Guna mengeksplorasi pertumbuhan industri gim lokal, Kementerian Kominfo bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) kembali menyelenggarakan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX).
“Diharapkan dengan lebih banyaknya rangkaian kegiatan dan skala penyelenggaraan yang lebih besar di tahun 2022, IGDX mampu memberikan lebih banyak dampak positif bagi industri gim dalam negeri,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan dalam Press Conference Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2022 yang berlangsung secara virtual dari Jakarta Pusat, Kamis (07/07/2022).
Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan program IGDX ini pertama kali diadakan pada tahun 2019. Untuk memfasilitasi pengembang gim, ada rangkaian sub-kegiatan antara lain IGDX Academy, IGDX Career, IGDX Business, dan IGDX Conference.
“Pada hari ini kami secara resmi membuka program IGDX 2022, dimana kami sangat berharap Game Developer Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam rangkaian program yang akan dilaksanakan selama 5 bulan ke depan,” ujarnya.
Melalui IGDX Academy, Dirjen Semuel menjelaskan peserta akan mendapatkan mentorship secara online oleh mentor global dan nasional dengan pengalaman di industri gim. Peserta yang mendapatkan akses itu, telah terpilih melalui tiga tahap proses kurasi.
Baca: Kominfo: “Peluang Pasar Industri Gim Nasional Sangat Besar”
“Pada penyelenggaraan tahun 2021, IGDX Academy diikuti oleh sebanyak 15 studio level advance dan 9 studio level intermediate. IGDX Academy merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang industri game Indonesia,” jelasnya.
Mengenai IGDX Career, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyebutnya sebagai kegiatan untuk mewadahi talenta di bidang industri gim agar dapat diserap pelaku industri.
“IGDX Career bertujuan untuk mempertemukan talenta lokal berbakat dengan perusahaan-perusahaan game developer di Indonesia, yang dilakukan melalui Platform Digital khusus,“ tuturnya.
Adapun, IGDX Business and Conference menjadi ajang bagi pelaku industri gim dalam negeri dan luar negeri dalam berbagi informasi dan perkembangan mengenai industri gim global di masa mendatang.
“IGDX Bussiness merupakan kegiatan business matchmaking secara offline secara hybrid (offline maupun online) yang mempertemukan game developer lokal Indonesia dengan buyer atau publisher, game developer global, ataupun investor lokal maupun global,” jelas Dirjen Semuel.
Sedangkan melalui IGDX Conference, peserta dapat mengikuti seminar dan workshop secara hibrida dan bisa berinteraksi dengan pembicara dari berbagai stakeholders industri gim nasional dan global. “Seperti pewakilan lembaga pemerintahan, tokoh industri game, perwakilan buyer atau publisher, atau perwakilan sektor industri terkait,” jelasnya.














