ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset Mengungkap Pengguna AI di Indonesia Punya Hubungan Lebih Sehat dengan Pekerjaannya

Teguh Imam Suyudi
30 September 2024 | 09:00
rubrik: Research
Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

Share on FacebookShare on Twitter

HP Inc. merilis hasil riset global yang mengungkapkan bahwa di Indonesia, 44% pekerja intelektual melaporkan memiliki hubungan yang sehat dengan pekerjaan. Namun, temuan baru ini menunjukkan dua solusi potensial untuk meningkatkan hubungan pekerja dengan pekerjaannya: AI dan pengalaman kerja yang dipersonalisasi.

Riset bertajuk HP Work Relationship Index (WRI), yang memasuki tahun kedua, adalah sebuah studi komprehensif yang mengeksplorasi hubungan pekerja di dunia dengan pekerjaannya. Studi yang menyurvei 15.600 responden lintas industri di 12 negara termasuk Indonesia ini mengungkapkan bahwa dunia kerja masih belum benar-benar berjalan dengan baik.

“Kami memahami ekspektasi perusahaan dan karyawan di Indonesia telah berubah dan kami percaya bahwa teknologi pintar adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini,” kata Choon Teck Lim, Managing Director HP Indonesia, dalam keterangannya, 25/09/2024.

“Masa depan dunia kerja akan terbuka dengan menggunakan kekuatan AI untuk menciptakan solusi dan pengalaman yang mendorong pertumbuhan bisnis dan memungkinkan individu mencapai kepuasan pribadi dan profesional. Kemajuan ini sangat penting untuk mendukung visi Indonesia Emas, serta mendorong pertumbuhan dan kemajuan bangsa,” imbuhnya.

Pengalaman Kerja yang Dipersonalisasi Dapat Menghasilkan Hubungan yang Lebih Sehat Antara Pekerja dengan Pekerjaannya.

Pada tahun keduanya, penelitian ini terus menganalisis aspek-aspek hubungan pekerja dengan pekerjaannya, termasuk peran pekerjaan dalam kehidupan mereka, keterampilan, kemampuan, peralatan kerja, ruang kerja, dan ekspektasi mereka terhadap kepemimpinan. Tahun ini, WRI mengungkapkan kebutuhan universal utama para pekerja intelektual: pengalaman kerja yang dipersonalisasi.

  • 64% pekerja intelektual global dan 87% pekerja intelektual Indonesia mengatakan jika pekerjaan disesuaikan atau disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pribadi, mereka akan lebih banyak berinvestasi dalam pertumbuhan perusahaan mereka.
  • 69% pekerja intelektual global dan 87% pekerja intelektual Indonesia percaya bahwa kebutuhan kerja yang dapat dipersonalisasi akan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
  • 68% pekerja intelektual global dan 86% pekerja intelektual di Indonesia menyatakan bahwa hal ini akan mendorong mereka untuk bekerja lebih lama di perusahaan tempat mereka bekerja.
BACA JUGA:  Laporan Lamudi Menyoroti Pentingnya Edukasi Finansial untuk Tingkatkan Daya Beli Properti

Keinginan untuk melakukan personalisasi dalam pekerjaan begitu kuat sehingga 87% pekerja intelektual global dan 95% pekerja intelektual Indonesia rela mengorbankan sebagian gaji mereka demi hal tersebut. Rata-rata, pekerja bersedia memberikan hingga 14% dari gajinya, sedangkan pekerja Gen Z bersedia memberikan sebanyak 19%.

AI Membuka Peluang Baru bagi Pekerja Intelektual untuk Menikmati Pekerjaannya dan Meningkatkan Produktivitas

Penggunaan AI di kalangan pekerja intelektual global telah melonjak menjadi 66% pada tahun 2024, naik dari 38% pada tahun lalu. Sementara 87% pekerja intelektual Indonesia kini menggunakan AI di tempat kerja, peningkatan ini sangat drastis dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 53%. Pekerja yang menggunakan AI merasakan manfaatnya, termasuk hubungan yang lebih sehat dengan pekerjaan:

  • 73% pekerja global intelektual merasa bahwa AI membuat pekerjaan mereka lebih mudah, dan hampir 7 dari 10 (69%) menyesuaikan penggunaan AI mereka agar lebih produktif, hal ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat untuk menciptakan pengalaman kerja yang lebih personal. Di Indonesia, 92% pekerja mempunyai pandangan yang sama, dan 83% di antaranya menyesuaikan penggunaan AI agar lebih produktif.
  • 60% pekerja intelektual global dan 64% pekerja intelektual Indonesia menyatakan bahwa AI memainkan peran penting dalam meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja mereka.
  •  68% pekerja intelektual global dan 86% pekerja intelektual Indonesia mengatakan AI membuka peluang baru bagi mereka untuk menikmati pekerjaan.
  • 73% pekerja intelektual global dan 88% pekerja intelektual Indonesia setuju bahwa pemahaman yang lebih baik tentang AI akan mempermudah kemajuan karier mereka.

Lebih jauh lagi, pekerja intelektual global yang menggunakan AI merasa lebih bahagia sebesar +11 poin dalam hubungannya dengan pekerjaan dibandingkan rekan mereka yang tidak menggunakan AI, sementara pekerja  intelektual di Indonesia menunjukkan peningkatan sebesar +6 poin. Oleh karena itu, terdapat urgensi untuk segera memberikan AI kepada para pekerja karena pengguna non-AI telah menunjukkan peningkatan ketakutan bahwa pekerjaannya akan digantikan oleh AI, studi menunjukkan bahwa 37% pekerja intelektual global menyatakan kekhawatirannya  dengan peningkatan sebesar +5 poin dari tahun lalu. Sementara 60% pekerja intelektual di Indonesia yang tidak menggunakan AI merasa khawatir pekerjaan mereka akan digantikan oleh AI.

BACA JUGA:  Harbolnas 2022 Gaet Nilai Transaksi Rp22,7 Triliun

Pemimpin Bisnis Kurang Percaya Diri; Pemimpin Perempuan Muncul Lebih Berani

Meskipun pada skala global indeks hanya menunjukkan sedikit perubahan, negara-negara yang mengalami peningkatan dalam indeks hubungan kerja masing-masing menunjukkan sedikit peningkatan pada enam faktor pendorong utama hubungan yang sehat dengan pekerjaan – terutama faktor pendorong Kepemimpinan dan Pemenuhan Kebutuhan Kerja. Indeks tahun ini mengungkapkan bahwa kepercayaan pada kepemimpinan senior tetap menjadi faktor penting dalam hubungan kerja yang sehat, namun ada kesenjangan antara pengakuan akan pentingnya keterampilan interpersonal (misalnya, perhatian, kesadaran diri, komunikasi, pemikiran kreatif, ketahanan, empati, kecerdasan emosional) dan kepercayaan diri pemimpin untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan kerja tersebut:

  • Lebih dari 90% pemimpin global mengakui manfaat empati, namun hanya 44% yang merasa percaya diri dengan keterampilan interpersonal mereka. Di Indonesia, 99% pemimpin mengakui bahwa kemampuan untuk menunjukkan empati akan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan karyawan,namun hanya 62% pemimpin di Indonesia yang percaya diri dengan keterampilan interpersonal mereka.
  • Hanya 28% pekerja global yang secara konsisten melihat empati dari para pemimpin mereka, meskipun 78% sangat memberikan nilai dan penghargaan akan hal ini. Di Indonesia sendiri, hanya 43% pekerja secara konsisten melihat empati dari pemimpin mereka meskipun 84% dari mereka memberikan nilai dan memberikan penghargaan akan hal ini.

Namun, penelitian global tahun ini menemukan titik terang: pemimpin perempuan. Rata-rata secara global, para pemimpin bisnis perempuan  mempunyai 10 poin lebih tinggi untuk tampil lebih percaya diri dalam keterampilan hardskill mereka (teknis, komputer, presentasi, dll.), dan juga terutama mempunyai 13 poin lebih tinggi untuk tampil lebih percaya diri dalam keterampilan interpersonal dibandingkan pemimpin bisnis laki-laki. Selain itu, kepercayaan diri para pemimpin bisnis perempuan terhadap kedua keterampilan tersebut meningkat selama setahun terakhir (+10 poin untuk keterampilan interpersonal, +4 poin untuk hardskill), sementara kepercayaan diri di kalangan pemimpin bisnis laki-laki tetap stagnan pada keterampilan interpersonal dan terjadi penurunan dalam hardskill sebanyak 3 poin.

BACA JUGA:  Work Relationship Index HP 2025 Ungkap Krisis Keterikatan Kerja — Strategi OneHP Jadi Solusi Adaptasi di Era AI
Tags: Artificial IntelligenceHewlett PackardHP Work Relationship IndexKecerdasan Buatan
Previous Post

AQUA Elektronik Hadirkan Frezer Inovatif, Solusi Aman Simpan Bahan Makanan

Next Post

Biznet Sukses Bangun 22 Ribu Homepass di Surakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dan UNSRI Perkuat Riset Keamanan Siber dan Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluas Portofolio Home Appliances, Acerpure Hadirkan Lini Air Conditioner Acerpure Chill di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cloudera dan VAST Data Berkolaborasi Hadirkan Platform Data AI di Mana Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

Ahmad Churi
14 July 2026 | 23:20

ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital...

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto