Meski tergolong sebagai PDAM berskala kecil karena melayani daerah berpenduduk sekitar 60 ribu orang dengan total sambungan sebanyak 12 ribu SR (Sambungan Rumah), PDAM Tirta Serambi Kota Padang Panjang punya komitmen yang tinggi dalam transformasi digital. Komitmen ini dilakukan sebagai upaya dari PDAM untuk memberikan pelayanan terbaik dengan penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kota Padang Panjang.
Menurut Direktur Utama PDAM Tirta Serambi Padang Panjang Adrial A. Bakar saat ini ada dua inovasi digital yang menjadi kebanggaan dari PDAM Padang Panjang. Pertama adalah Smart Water Management System (SWMS) yang dikembangkan secara internal dan diluncurkan akhir tahun 2020 lalu.
SWMS adalah sistem manajemen air yang dibangun berbasis teknologi informasi dan automasi terbaru yaitu internet of things (IoT) dengan memanfaatkan sistem sensor, jaringan internet dan aplikasi komputer untuk menampilkan data-data operasi lapangan berbasis digital secara realtime untuk dapat memantau dan memonitor operasional 24 jam.
“SWMS yang dibangun dan dioperasikan PDAM secara mandiri, telah merevolusi apa dan bagaimana cara PDAM melayani dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kehadiran sistem ini menjadikan PDAM Padang Panjang semakin mudah mengelola pelayanan air minum dan pelanggan semakin puas atas pelayanan PDAM,” kata Adrial A Bakar dalam wawancara penjurian Top Digital Awards 2023 yang diselenggarakan Majalah IT Works secara virtual pada Rabu (18/10/2023).
Adapun beberapa fitur aplikasi SWMS, meliputi :
- Sistem monitoring dan penghitungan debit produksi dan distribusi menggunakan CCTV
- Sistem monitoring tekanan air jaringan pipa transmisi dan distribusi menggunakan sensor tekanan
- Sistem monitoring dan pengendalian operasional pompa jarak jauh
- Sistem monitoring dan pengendalian kualitas air menggunakan sensor kekeruhan
- Sistem monitoring dan pengendalian tinggi muka air reservoir menggunakan sensor leveling
- Sistem monitoring pelanggan dan jaringan perpipaan dengan Aplikasi GIS
“Sejak adanya inovasi SWMS ini, membuat monitoring operasi mudah, biaya O & M (operasional dan pemeliharaan) tetap rendah. Kapasitas penjualan air meningkat, berlaba dan meningkat tiap tahun meski tarif air tetap (tidak naik-red) sejak 2010. Gangguan pelayanan menurun, layanan air minum 24 jam, membayar rekening air tetap murah, konsumsi 28-30 M3/bulan. Respon PDAM sangat cepat (kurang dari 2 jam). Tekanan air stabil dan kuat. Indeks kepuasan masyarakat baik,” jelasnya.
Dikatakan Adrial, melalui SWMS secara kualitas pelaksanaan monitoring tekanan air telah dilengkapi dengan grafik harian untuk lebih mudah melakukan pemantauan. Sebelumnya hanya melihat berdasarkan data nilai tekanan saja.
“Yang paling berperan adalah pemanfaatan data tekanan tersebut dalam operasional distribusi air kepada pelanggan. Setelah melakukan beberapa kali workshop di Bagian Produksi dan Distribusi, saat ini semua data tekanan telah terpantau, terolah dan teranalisa dengan baik oleh seluruh staf terkait, melalui handphone masing-masing,” ujar dia.
“Sistem ini juga mampu mendeteksi setiap potensi munculnya gangguan sehingga dengan cepat bisa diantisipasi. Sehingga menurunkan timbulnya gangguan pelayanan air minum. Dengan demikian gangguan pelayanan dapat diminimalkan,” ungkapnya.
Secara finansial pengendalian tekanan air pada jaringan pipa yang lebih baik, tambahnya, juga telah menurunkan biaya operasi pemeliharaan pipa transmisi dan distribusi sampai 30%, karena menurunkannya tingkat kerusakan.
Diungkapkanya, SWMS yang sudah berjalan di samping sensor tekanan seperti di atas, yang lainnya juga ada sistem pemantauan operasi pompa melalui handphone, monitoring tinggi muka air reservoir menggunakan CCTV, pengurasan pipa secara otomatis. Dan yang terbaru adalah pembacaan meter air produksi dan distribusi menggunakan CCTV.
“Semua sistem dibangun untuk memudahkan pemantauan aktivitas operasional pelayanan air minum kepada pelanggan bisa dilakukan secara cepat dan tepat karena real time,” katanya.
Untuk diketahui, pada tahun 2021 yang lalu Pemerintah Kota Padang Panjang merupakan salah satu pemenang Innovation Government Award (IGA) yang salah satunya didukung oleh sistem SWMS PDAM ini. SWMS dianggap sebagai sistem yang patut untuk direplikasi dan digunakan oleh PDAM di Indonesia.
Selain SWMS, Adrial mengatakan bahwa PDAM Padang Panjang juga memiliki inovasi IT jempolan lainnya yakni Sistem Informasi Manajemen Pelayanan (SIMPEL).
SIMPEL adalah Aplikasi system informasi yang berada pada satu layar peta berbasis spasial yang menampilkan aspek-aspek Operasional dan pelayanan pelanggan Perumdam Tirta Serambi Kota Padang Panjang. Database SIMPEL berasal dari integrasi database Aplikasi Geographic Information System (GIS) Internal dan Sensor Tekanan di Smart Water Management System (SWMS) yang telah diolah dan ditampilkan berbasis GIS.
“Tujuannya agar seluruh data dapat tampil pada satu peta untuk memudahkan pemantauan serta pengendalian operasional dalam menunjang pelayanan pelanggan yang efektif, efisien dan ekonomis. Aplikasi ini bernama WebGIS Simpel Perumdam Tirta Serambi Kota Padang Panjang,” ujarnya.
Aplikasi Simpel ini dapat diakses melalui portal simpel.pdampadangpanjang.co.id. Ada tiga keunggulan dari inovasi Simpel, di antaranya kemudahan untuk dipantau pada satu layar peta berbasis spasial terkait semua aspek operasional dan aspek pelayanan pelanggan. Memudahkan dan dapat membantu meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan yang tepat pada lokasi yang akurat.
Database Simpel ini berisikan Data Sumber Air, Bangunan Pengolahan, Bak Penampung (reservoir), Sistem jaringan perpipaan yakni transmisi dan distribusi. Serta data atau lokasi pelanggan (sambungan langganan).
Lalu, sistem ini dapat dikontrol di ruangan khusus (Command Room) dan juga bisa diakses dari semua device yang terhubung dengan internet. Ini memanfaatkan basis data SWMS sebelumnya yakni sensor-sensor. Mulai dari CCTV meter produksi dan distribusi, tekanan aliran pada jaringan perpipaan, bak reservoir serta dan on off pompa produksi.
Penulis: Abi Abdul Jabar Siddik














