ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

5 Cara Raih Kemerdekaan Finansial

Lakukan Perencanaan Keuangan Sejak Masih Pekerja Pemula

Teguh Imam Suyudi
12 August 2023 | 09:00
rubrik: Tips & Trick
Ilustrasi Generasi Z

Ilustrasi Generasi Z

Share on FacebookShare on Twitter

Mewujudkan kemerdekaan finansial apakah bisa? Seringkali banyak pekerja pemula atau anak muda pesimis dapat mewujudkannya. Beda halnya dengan mereka yang bekerja di perusahaan besar atau memang berasal dari keluarga berada, mereka relatif mudah mewujudkan kemerdekaan finansial.

“Sebenarnya, siapapun dapat mewujudkan kemerdekaan finansial termasuk bagi yang gajinya belum mencapai belasan atau puluhan juta. Kuncinya, mau bekerja keras, mengatur keuangan dengan disiplin, bijak menggunakan uang sejak menerima gaji pertama, terbiasa hidup sederhana dan tidak berfoya-foya,” kata Head of Sequis Digital Channel Antonius Tan, dalam keterangan tertulis, 11/08/2023.

Antonius pun membagi pengalamannya cara meraih kemerdekaan finansial, dimulai saat masih menyandang status pekerja pemula:

Rutin menabung

Kunci pertama dari perencanaan keuangan pribadi adalah menabung. Berapapun gaji yang Anda miliki pastikan tetap memprioritaskan menabung. Jika melakukannya secara rutin, nantinya, Anda pun akan  sayang menghabiskan uang dengan cepat hanya demi membeli barang yang bukan kebutuhan. 

Perhitungan yang mudah adalah menentukan rasio tabungan. Setidaknya lebih dari 20% per bulan saya sisihkan untuk menabung. Jika ternyata ada sisa dari gaji dalam bulan tersebut atau mendapatkan bonus dan THR maka saya niatkan meningkatkan rasio tabungan lebih lagi. Jika bagi Anda rasio tersebut masih tinggi, tidak masalah dikecilkan lagi, tetapi tambahkan waktunya misalnya per hari atau per minggu. Seiring naiknya gaji dan keuangan lebih stabil maka bisa tingkatkan rasio tabungan tersebut.

Mempunyai passive income

Saat usia masih muda dan produktif sangat baik jika Anda menambah ilmu, pengalaman, dan jejaring pertemanan. Salah satu hal baik yang dapat dilakukan anak muda atau pekerja pemula adalah mulai memikirkan cara mendapatkan pendapatan pasif (passive income).

BACA JUGA:  Wajib Disimak, 3 Langkah Antisipatif Lindungi Data Pribadi

Dulu sebagai mahasiswa atau pekerja pemula, mendapatkan passive income tidak banyak jenisnya. Biasanya ada yang menjadi asisten dosen, guru les, bekerja tambahan di malam hari, dan lainnya.

Namun, pada zaman modern ini, banyak cara mendapatkan passive income, seperti membuat dan memonetisasi blog, menjadi YouTuber/influencer, menulis eBook, melakukan investasi, beli properti kemudian disewakan, dan lainnya. Jadi, tidak ada alasan untuk kita tidak bekerja giat membangun masa depan.

Gambar: Dokumentasi Sequis Life

Sanggup mengelola utang

Berutang seringkali menjadi solusi untuk menyelesaikan kebutuhan pembiayaan mendadak. Namun, jika terlalu banyak utang dapat membuat hidup tidak tenang. Apalagi, jika bunganya floating. 

Sebaiknya pertimbangkan dengan matang jika akan berutang, yakni apakah akan mampu konsisten melunasi utang tepat waktu, apakah jika melunasi utang dapat berdampak pada kebutuhan lain, dan mampukah tidak  menambah utang baru sebelum utang lama terselesaikan.

Jadikan utang sebagai solusi alternatif terakhir. Jika sanggup membayar tunai akan lebih baik. Jika harus mengajukan pinjaman sebaiknya untuk keperluan utang produktif dan ajukan pinjaman hanya ke lembaga resmi seperti bank, koperasi resmi, atau pegadaian.  

Utang produktif salah satunya adalah mengajukan KPR karena harga rumah akan terus naik atau meminjam kredit usaha dari bank untuk mengembangkan bisnis atau yang dapat menambah aset atau pendapatan di masa depan. Sebaliknya, utang konsumtif perlu dihindari seperti utang untuk membeli ponsel mahal, pakaian bermerek, atau mobil mewah sebab akan ada penurunan nilai.

Perlu dipahami, ada kemungkinan pekerja pemula memutuskan berhenti dari tempat kerjanya saat ini atau tidak diteruskan kontrak kerjanya, jika memiliki utang dengan nilai tinggi maka dapat mengalami risiko bangkrut dan akan semakin skeptis meraih kemerdekaan finansial.  

BACA JUGA:  Sequis Life Hadirkan Sequis Center Bali, Perkuat Inklusi Keuangan dan Layanan Nasabah

Pekerja pemula memiliki kesempatan memiliki aset jika disiplin menabung, berhemat, dan mengusahakan tidak memiliki utang konsumtif serta memiliki penghasilan pasif. Selanjutnya, jika sudah memiliki aset, kita perlu juga memikirkan cara mengamankan aset agar tidak tergerus oleh biaya tidak terduga yang dapat menyebabkan risiko kebangkrutan dengan mengasuransikan diri kita dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

Menyimpan dana darurat

Dana darurat adalah dasar dalam  perencanaan keuangan yang bertujuan menjadi jaring pengaman saat darurat. Selain menabung, hal lain yang sebaiknya dilakukan sejak pekerja pemula adalah belajar menyiapkan dana darurat. Dana darurat ini idealnya sejumlah 6 kali pengeluaran bulanan kita saat ini. Namun bisa pergunakan target awal 2-3 bulan pengeluaran bulanan dahulu sebagai awalan. Jika dana darurat tidak terpakai bukan berarti bisa dipakai, tetap tingkatkan jumlahnya karena kita tidak pernah tahu kapan kondisi darurat terjadi.

Berasuransi sejak muda dan sehat

Selain dana darurat, para pekerja pemula juga dianjurkan untuk melengkapi diri dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan untuk melindungi finansial dari risiko kesulitan ekonomi yang mungkin harus ditanggung diri sendiri dan keluarga jika terjadi sakit kritis, cacat tetap dan total hingga meninggal dunia. Anda dapat mulai menyisihkan 10% dari seluruh pendapatan bulanan untuk melindungi diri dengan asuransi jiwa dan kesehatan.  

Mengeluhkan tidak cukup uang untuk membeli asuransi karena pendapatan bulanan yang kecil sehingga menunda untuk berasuransi sampai waktu yang belum bisa dipastikan sama saja meningkatkan risiko kerugian karena umur terus bertambah dan ada risiko terserang penyakit kritis yang menyebabkan ditolaknya pengajuan asuransi oleh perusahaan asuransi. Para pekerja pemula pada zaman ini lebih mudah memilih asuransi karena sudah banyak tersedia asuransi secara digital.

BACA JUGA:  Tips Mempersiapkan Diri untuk Milenial Jika Terjadi Resesi Ekonomi

Kehadiran asuransi digital dalam industri asuransi tidak hanya mempermudah calon nasabah mencari informasi, tetapi juga merasa bertransaksi karena  dapat memilih produk asuransi yang sesuai kebutuhan, proses pengajuan asuransinya cepat dan mudah, jangkauannya luas, serta premi asuransinya relatif lebih murah.

“Pilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika nilai gaji masih kecil, tidak perlu khawatir, bisa mulai berasuransi dengan produk asuransi digital dari superyou.id karena Super You menyediakan beragam produk asuransi jiwa dan kesehatan dengan premi terjangkau mulai dari Rp30.000-an per bulan tetapi sudah memberikan perlindungan finansial hingga Rp1,5 Miliar per tahun. Ini sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan para pekerja pemula, “ saran Antonius.

Ragam produk asuransi jiwa yang disediakan oleh Super You di superyou.id antara lain Super Life Protection dan Super Safe Protection sedangkan asuransi kesehatan antara lain Asuransi  Super Easy Health dan  Super Care Protection .

Baca juga: Kiat Memilih Perusahaan Asuransi

Tags: Asuransi OnlineMerdeka FinansialSequis DigitalSequis LifeSuperyou.id
Previous Post

Digitalisasi Penyiaran Dorong Lahirnya Konten Kreator Baru

Next Post

Hadirkan Peningkatan Kinerja, KAI Luncurkan ‘Access by KAI’, Revamp Aplikasi ‘KAI Access’

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Terapkan Smart City 4.0, Jakarta Jadi Kota Inovatif Berbasis TI

    Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJPH Terus Perkuat Akses Digital, Kejar Target Batas Waktu Wajib Halal Oktober 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisa Terhubung ke Smartphone, OMRON Rilis Jajaran Alat Ukur Tekanan Darah Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren IoT, Ini Pentingnya Pengaturan Tepat Jaringan Wi-Fi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto