Penulis: Teguh IS.
Transformasi Digital Menuju Bandung Bedas yang dijalankan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat mendapat apresiasi dari Dewan Juri TOP Digital Awards 2022.
Dengan transformasi digital yang dijalankan melalui Diskominfo Kab. Bandung, kini di lingkungan Pemkab Bandung telah menerapkan layanan pemerintahan berbasis elektronik.
Transformasi digital di administrasi pemerintahan itu, melalui aplikasi e-Office yaitu penggunaan tanda tangan elektronik serta penerapan dokumen paperless, dinilai berhasil meningkatkan layanan publik dan administrasi pemerintahan.
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
“Implementasi Transformasi Digital Menuju Bandung Bedas yang dijalankan Pemkab. Bandung, seperti Open SID, e-SKM, dan e-Office, sejalan dengan tema TOP Digital Awards yaitu transformasi digital harus memberi dampak strategis bagi layanan kepada publik dan administrasi pemerintahan,” demikian rangkuman pendapat sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, Senin, 31 Oktober 2022 secara daring.
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai dewan juri yaitu Melani K. Harriman, Agnes Theres, Dwinda Ruslan, Nurul Yakin SB., Subandi, dan Febri.
Transformasi Digital Kab. Bandung
Dalam ajang TOP Digital tahun ini, Diskominfo Kab. Bandung, yang terdiri dari bidang Aplikasi Informatika; Teknologi Informasi dan Komunikasi; Persandian; Statistik; serta Informasi dan Komunikasi Publik, membawakan materi bertajuk “Transformasi Digital Menuju Bandung Bedas”.
“Kabupaten Bandung punya visi Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis & Sejahtera atau disingkat BEDAS,” kata Drs. H. Yudi Abdurahman, M.Si. selaku Kepala Diskominfo Kab. Bandung, menjelaskan secara singkat latar belakang dijalankannya transformasi digital di kabupaten dengan ibu kota Soreang ini.
Kemudian peran Diskominfo Kab. Bandung dalam menjalan transformasi digital itu, lanjutnya, berupa mendukung terwujudnya infrastruktur daerah melalui perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terhadap data, informasi dan program pengelolaan jaringan internet.
“Serta mendukung meningkatnya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” imbuh Yudi.
Baca: Go Digital, Bupati Bandung Resmikan Forum Smart City
Diskominfo Kab. Bandung juga terlibat selaku Tim TAPD Kab. Bandung, Ketua Tim Koordinasi SPBE Kab. Bandung, dan unit pengelola TIK.
Menurut Yudi, dengan adanya Master Plan TIK dalam bentuk Peraturan Bupati Bandung No. 105 Tahun 2016, Penyelenggaraan SPBE yang diatur dalam Peraturan Bupati Bandung No. 69 Tahun 2021, serta sejumlah peraturan lainnya yang terkait TIK, Kab. Bandung telah mencatatkan raihan yang cukup positif terkait penerapan SPBE dan Smart City.
Komitmen dan Apresiasi Bidang TI
Komitmen yang kuat dari Pemkab Bandung dalam implementasi transformasi digital juga diwujudkan dalam penyediaan anggaran, pembinaan SDM, dan pengembangan budaya digital.
“Selaku kadis, pada bulan Januari 2022, saya juga telah menandatangani komitmen kinerja dalam rangka implementasi transformasi digital sebagai salah satu wujud dukungan pada visi dan misi Pemerintahan Daerah,” tegas Yudi.
Hasilnya cukup membanggakan, “Kab. Bandung meraih poin 2,98 (Baik) berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi SPBE tahun 2021 yang dilakukan Kemenpan RB. Kami menempati peringkat 8 dari 27 Kabupaten/Kota pada Provinsi Jawa Barat,” ungkap Yudi.
Sedangkan untuk smart city, lanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi mandiri tahun 2021, Kab. Bandung mendapat poin 3,22 berada di peringkat peringkat 4 dari 10 Kabupaten/Kota pada Provinsi Jawa Barat yang tergabung dalam 100 Kota/Kabupaten Smart City.
“Bupati Bandung yaitu Dr. (C) H. M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si juga meraih penghargaan Gerakan Menuju Smart City Dimensi Smart Environment dari Kemenkominfo RI, yang diserahkan pada Selasa 14 Desember 2021, di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang,” tutur Yudi.
Untuk penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, Kabupaten Bandung mendapat 6 Penghargaan dalam Festival Literasi Digital Jabar 2022. “Salah satunya untuk Bupati Bandung Dr. (C) H. M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si yang terpilih sebagai Tokoh Literasi Digital Daerah 2022.”
Terkait Pengelolaan Data, Kabupaten Bandung Raih Juara III Penghargaan Kategori Penyelenggara Tata Kelola Data Terbaik Kabupaten dan Kota dalam Satu Data Jabar Awards tahun 2022
Inovasi Digital Unggulan
Menjelaskan kepada dewan juri tentang inovasi dan transformasi digital Kab. Bandung, Yudi mengutarakan, “Untuk mewujudkan SPBE yang efektif, efisien dan terintegrasi maka Diskominfo Kab. Bandung telah melaksanakan review dan evaluasi Rencana dan Anggaran TIK seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Bandung.
“Proses review dan evaluasi tersebut berupa koordinasi dan sinkronisasi perencanaan serta penganggaran di bidang komunikasi dan informatika dan menjadi konsultan teknis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” jelas Yudi kepada dewan juri TOP Digital Awards.
Ia mencontohkan, Diskominfo membantu pembuatan sensor ketinggian sampah bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Kependudukan serta terlibat di pemberian peringatan bencana hidrologi di wilayah Kab. Bandung
Saat ini, untuk domain layanan SPBE, Pemkab Bandung telah menggunakan 13 layanan berdasarkan aplikasi umum yang disyaratkan, yaitu: Perencanaan, Keuangan, Penganggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, Kepegawaian, Kearsipan Dinamis, Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pengawasan Internal Pemerintah, Kinerja Pegawai, Akuntabilitas Kinerja Organisasi (dalam pengembangan), Pengaduan Pelayanan Publik, Data Terbuka, dan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).”
Menurut Yudi, ada 3 inovasi digital yang jadi unggulan, “Untuk layanan publik yaitu Open SID, e-SKM dan pemerintahan berupa e-Office.”
Open SID, pengembangannya oleh Diskominfo dan Forum SID. Fitur unggulan, yaitu Informasi Desa, Data Dasar Desa seperti kependudukan, asset, laporan keuangan, administrasi desa dan layanan mandiri.
“270 Desa di Kabupaten Bandung telah menggunakan Sistem Informasi Desa (SID) berbasis open source sejak 2017 dan menggunakan domain desa.id,” tutur Yudi.
E-SKM, pengembangannya oleh Diskominfo. Telah diimplementasikan di 270 Desa menggunakan domain desa.id, dan punya fitur unggulan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
“SKM elektronik dibuat untuk memudahkan perangkat daerah dalam melakukan Survei Kepuasan Masyarakat di unit pelayanannya, menghasilkan Nilai IKM dan hasil survei dapat menjadi bahan laporan yang selanjutnya disampaikan kepada Kemenpan RB,” Yudi menjelaskan manfaat aplikasi digital yang diimplementasikan sejak 2019 itu.
Aplikasi e-Office, implementasinya tahun 2020, pengembangan oleh Diskominfo. Telah diimplementasikan di tingkat OPD, Desa/Kelurahan, Sekolah, dan Puskesmas. Fitur unggulan, yaitu telah terintegrasi dengan data kepegawaian, pembuatan surat secara paperless, dan terintegrasi tanda tangan elektronik.
“Layanan administrasi surat menyurat yang telah terintegrasi dengan database kepegawaian dan Tanda Tangan Elektronik dengan capaian user terdaftar pada BSRe-BSSN, saat ini sebanyak 1.640. Kami pun memberi perhatian kepada aspek security dengan bekerja sama dengan BSSN,” ungkap Yudi.
Menurutnya manfaat yang didapat dari e-Office, “Masyarakat dapat menghemat waktu dan biaya dalam pembuatan dokumen administrasi kependudukan karena tidak selalu harus datang ke kantor pemkab.”
“Sedangkan bagi Diskominfo, ada penghematan dalam biaya pengunaan kertas. Karena paperless kami dapat menghemat sekitar Rp2,5 miliar setahun dan itu dapat dialokasikan bagi keperluan lainnya,” pungkas Yudi.
Baca: Pemkab Bandung Optimalkan Solusi Digital untuk Modernisasi Birokrasi dan Layanan Masyarakat














