ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ini Tren Kejahatan Siber 2024 Terhadap Anak Yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Ahmad Churi
17 January 2024 | 09:40
rubrik: Digital, Research
Ini Tren Kejahatan Siber 2024 Terhadap Anak Yang Harus Diwaspadai Orang Tua
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Dengan kian banyaknya anak-anak yang dapat mengakses atau memiliki ponsel cerdas, para penjahat siber juga banyak yang menyasarnya sebagai target. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk terus mengetahui informasi tentang ancaman siber terbaru yang menargetkan anak-anak agar mereka dapat lebih terlindungi.

Kali ini, para ahli Kaspersky, perusahaan penyedia dan pengembang solusi IT seciruty- mengeksplorasi beberapa tren siber utama yang harus diwaspadai orang tua. Selain itu, juga memberikan tips tentang cara melindungi aktivitas online anak-anak mereka.
“Seperti yang bisa kita lihat, banyak tren yang terjadi di masyarakat juga berdampak pada kalangan anak-anak, sehingga menjadikan mereka target potensial bagi para penyerang. Hal ini mencakup perkembangan dan popularitas AI dan rumah pintar, serta perluasan dunia game dan industri FinTech,” ,kata Andrey Sidenko, pakar keamanan dan privasi di Kaspersky yang dilansir dalam rilis pers (17/01/2024),di Jakarta.

Karena itu, lanjutnya, sangat penting untuk mengajarkan anak-anak dasar-dasar keamanan siber sejak usia dini agar tidak jatuh ke dalam perangkap penjahat dunia maya, ancaman siber apa saja yang dapat terjadi saat bermain game, dan cara melindungi data pribadi dengan benar. “Semua ini kini menjadi pengetahuan yang harus dimiliki tidak hanya oleh orang dewasa, tetapi juga bagi pengguna termuda,” ujarnya.

Dari kajian yang dilakjukan, berikut ada beberapa tren digital anak..

  1. Anak-anak akan semakin banyak menggunakan teknologi AI yang, sejauh ini, belum siap menyediakan tingkat keamanan siber dan konten yang sesuai dengan usia mereka.

Menurut penelitian PBB, sekitar 80 persen anak muda mengaku berinteraksi dengan AI beberapa kali sehari. Dengan berkembangnya AI, banyak aplikasi yang kurang dikenal bermunculan dengan fitur yang tampaknya tidak berbahaya, seperti mengunggah foto untuk menerima versi modifikasi. Namun, ketika anak-anak mengunggah gambar mereka ke aplikasi semacam itu, mereka tidak pernah tahu di database mana foto-foto mereka akan tetap ada, dan apakah foto-foto itu akan digunakan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Proteksi Holistik Rey Hadir di Samsung Gift Indonesia

Selain itu, aplikasi AI, khususnya chatbot, dapat dengan mudah menyediakan konten yang tidak sesuai usia saat diminta. Misalnya, ada banyak chatbot AI yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman “erotis”. Meskipun beberapa anak memerlukan verifikasi usia, hal ini berbahaya karena beberapa anak mungkin memilih untuk berbohong tentang usia mereka dan pencegahan terhadap kasus-kasus tersebut tidak cukup.

  1. Meningkatnya serangan aktor berbahaya terhadap gamer muda

Menurut statistik online terbaru, 91 persen anak usia 3-15 tahun bermain game di perangkat apa pun. Untuk beberapa game, obrolan suara dan teks yang tidak dimoderasi merupakan bagian besar dari pengalaman tersebut. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang mengakses internet, para penjahat siber dapat membangun kepercayaan dengan cara sama seperti yang mereka lakukan secara langsung. Pertama, penjahat siber mendapatkan kepercayaan dari pemain muda dengan memikat mereka dengan hadiah atau janji persahabatan. Begitu mendapatkan kepercayaan, mereka mendapatkan informasi pribadi para gamer muda melalui ajakan untuk mengeklik tautan phishing, dan mengunduh file berbahaya yang menyamar sebagai mod permainan untuk Minecraft atau Fortnite, atau bahkan melakukan grooming.

  1. Perkembangan industri FinTech untuk anak-anak menandai munculnya ancaman baru

Semakin banyak bank yang menyediakan produk dan layanan khusus anak-anak, termasuk kartu perbankan yang dirancang untuk mereka berusia 12 tahun. Namun, dengan diperkenalkannya kartu perbankan untuk anak-anak, mereka juga menjadi rentan terhadap pelaku ancaman yang bermotif finansial dan rentan terhadap serangan penipuan konvensional, seperti janji PlayStation 5 gratis atau aset berharga lainnya setelah memasukkan detail kartu di situs phishing. Dengan menggunakan teknik rekayasa sosial, penjahat siber dapat mengeksploitasi kepercayaan anak-anak dengan menyamar sebagai teman sebaya dan meminta pembagian rincian kartu atau transfer uang ke rekening mereka.

  1. Jumlah kasus ancaman rumah pintar dengan anak-anak berpotensi menjadi sasaran, akan meningkat
BACA JUGA:  Berkah Ramadhan Go-jek Luncurkan Program #CariPahala

Meskipun meningkatnya jumlah kasus ancaman terhadap perangkat rumah pintar, produsen tidak terburu-buru menciptakan teknologi kekebalan siber yang dapat mencegah potensi eksploitasi kerentanan. Namun, hal ini juga berarti anak-anak dapat menjadi alat bagi penjahat dunia maya dalam melakukan serangan. Misalnya, jika perangkat pintar menjadi alat pengawasan yang berfungsi penuh dan seorang anak sendirian di rumah, penjahat dunia maya dapat menghubungi mereka melalui perangkat tersebut dan meminta informasi sensitif seperti nama, alamat, dan waktu, ketika orang tuanya tidak ada di rumah — atau bahkan nomor kartu kredit orang tuanya. Dalam skenario seperti ini, selain peretasan perangkat, terdapat juga risiko kehilangan data finansial atau bahkan serangan fisik.

  1. Anak-anak akan menuntut ruang online/pribadi mereka dihormati

Seiring bertambahnya usia, anak-anak mengembangkan kesadaran diri yang lebih besar, yang mencakup pemahaman tentang ruang pribadi, privasi, dan data sensitif, baik offline maupun online. Akibatnya, ketika orang tua dengan tegas mengomunikasikan niatnya untuk menginstal aplikasi digital parenting di perangkatnya, tidak semua anak akan menerima hal tersebut dengan terbuka. Inilah sebabnya mengapa orang tua kini memerlukan keterampilan untuk mendiskusikan pengalaman online anak-anak mereka dan pentingnya mengasuh aplikasi digital untuk keamanan online sambil tetap menghormati ruang pribadi. Hal ini melibatkan penetapan batasan dan ekspektasi yang jelas serta mendiskusikan alasan penggunaan aplikasi dengan anak di situasi apa pun.

  1. Anak-anak sangat ingin mengunduh aplikasi yang tidak tersedia di negara mereka, namun justru menemukan salinan berbahaya

Dikatakan, jika suatu aplikasi tidak tersedia di wilayah Anda, para pengguna muda akan mencari alternatif, yang sering kali merupakan salinan berbahaya. Bahkan jika mereka beralih ke toko aplikasi resmi seperti Google Play, mereka tetap berisiko menjadi mangsa penjahat dunia maya. “Dari tahun 2020 hingga 2022, peneliti Kaspersky telah menemukan lebih dari 190 aplikasi yang terinfeksi Harly Trojan di Google Play, yang mendaftarkan pengguna ke layanan berbayar tanpa sepengetahuan. Perkiraan konservatif mengenai jumlah pengunduhan aplikasi-aplikasi ini adalah 4,8 juta, namun jumlah korban sebenarnya mungkin lebih tinggi lagi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Solusi Pelaporan Keuangan Sesuai Standar PSAK74/ IFRS17 Dihadirkan Eranyacloud dan SAS

Ditegaskan, pakar Kaspersky yakin bahwa melindungi anak-anak dari ancaman keamanan siber pada tahun 2024 memerlukan tindakan proaktif dari orang tua:

• Dengan tetap mendapatkan informasi tentang ancaman terkini dan secara aktif memantau aktivitas online anak-anak mereka, orang tua dapat menciptakan lingkungan online yang lebih aman bagi sang buah hati.
• Sangat penting bagi orang tua untuk berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak mereka tentang potensi risiko yang mungkin akan dihadapi saat online dan menerapkan pedoman yang ketat untuk memastikan keselamatan mereka.
• Untuk membantu orang tua memperkenalkan anak-anak mereka pada keamanan siber di tengah lanskap ancaman yang terus berkembang, para ahli Kaspersky telah mengembangkan sistem aplikasi Cybersecurity Alphabet dengan konsep-konsep utama dari industri keamanan siber. Dalam buku ini, anak akan mengenal teknologi baru, mempelajari aturan utama kebersihan dunia maya, mengetahui cara menghindari ancaman online, dan mengenali trik penipu.

“Untuk mengamankan anak Anda dari mengunduh file berbahaya apa pun selama bermain game, kami menyarankan untuk menginstal solusi keamanan tepercaya di perangkat mereka. Tentunya dengan alat yang tepat seperti aplikasi pengasuhan anak digital yang dapat secara efektif melindungi anak-anak mereka dari ancaman dunia maya di era digital,” pungkasnya. (AC)

Tags: Tren Kejahatan Siber 2024
Previous Post

HP Luncurkan Portofolio Gaming OMEN dan HyperX di Ajang CES 2024

Next Post

Samsung Tegaskan Fokusnya pada Keamanan dan Privasi di Seluruh Perangkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket OLX Lamudi Tingkatkan Daya Saing Agen Properti Nasional di Era Digital Properti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BP Batam – Koarmada I Tanjungpinang Bahas Keamanan Pelabuhan Gunakan Teknologi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto