Jakarta, ItWorks- Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat), tahun ini kembali lolos mengikuti ajang penjurian “Top Digital Awards” 2022. Kali ini, kegiatan yang dihelat Majalah ItWorks, bekerja sama serta didukung beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan Information and Communication Technology (ICT) di Tanah Air ini, mengangkat tema utama “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”.
Melanjutkan komitmen kuat untuk orientasi pada pemanfaatan teknologi digital, Bank Sulselbar terus memperkuat transformasi digital banking di semua lini. Bahkan upaya digitalisasi mengalami lompatan baru sebagai strategi dalam menyiasati bisnis dan layanan pelanggan di tengah pandemi covid-19 dengan meningkatkan belanja modal lebjih besar untuk memperkuat infrastruktur dan inovasi aplikasi baru.
Kini Bank yang dikendalikan Direktur Utama, Irmayanti ini, tak hanya memiliki mobile banking dan internet banking, namun sudah memiliki layanan dan aplikasi digital banking yang lebih luas untuk berbagai layanan masyarakat, mitra bisnis, maupun pihak Pemda (Pemerintah Daerah).
“Saat ini kita tengah fokus untuk mengembangkan ekosistem digital untuk berbagai layanan perbankan, termasuk integrasi dengan sistem pembayaran di sejumlah Pemda (Pemeringah Daerah). Di internal dilakukan peningkatan infrastruktur dan tata kelola, kapabilitas sumber daya teknologi informasi, kemampuan SDM dan untuk memperkuat fondasi digital banking. Selain itu juga perluasan Channel untuk memenuhi kebutuhan Pemerintah Daerah dan nasabah umum melalui pengembangan channel bertransaksi secara digital, agar dapat bertransaksi di mana saja dan kapan saja. Dari sisi security, kita juga terus perkuat, di mana tahun 2021 kita telah berhasil menerapkan ISO 270001 yang merupakan suatu standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen kemanan informasi atau Information Security Management Systems (ISMS),” papar Muhammad Iqbal, Pemimpin/ Kepala Divisi Teknologi Informasi Bank Sulselbar saat presentasi dan wawancara Penjurian “TOP DIGITAL Awards 2022” diselenggarakan Majalah ItWorks, (23/09/2022), secara online melalui aplikasi video coference (vidcon).
Dikatakan, komitmen terkait aspek keamanan ini penting karena sejalan dengan meningkatnya transformasi digkital, ancaman kejahatan siber juga makin besar, sehingga perlu sistem keamanan yang bisa lebih diandalkan. Dengan ISO 27001 yang merupakan suatu standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen kemanan informasi, akan membantu perusahaan bisa membangun dan memelihara sistem manajemen keamanan informasi yang makjn kuat. Terutama untuk melindungi serta menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) informasi, termasuk data-data dan informasi dari para nasabah untuk kenyamanan mereka.
Ditambahkan, penguatan aplikasi digital bank juga dalam upaya peningkatan layanan, terutama melalui sistem layanan teknologi informasi dalam memenuhi aspek zero complaint. Upaya ini selaras dengan nilai-nilai perusahaan (Corporate Value) yang diusung, yakni prioritas prima, profesional, inovasi, kerja sama, integritas, dan layanan prima.
“Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sulselbar memiliki tiga misi utama. Memberikan solusi jasa keuangan yang inovatif kepada pemerintah dan masyarakat berlandaskan Layanan Prima dan Prinsip kehati-hatian. Mitra strategis Pemda dalam pembangunan daerah. Serta menjadi: Mitra utama bagi UMKM untuk menggerakkan kesinambungan sektor riil,” ujarnya di dampingi tim IT Bank Sulselbar.
Turut hadir secara virtul dalam penjurian ini di antaranya, Ari Hidayat, Pemimpin Departemen Perencanaan dan Pengembangan TI Div TI3. Muh. Usdar Galung; Pemimpin Departemen Infrastruktur dan Jaringan Div TI4. Abdullah Hodding; Pemimpin Departemen Operasioanal TI Div TI5, Muhammad Ichwan; PJ Pemimpin Departemen Manajemen Proyek, RIsiko dan Keamanan TI Div TI6. Aiman Nuraddin; Analis Dep. Infrastruktur & Jaringan Div TI7, Adam Malik, Analis Dep. Manajemen Proyek, RIsiko dan Keamanan TI Div TI, Firmansyah Yamin; Analis Dep. Infrastruktur & Jaringan Div TI, serta Moch Zikir Junapa ; Programmer Departemen Perencanaan dan Pengembangan TI Div TI. Sedangkan Tim Dewan Juri terdiri : DR. Melani Harriman (Melani K Harriman & Associate), Agnes (Awasome Business Consulting), Nurul Yakin Setiabudi (Indonesia Telecommunication User Group (IDTUG), Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), Eri Sumiarso (Sinergo Daya Prima), serta Sofi Suryasnia (akademisi dam praktisi bisnis).
Dalam presentasinya berjudul “Eksistem Digital Pemerintah Daerah- PT Bank Sulselbar “, Muhammad Iqbal selain memfokuskan pembahasan tentang digitalisasi untuk sinkronisasi dan optimalisasi layanan dengan Pemda, juga memaparkan panjang lebar proses transformasi digital yang dilakukan di perusahaannya. Mulai dari sistem perencanaan dengan menyusun IT masterplan, struktur organisasi IT, implemenatasi solusim dan sistem IT, pengembagnan apalikasi, tata kelola IT, aspek perlindungan keamanan (security), hingga dampak yang telah dirasakan perusahaan dengan melakukan transformasi digital ini.
Transformasi digital yang dilakukan Bank Daerah milik Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini bahkan juga tak kalah dengan bank-bank besar umum lain yang ada di Tanah air. Saat ini terdapat beberapa apliaksi atau solusi IT unggulan yang mendukung proses otomasi bisnis perbankan serta memiliki peran besar dalam menunjang kinerja bisnis bank. Di antaranya SIMPADA (Sistem Informasi Manajemen Pajak Dan Retribusi Daerah). SIMPADA merupakan sebuah platform sistem yang mengelola Sistem Manajemen Pajak dan Restribusi Daerah yang diluncurkan pada awal Juni 2021 lalu.
Dengan aplikasi SIMPADA, masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak dan retribusi secara terintegrasi. Retribusi seperti jasa umum, usaha, perizinan, termasuk Izin Membangun Bangunan (IMB) dan lainnya. Dengan sistem terintegrasi, potensi terjadinya selisih atau kesalahan pajak sudah tidak ada karena langsung terhubung dengan data Bapenda.
“Keunggulkan aplasikasi SIMPAD di antaranya, pendaftaran Wajib Pajak dapat dilakukan secara online dengan menggunakan single identitas (NIK). Selain juga makin memudahkan masyarakat k,arena terhubung ke semua channel pembayaran Bank Sulselbar. Tidak hanya sebagai sistem pembayaran pajak, SIMPADA juga bisa menjadi bagian untuk integrasi dari sistem monitoring, evaluasi dan pelaporan pajak. Proses pembayaran menggunakan kode billing, sehingga memudahkan penelusuran transaksi. Dalam hal ini, juga ada modul Pelaporan yang dapat diakses secara online secara harian dan atau periodic,” terangnya.
Inovasi sistem TI Bank Sulselbar juga sudah diintegrasikan di program Pemda. Di antaranya Program Transaksi Non Tunai (Sistem Pembayaran), Program Optimalisasi Penerimaan Daerah (Sistem Penerimaan), Program Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (eSamsat Lokal Sulselbar), Hospital Billing (sistem pembayaran/keuangan RS Daerah), Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai sistem transaksi penerimaan pembayaran PDAM.
“Pengembangan Roadmap Ekosistem Digital di lingkungan PEMDA ini akan terus kami perkuat dan ini menjadi sebuah opportunity yang dapat memperkuat bisnis existing kami ke depan. Fitur unggulan, Digitalisasi Data, System Pembayaran dan Aplikasi Superr Apps. Kami akan mengembangkan platform mobile untuk akses masyarakat da juga melakukan perluasan channel melalui e-Money. Manfaat atau dampak untuk perusahaan, bisa makin menguatkan peran perusahaan mendukung misi mitra strategis Pemda dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Secara umum manfaat dan dampak yang dirasakan dari transformasi digital ada dua, di internal perusahan dan eksternal. Di internal, terutama adanya peningkatan sistem manajemen dengan performa yang makin tinggi. Dan dampak eksternal terkait kemudahan dan kecepatan layanan pelanggan, mitra bisnis, maupun piak eksternal lainnya.
“Secara umum ini juga makin berdampak pada peningkatan kinerja usaha kami dan memberikan manfaat besar bagi mitra maupun pelanggan. Misalnya dengan adanya sistem aplikasi layanan terkait kemudahan pembayaran pajak daerah secara online, semua Pemda di wilayah kami mencatat adanya peningkatan pemasukan pajak. Misalnya untuk Pemkot Makassar dari sebelumnya rata-rata pemasukan berkisar Rp 800 miliar pertahun, berkat kemudahan dan dukungan sistem online pajak dari kami, pemasukan bisa meningkat hingga Rp 1,1 triliun,” ujarnya.
Kehadiran produk dan layanan digital Bank Sulselbar juga kian mendapat respons yang baik dari nasabah. Hal itu terlihat dari adanya peningkatan transaksi perbankan atau fee based income yang cukup besar. Pendapatan itu pun berkontribusi pada laba perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan Bank Sulselbar, tahun 2020 mencatat laba Rp 620,93 miliar naik dari tahun sebelumnya (2019) sebesar Rp 616,6 miliar. Sedangkan tahun 2021 Bank Sulselbar mencatat kenaikan laba menjadi sebesar Rp 651 miliar.
Ditegaskan, agar bisa terus optimal dan bisa mengikuti perkembangan, transforamsi digital menjadi konsen perusahaan yang akan terus diperkuat. Hal ini pula yang menjadikan PT BPD Sulselbar secara aktif terus mengembangkan produk dan layanan perbankan dengan dukungan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan dan memudahkan nasabah dan masyarakat. Dalam hal ini Bank Sulselbar juga melakukan investasi besar dalam hal transformasi digital demi kemudahan akses perbankan bagi nasabahnya. Mekanisme Pengambilan Kebijakan Investasi / Belanja TI, kini telah diatur dalam kebijakan Manajemen Teknologi Informasi dan diputus oleh IT Steering Committee. Dalam rangka membangun Digital Culture di perusahaan, Bank Sulselbar melakukan kegiatan sosialisasi digital culture dan Security Awareness secara rutin. (AC)














