Menjadi salah satu finalis ajang penghargaan TOP Digital Awards 2024, untuk keperluan penilaian Bank Jambi telah menyelesaikan sesi penjurian yang digelar secara virtual pada Senin (11/11/2024) lalu. H. Khairul Suhairi, S.E., M.M., selaku Direktur Utama Bank Jambi hadir memberikan paparan di hadapan dewan juri.
Di awal paparan, Khairul Suhairi mengungkap visi-misi perusahaan. Dikatakan bahwa Bank Jambi memiliki visi menjadi Bank yang ideal dan sehat yang berkontribusi nyata untuk perekonomian Jambi khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan berbasis digital dan berkelanjutan serta dikelola secara profesional dengan prinsip kehati-hatian.
“Nah, ini terus etrang benar-benar kami wujudkan yang terkait dengan layanan digital, Bank Jambi memang belum full digital, tapi untuk UMKM sendiri kami telah membuka semacam formulir untuk pengajuan kredit UMKM melalui digital. Artinya mereka para pelaku UMKM sudah bisa mengajukan pembiayaan atau kredit melalui instant loan. Jadi, instant loan itu sudah masuk ke dalam salah satu fitur mobile banking Bank Jambi. Jadi, memang coba kita wujudkan ke implementasi di dalam platform mobile banking,” jelasnya.
Sementara untuk mewujudkan visi di atas, Bank Jambi mencanangkan sejumlah misi, antara lain mengedepankan bisnis berbasis layanan digital yang berkontribusi nyata terhadap perekonomian Daerah serta bersinergi bersama Jambi Mantap.
“Jadi, untuk mewujudkan itu di mobile banking kami juga sudah ada beberapa layanan yang memang tujuannya, salah satunya mengarah ke digitalisasi walaupun memang kami tidak bermaksud untuk menjadi bank digital, tapi setidaknya kami sudah bisa mengarah ke layanan digital itu,” ujar Khairul.
Selanjutnya, misi yang diusung adalah Pemegang Kas Daerah dan atau melaksanakan penyimpanan uang Pemerintah Daerah.
“Alhamdulillah saat ini Bank Jambi sudah menjadi pemegang kas daerah, itu dari awal berdiri sampai hari ini, dan loyalitas pemegang saham itu luar biasa, tidak ada satu pun pemerintah daerah yang kas daerahnya berada di luar. Artinya semuanya ada di Bank Jambi, ini sangat luar biasa,” paparnya.
Hal lain yang juga dicanangkan sebagai misiperusahaan adalah Menciptakan Sumber Mendorong Perekonomian Masyarakat Provinsi Jambi melalui digitalisasi UMKM. Lalu, misi lainya adalah Sumber Daya Manusia yang Profesional, berintegritas, dan berakhlak.
“Dan ini memang kami terus mendorong sumber daya manusia untuk prefesional, berintegritas dan berakhlak. Nah, ini kami dorong dengan pelatihan yang memang kami laksanakan hampir setiap minggu di Bank Jambi baik secara online maupun secara tatap muka. Dan setiap Sabtu kita terus melakukan pelatihan secara berkesinambungan supaya nanti sumber daya manusia yang professional benar-benar bisa diciptakan,”ujarnya.
Adapun misi yang kelima adalah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pasti karena memang Bank Jambi salah satu bentuk kontribusi nyatanya dalam pemberian dividen yang didapatkan dari modal yang ditambatkan di Bank Jambi,” tutur Khairul.
Aktivitas Usaha dan Inovasi Bisnis
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri perbankan, dari sisi aktivitas usaha Bank Jambi berfokus pada transformasi digital dan peningkatan layanan berbasis teknologi, sejalan dengan perkembangan industri perbankan nasional serta kebutuhan untuk meningkatkan daya saing di era digital. Adapun fokus utama Bank Jambi adalah pengembangan layanan Digital Banking.”
“Artinya memang kami terus terang, daerah Jambi itu cukup luas, sehingga coverage layanan untuk kantor cabang maupun kantor cabang pembantu itu terbatas, (sehingga) mau tidak mau kami harus lakukan ini dengan layanan digital. Bentuk lainnya adalah kita mendorong untuk pertumbuhan agen-agen Laku Pandai. Nah, agen-agen laku pandai ini benar-benar kita dorong sehingga nanti daerah-daerah yang lokasinya remote dari kantor cabang pembantu atau kantor layanan bisa dilayani dengan baik. Nah itu mau tidak mau ini sudah menjadi keharusan, karena memang Jambi itu wilayahnya cukup luas dan tidak semuanya ter-cover dengan layanan perbankan,” jelasnya.
Dengan aktivitas usaha yang demikian, Bank Jambi memiliki strategi bisnis, yakni optimalisasi pelayanan berbasis digital, pengembangan produk dan jasa syariah, peningkatan kemampuan SDM, ekspansi jaringan dan layanan keuangan inklusif, pengelolaan risiko dan kepatuhan, peningkatan kemitraan dengan Lembaga pemerintah dan swasta serta optimalisasi teknologi dan keamanan siber.
“Nah, untuk keamanan siber sendiri kita juga sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa melakukan (upaya) terkait dengan keamanan siber,” ungkap Khairul.
Masih berkaitan dengan keamanan siber, sesuai sesuai dengan POJK 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum pada pasal 26 mewajibkan Bank untuk memiliki Unit/Fungsi yang menangani ketahanan dan keamanan Siber yang bersifat independent terhadap fungsi pengelolaan TI. Hal ini juga dikatakan sudah dilakukan Bank Jambi.
Selain itu, Bank Jambi juga telah memiliki Unit Ketahanan dan Keamanan Siber, serta memiliki Unit Anti Fraud dan Aplikasi Fraud Detection System (FDS) guna memantau dan meminimalisir terjadinya fraud di transaksi Channel Bank Jambi.
“Nah, FDS ini yang sudah benar kita kembangkan sendiri walaupun dengan vendor, dan ini sudah efektif kita gunakan, dan ini sudah berbasis AI dan sudah bisa mendeteksi transaksi mana sih yang masuk ke dalam transaksi yang mencurigakan,” kata Khairul seraya menegaskan bahwa Bank Jambi juga sudah melakukan penerapan ISO 27001 sebagai standar keamanan informasi.
Tidak ketinggalan, pada sesi penjurian ini, Khairul juga mengungkap sejumlah inovasi bisnis yang telah dikembangakan Bank Jambi. Sebut saja Mobile Banking Bank Jambi. Aplikasi yang sudah diimplementasikan sejak tahun 2017 ini merupakan layanan perbankan yang dapat di akses melalui device mobile. Fitur unggulan yang ditawarkan mencakup QRIS, Instant Loan, Top Up , Biller Lokal, Virtual Account, serta Pembayaran Pajak Daerah. Manfaat atau dampak untuk perusahaan, yakni meningkatkan DPK dan status Bank Jambi di mata nasabah.
“Karena memang harapannya dengan layanan digital ini, DPK kita terus meningkat. Paling tidak walaupun tidak meningkat kita bisa meresistensi dana keluar. Artinya dengan mobile banking yang cukup baik saat ini ASN yang tadinya gajian di tanggal 1 biasanya langsung transfer ke bank lain yang menggunakan mobile banking, nah saat ini perilakunya sudah berubah. Artinya, ketika ASN itu gajian itu memang benar-benar duitnya masih stay di situ, dan mereka menggunakan sesuai dengan kebutuhan. Kalau dulu begitu dapat gaji langsung ditransfer secara gelondongan ke bank lain yang mempunyai fasilitas mobile banking,” jelasnya.
Sementara manfaat atau dampak untuk eksternal dari aplikasi ini adalah menambah layanan untuk nasabah, memudahkan nasabah dalam bertransaksi.
Tidak hanya itu, Bank Jambi juga memiliki inovasi lainnya, seperti BI-Fast (sistem pembayaran yang dikembangkan oleh Bank Indonesia yang bertujuan untuk mempercepat dan menyederhanakan proses transfer uang antar bank); CMS Bank Jambi (aplikasi yang dibangun oleh Bank untuk membantu nasabah (pemda/perusahaan/instansi) dalam pengelolaan keuangan secara transparan, efektif dan efisien); Smart Branch System (Layanan Mandiri Untuk Nasabah Melakukan Setor dan Tarik Tunai, Transfer antar Bank).














