Penulis: Teguh IS.
PT. Bank Raya Indonesia, Tbk., kembali menjadi Finalis ajang TOP Digital Awards yang diselenggarakan majalah It Works bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP DIGITAL Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”.
Bank Raya Indonesia telah mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022 di Jakarta, pada hari Senin, 17 Oktober 2022 secara daring. Dalam sesi ini Gibbon M.P. Tamba selaku PPT SEVP IT Bank Raya Indonesia membawakan materi bertajuk “Unlocking Raya Growth through Sprint Culture & 10x-Automation.”
“Ada 78 juta pekerja sektor informal di Indonesia. Kami ingin menjadi bank digital terbaik, dengan menggarap Gig Economy yaitu menjadi penyedia layanan langsung kepada pekerja Gig dan UKM.
Dalam menggarap Gig Economy, Bank Raya Indonesia menyediakan 3 layanan, yaitu: Transaksi seperti QR, Billing, Cash-in Cash-out. Memberikan Pinjaman dan Pembiayaan berupa Intraday Loan dan Invoice Financing. Manajemen Keuangan berupa Laporan Keuangan.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Bidik Gig Economy, Bank Raya Indonesia Siap Jadi Bank Digital Terbaik
Bank Raya Indonesia juga fokus sebagai House of Fintech dengan menyediakan layanan ekosistem perbankan bagi partner ekosistem. “Layanan yang diberikan Banking-as-a-Services (Open API) dan Chanelling Fintech,” jelas Gibbon kepada dewan juri.
Tiga Inisiatif Digital
Menjelaskan kepada dewan juri tentang perkembangan IT Bank Raya Indonesia, dalam 2 tahun terakhir, Gibbon memaparkan, “Saat ini, kami sedang menjalankan 3 inisiatif digital, pertama, menjalankan Digitizing Core untuk meningkatkan produktivitas dan menggali potensi bisnis. Produknya, pinang maksima dan pinang performa sebagai pinjaman berbasis invoice.
“Kedua, mengembangkan Digital Ecosystem untuk mendapatkan Likuiditas baru (liquidity), Peluang Bisnis baru (opportunity), dan Sumber Pertumbuhan baru (growth). Produknya, raya api, pinang paylater yaitu memberikan dana talangan kepada agen BRILink, pinang flexi berupa pinjaman digital untuk payroll, dan pinang connect.
Ketiga, mengembangkan New Digital Propositions yaitu menggarap peluang bisnis yang belum tergarap di kehidupan nasabah. Produknya, raya 2.0 yaitu tabungan digital.
Baca: Ingin Jadi Bank Digital Terbaik, BRI Agro Gandeng majoo
Struktur Organisasi IT dan Maturity Level
Dalam kesempatan ini juga, Gibbon mengungkapkan bahwa terkait struktur organisasi IT, sejak 6 Juni 2022 telah dilakukan penetapan menjadi 3 Divisi: App Dev, Architecture & Governance, IT Infra & Ops Excellence, dan Big Data. IT diusulkan menjadi di bawah supervisi Direktorat IT (SEVP) baru seiring meningkatnya kompleksitas IT Bank Digital.
Lebih lanjut dikatakan Gibbon, “IT Maturity level per tahun 2021, Bank Raya Indonesia memiliki skor 4,34 dengan COBIT 2019 dimana pengukuran dilakukan oleh pihak ekternal.”
Sedangkan untuk kesiapan INDI 4,0, Bank Raya Indonesia meraih skor 3,07 artinya memiliki Kesiapan Matang. Sebagai informasi, INDI 4.0 merupakan apresiasi dari Kementerian Perindustrian untuk industri yang telah bertransformasi ke Era Industri 4.0.
Turut mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, dari Bank Raya Indonesia yaitu Andre Rianda selaku Corporate Branding.
Sedangkan bertindak selaku Dewan juri yaitu Melani K. Harriman, Agnes, Nurul Yakin SB, Dwinda Ruslan, dan Subandi.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: Pinang Dari Bank BRI Agro, Pinjaman Berbasis Aplikasi Pertama di Indonesia














