PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utama atau Bank Sumut sudah lama menjalankan proses transformasi digital. Saat ini, perseroan sudah memiliki banyak aplikasi atau solusi bisnis yang dikembangkannya untuk tiga segmen nasabahnya, yakni individu, korporasi atau UMKM, serta pemerintah daerah.
Sebagai pelaku perbankan, sederet aplikasi Bank Sumut memang untuk mempermudah transaksi nasabahnya. Seperti mobile banking, dan lainnya. Namun perannya sebagai BPD, terutama selaku pegelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), Bank kebanggaan masyarakat Batak ini juga memiliki banyak aplikasi yang terkait dengan Pemda. Meski memang, digitalisasi di Bank Sumut lebih dari itu semua.
“Sebagai BPD, tentu saja kami tetap mengacu kepada kearifan lokal. Saat ini, kami tengah mengembangkan bisnsi yang berorientasi ke ekosistem Pemda. Karena cukup banyak potensi yang bisa kita perluas. Namun begitu, dengan digitaisasi ini, kami tak sekadar sebagai bank pengelola RKUD, maupuan bank mengelola gaji ASN. Tapi melali digital ini, kami perluas bisnis kami lagi,” tutur Arieta Aryanti, Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut dalam mengikuti proses penjurian Top Digital Award 2023, secara online, Senin (30/11/2023).
Apalagi memang dalam digitalisasi ini, proses transfromasi yang dilakukan sejak 2020 itu sudah lagi bukan mengarah ke product centric, melainkan lebih ke customer centric. Sehingga semua layanan perbankan ini terus berinovasi dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
“Sebagai contoh, kita ada layanan e-pendidikan, e-pasar, e-PDAM, dan lainnya. (Produk-produk) itu menyesuaikan dengan mitra kita. Kalau mereka sudah punya system, itu sifatnya koneksi host to host. Tetapi kalau mitra kami belum ada aplikasi, maka Bank SUmut siapkan aplikasinya,” terang Arieta lagi.
Makanya, digitalisasi ini juga sudah berdampak positif terhadap kinerja keuangan. Hingga September 2023 ini, laba bersih mencapai Rp760 miliar. Dengan net interest margin (NIM) masih sebesar 6,32% yang didukung oleh biaya dana (cost of fund) yang rendah di 2,75% dan dana murah (CASA) terus meningkat di angka 58,26%. Dengan total asset mencapai Rp40,4 triliun sebagai bank terbesar di Sumatera atau BPD terbesar keenam se-Indonesia.
Aplikasi Bank Sumut
Bahkan, dilanjutkan Hendy Arief Pemimpin Bidang Digital Banking Bank Sumut, keberhasilan perseroan dalam menjalankan transformasi digital ini terlihat dalam inovasinya untuk memberikan layanan ke pihak Pemda.
Dan terkait dengan ekosistem pemerintahan, kata dia, inti pelayanannya itu dua aspek yakni terkait dengan penerimaan dan pengeluaran/belanja. Dan untuk itu Bank Sumut sudah memiliki infrastruktur digitalnya.
Untuk penerimaan atau pendapatan daerah seperti PAD (pajak daerah, hotel, resto, dan lain-lain), juga ada retribusi (parkir, jasa, dll). Aplikasinya ada eSTS, ePBB, eBPHTB, eKIR, eParkir, TappingBox, dan e-SAMSAT.
Lalu untuk channel pengeluaran daerah ada subsidi dan bansos, pembangunan, aktivitas rutin (gaji ASN, modal kerja, dll). Itu aplikasinya ada SUMUTNet Sejahtera, Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).
“Jadi itu semua solusi yang kami berikan untuk mendukung sistem keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Dan dari sekian banyak solusi bisnis yang kami berikan, dari beberapa tahun lalu hingga sekarang itu, yang paling penting adalah integrasi SIPD dan KKPD, serta tapping box,” katanya.
Cerita Hendy, untuk SIPD Bank Sumut ternyata termasuk dalam lima BPD yang paling pertama untuk mengintegrasikan dengan Pemdanya di antara 27 BPD lain. Bahkan untuk saat ini, Bank Sumut adalah BPD yang terintegrasi dengan Pemdanya yang terbesar, karena terintegrasi sampai dengan 15 Pemda.
Untuk aplikasi KKPD lebih membanggakan lagi. “KKPD Bank Sumut jadi yang pertama diterbitkan di Indonesia. Bersama dengan Pemkot Medan, kita menjadi BPD pertama untuk impelemtasi KKPD di Indonesia. Yaitu pada Itu pada 5 Desember 2022 lalu. Dan saat itu Pemkot Medan yang pertama di Indonesia.”
“Peluncuran KKPD ini diharapkan dapat menyediakan layanan transaksi keuangan daerah yang efisien dan akuntabel serta meningkatkan keamanan dalam bertransaksi, meminimalisir uang tunai, mengurangi fraud dari transaksi tunai serta mengurangi idle cash,” tandasnya.
Untuk diketahui, KKPD merupakan amanat mandatori dari ketentuan tersendiri Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.
KKPD sendiri merupakan kartu kredit yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas belanja yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). KKPD ini pernah juga dipesankan Presiden RI Joko Widodo yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk benar-benar mengoptimalisasi KKPD tersebut.
Keberhasilan lainnya dalam mendukung digitalisasi yang dimanfaatkan oleh Pemda adalah di tahun lalu Pemprov Sumut menjadi juara pertama tingkat provinsi dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatra yang digelar Bank Indonesia. Dan Tebing Tinggi sebagai kota terbaik se-Sumatra. Hal ini keberhasilan dalam e-Samsat dan inovasi dalam layanan pembayaran pajak.
Lantas bagaimana dengan mobile banking? Bank Sumut memilik Sumut Mobile. Meski bukan super apps namun sudah menjawab semua kebutuhan nasabah. Bisa untuk transaksi bermacam-macam. Istilahnya, sudah all in one application.
“Akan tetapi, bicara mobile banking ini never ending story. Tetap terus melakukan improvement baik dari customer experience, maupun fitur-fiturnya. Bisa dibilang setiap bulan sekali akan ada fitur-fitur baru. Dan nantinya, kita transformasi terus menjadi aplikasi yang baru,” katanya.
Dan ternyata berdasar hasil survey dan evaluasi PITSI 2022 lalu terhadap kepauasan nasabah Mobil Banking, kata Hendy hasilnya menyatakan, untuk ‘Usefulness’ atau fungsionalitas yang disediakan Sumut Mobile sebesar 96,57%, ‘Usability’ atau factor yang berpengaruh terhadap kemudahan pengguna mengoperasikan Sumut Mobile sebesar 97,52%, untuk ‘Desirability’ yaitu pengguna dapat menikmati pengalaman yang baik atau tidak sebesar 96,90% dan total tingkat kepuasan pengguna yakni berada di level sangat puas atau 97%.
“Untuk mobile banking Bank Sumut itu sudah menjawab kebutuhan nasabah. Memang kami tidak mengatakan ini sebagai super apps, karena pertanggungjawbannya besar, tapi kami menyebutnya all in app application, kebutuhan nasabah semua terpenuhi. Dari transaksi perbankan maupun transaksi dengan Pemda, seperti bayak pajak, Samsat, dan lain-lain,” tandas Hendy.
Penulis: Busthomi














