021.
Tren Ritel Indonesia selama Ramadan 2022
Pada Maret 2022, Survei Penjualan Eceran (SPE), Bank Indonesia juga menemukan kinerja penjualan ritel secara keseluruhan meningkat, di mana Indeks Penjualan Riil bulan itu naik menjadi 205,3 atau meningkat 2,6% (MtM). Penjualan ritel di hampir pada semua grup kategori, mencatatkan lonjakan karena meningkatnya permintaan masyarakat seiring dengan kelonggaran regulasi mobilitas, turunnya kasus COVID-19, dan persiapan bulan Ramadan. Secara tahunun, penjualan ritel terus mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 9.3% (YoY).
Di seluruh pasar wilayah ini, Indonesia mengalami peningkatan paling tajam selama penjualan double days pada 4 April, sebesar 85%. Ini diikuti oleh Singapura (+59%) dan Malaysia (+30%) pada hari yang sama.
Efek double days pada 4 April sebagian besar terlihat pada penjualan melalui aplikasi yang tumbuh sebesar 87% selama Ramadan 2022. Diikuti oleh peningkatan signifikan sebesar 119% pada 18 April 2022, terutama untuk penjualan dari desktop. Ini menunjukkan bahwa konsumen saat ini menghabiskan lebih banyak waktu secara online, membeli lebih banyak secara online, dan membeli lebih banyak barang baru secara online – termasuk produk dalam kategori yang biasanya mereka beli di toko sebelum pandemi.














