ItWorks- Gojek, unit bisnis on-demand service dari Grup GoTo, menegaskan komitmen keselamatan dan keamanan melalui program #AmanBersamaGojek untuk melindungi mitra driver dan pengguna dengan menekankan pada tiga pilar, yakni Edukasi, Teknologi, dan Proteksi.
Proses edukasi terus dilakukan secara berkelanjutan bagi para mitra (driver). Pilar edukasi, Gojek menanamkan budaya aman yang berkelanjutan melalui ragam topik pelatihan, termasuk keamanan berkendara (safety riding), anti-kekerasan seksual, perawatan kendaraan, hingga pelayanan prima bagi pelanggan. Dalam kaitan ini, Gojek juga memperkuat inisiatif berkolaborasi dengan lebih banyak pihak.
Demikian juga dari sisi teknologi pada aplikasi juga terus ditingkatkan dengan inovasi baru untuk mendukung terciptakan ekosistem yang makin memberikan tingkat keselamatan dan keamanan tinggi. Fitur keamanan mencakup verifikasi muka dan identitas driver, penyamaran nomor telepon, fitur bagikan perjalanan, dan tombol darurat.
Sedangkan proteksi dilakukan melalui program asuransi untuk perlindungan mitra driver maupun penumpang. Pilar Proteksi, Gojek memberikan perlindungan yang komprehensif atas risiko keamanan yang mungkin terjadi. Mulai dari penyediaan asuransi untuk seluruh perjalanan, penegakan SOP keamanan yang tegas, serta keberadaan Tim Unit Darurat Gojek yang bersiaga 24/7.
Rangkaian inisiatif yang telah berjalan sejak tahun 2015, yakni pilar Edukasi, Teknologi dan Proteksi ini, kian melengkapi satu sama lain dalam melindungi jutaan kilometer perjalanan aman di ekosistem Gojek. Hasilnya, selama tahun 2024, laporan kecelakaan/insiden yang menyebabkan cedera hanya ada di kisaran 1% dari total laporan yang ada.
“Bagi Gojek, keamanan pelanggan maupun mitra driver adalah prioritas utama. Kami secara konsisten terus berkomitmen menghadirkan rasa aman dan memperkuat langkah #AmanBersamaGojek untuk memastikan risiko keamanan berada di titik minimal,” ujar Head of Region Gojek, Gede Manggala dalam acara temu mitra dan pers bertajuk #AmanBersamaGojek”, (13/12/2024), di Jakarta.
Langkah #AmanBersamaGojek turut dorong penciptaan Ruang Aman Bebas Kekerasan Seksual. Sejak 2019, selama 6 tahun berturut-turut, rangkaian pelatihan anti-kekerasan seksual telah dilaksanakan secara tatap muka di belasan kota operasional atau pun secara daring menyasar para Mitra Driver Gojek. Pelatihan juga diberikan kepada anggota Tim Unit Darurat Gojek yang bertugas 24/7 merespon keadaan darurat. Pelatihan mencakup identifikasi, langkah bantuan, hingga proses pelaporan serta pengetahuan terkait Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Nomor 12 Tahun 2022 (UU TPKS) sebagai payung hukum yang mengatur sanksi dan penanganan kasus kekerasan seksual.
Turut hadir dalam sesi edukasi ini, di antaranya Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan Kementerian PPPA Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E., Program Director DEMAND (Di Jalan Aman Tanpa Pelecehan Seksual), Anindya Restuviani, dan Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi.
Mereka menyatakan dukungannya atas komitmen Gojek ini. Hari ini, kolaborasi juga dipererat dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Gojek dengan CariLayanan.com, untuk memperkuat mekanisme pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual di dalam ekosistem Gojek, serta memberikan kumpulan informasi layanan terpadu kepada masyarakat luas terkait layanan pendampingan bagi korban kekerasan seksual. (AC)














