Program Startup Studio Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para pendiri startup sehingga bisa lebih dekat lagi dengan ekosistem bisnis di tingkatan yang lebih tinggi di dunia nyata.
“Semoga dari program, kurikulum dan apa yang sudah dirancang oleh tim para fasilitator akan memudahkan teman-teman untuk bisa lebih mendekatkan dengan the real world atau pertarungan nyata di dunia startup, kami percaya mereka akan selalu berjuang dan mampu membesarkan bisnisnya,” kata Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Bonifasius Wahyu Pudjianto saat membuka “Founder’s Camp” sebagai bagian dari Startup Studio Indonesia Batch 5 yang dilangsungkan secara hibrida dari Bali, Kamis, 15 September 2022.
Untuk di batch 5 dari Startup Studio Indonesia ada 15 startup yang terpilih untuk mendapatkan program akselerasi dan intensif ini. Sebagai bagian dari program keseluruhan, “Founder’s Camp” menjadi wadah bagi 15 pendiri perusahaan rintisan yang sudah dikurasi untuk mendapatkan pengalaman langsung dari para praktisi dan mentor dari ekosistem perusahaan teknologi terkini.
Nantinya akan ada program menarik yaitu “1-on-1 coaching session” yang memungkinkan pendiri startup untuk membedah lebih jauh bisnis bersama mentornya. “Di sini kita ingin menelaah berbagai hal lebih lanjut untuk kita mendorong agar para startup maju ke level yang lebih jauh,” tutur Bonifasius.
Adapun 15 startup yang terpilih dalam Startup Studio Indonesia Batch 5 yaitu Alterstay, Automa, Broom, dotX, Eduku, Bioma, EraTani, Fazpass, Kanva, Meat Solution, Myrobin.id, Myskill, Nona, Shafiq, dan tripwe.
Startup-startup itu berasal dari beragam sektor seperti perhotelan, logistik, peternakan dan agrikultur, pariwisata, layanan keuangan dan pekerjaan, keamanan, hingga pendidikan.
Hingga 2024, diharapkan ada 150 startup asal Indonesia yang bisa diakselerasi bisnisnya melalui program Startup Studio Indonesia.
Baca: Ini Perusahaan Rintisan yang “Sukses” Setelah Ikut Program Startup Studio Indonesia














