ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kebiasaan Daring Gen Z Jadi Vektor Serangan

Ahmad Churi
13 June 2025 | 11:40
rubrik: Research
Solusi Kaspersky Enterprise Tumbuh Dua Kali Lipat
Share on FacebookShare on Twitter

Kaspersky menyoroti seiring kemajuan teknologi digital, termasuk tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), para penjahat siber juga terus meningkatkan strategi dan taktik serangan, termasuk di antaranya mengeksploitasi kebiasan dan perilaku digital Gen Z: dari FOMO Hingga Fast Fashion.

Lahir dan dibesarkan di dunia teknologi yang berkembang pesat, Gen Z merupakan generasi yang paling paham internet, dikenal karena kefasihan digital dan pengaruhnya dalam menentukan tren. Sejak usia dini, mereka telah membentuk dan mendefinisikan ulang lanskap digital, meninggalkan jejak daring jauh sebelum mereka memahami risiko sepenuhnya. Namun, saat mereka menjelajahi dunia hiperkonektivitas, media sosial, dan belanja daring, ancaman siber pun berkembang dengan cepat.

Guna mengeksplorasi tantangan tersebut, Kaspersky telah meluncurkan “Case 404” — sebuah gim keamanan siber interaktif, tempat pemain berperan sebagai detektif AI yang menyelidiki kejahatan digital. Dirancang khusus untuk Gen Z, gim ini membantu pemain mengenali bagaimana kebiasaan daring mereka sehari-hari — mulai dari berbelanja hingga berbagi berlebihan (oversharing) yang dapat menjadi titik masuk bagi ancaman siber.

Dengan peluncuran gim barunya, Kaspersky menyoroti bagaimana penjahat siber mengubah kebiasaan daring Gen Z menjadi vektor serangan — dan menawarkan kiat praktis untuk mengubah kewaspadaan menjadi ketahanan digital. Kaspersky menyoroti tren yang jadi vektor serangan:

  1. Berbagi Berlebihan dan meningkatnya jejak digital

Bagi Gen Z, berbagi momen kehidupan secara daring adalah hal yang lumrah. Platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat dipenuhi dengan swafoto yang diberi tag geografis, pembaruan harian, dan kisah pribadi. Namun, berbagi secara terus-menerus ini menciptakan jejak digital yang luas yang dapat dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk pencurian identitas atau serangan rekayasa sosial.

Berbagi berlebihan dapat secara tidak sengaja mengungkapkan detail sensitif, mulai dari alamat rumah di latar belakang foto hingga rutinitas yang membuat pengguna dapat diprediksi. Bahkan konten yang tampaknya tidak berbahaya, seperti foto pasangan atau hewan peliharaan mereka, dapat memberikan petunjuk untuk pertanyaan pemulihan kata sandi.

  1. Perasaan Takut Untuk Tertinggal (Fear of Missing Out /FOMO)
    Takut Ketinggalan (FOMO) mengacu pada kecemasan atau kegelisahan yang muncul karena takut tertinggal atau tidak menjadi bagian dari pembaruan jika mereka tidak mengikuti apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO merupakan pendorong yang kuat bagi Gen Z, yang dipicu oleh pembaruan media sosial tentang peluncuran produk, konser, dan acara.
    Melihat teman sebaya menghadiri acara, memiliki produk baru, atau mencapai tonggak sejarah dapat menimbulkan perasaan tidak mampu atau dikucilkan. Baik itu peluncuran iPhone baru, Tur Eras Taylor Swift, atau acara olahraga besar, FOMO dapat mendorong pengguna untuk mengeklik tautan yang tidak terverifikasi yang menjanjikan akses awal atau penawaran eksklusif.
BACA JUGA:  Gen Z Dan UMKM Digital Jadi Motor Ekonomi Baru Indonesia

Penjahat siber memanfaatkan urgensi ini dengan membuat skema phishing clickbait, yang mengarahkan pengguna ke situs berbahaya yang mencuri kredensial login atau mendistribusikan malware. Tiket acara palsu, penipuan pre-order, dan bocornya informasi orang dalam hanyalah segelintir taktik yang digunakan untuk memanipulasi ketakutan ini.

  1. Nostalgia Mode Y2K dan Budaya Awal 2000-an

Bagi Gen Z, yang lahir sekitar atau setelah era ini, mode Y2K merupakan perpaduan antara nostalgia akan masa pra-digital yang lebih sederhana dan keinginan untuk menciptakan kembali gaya tersebut dengan sentuhan modern. Platform seperti TikTok dan Instagram telah memperkuat kebangkitan Y2K, dengan para influencer yang menciptakan kembali tampilan vintage dan berbagi barang-barang bekas. Tagar seperti #Y2Kfashion dan #Y2Kaesthetic telah ditonton miliaran kali.

Ketertarikan Gen Z terhadap budaya awal 2000-an, mulai dari estetika Y2K hingga permainan anak-anak, telah menghidupkan kembali minat terhadap judul-judul retro seperti The Sims 2, Barbie Fashion Designer, dan Bratz Rock Angelz. Meskipun permainan-permainan ini membangkitkan nostalgia, pencarian unduhan tidak resmi sering kali mengarahkan pengguna ke situs-situs yang dipenuhi malware. Penjahat siber menargetkan minat khusus ini dengan menanamkan perangkat lunak berbahaya ke dalam berkas-berkas permainan palsu. Apa yang tampak seperti perjalanan menyusuri kenangan dapat mengakibatkan perangkat disusupi atau data dicuri.

  1. Fast Fashion

Generasi Z menyukai pakaian yang ekspresif, ingin tampil menonjol daripada sekadar mengikuti tren, dan memiliki gaya yang selalu berubah — apa yang populer sebulan lalu mungkin sudah ketinggalan zaman. Kebiasaan mereka dalam mengikuti tren didukung oleh peritel fast fashion yang menyediakan cara mudah untuk mengubahnya. Misalnya, raksasa fast fashion China Shein, yang disukai oleh Gen Z, menambahkan 6.000 produk baru ke situs webnya setiap hari.

BACA JUGA:  Discovermarket Masuk Pasar Asuransi Indonesia Incar Gen Z

Bagi Gen Z, fast fashion lebih dari sekadar preferensi berbelanja — ini adalah gaya hidup. Merek seperti Shein, ASOS, dan Fashion Nova memberikan keterjangkauan dan kepuasan instan, menjadikannya barang pokok bagi generasi ini. Namun, daya tarik merek-merek ini hadir dengan sisi gelap. Situs web belanja palsu, kode promo palsu, dan iklan phishing memanfaatkan popularitasnya, dengan membuat tiruan meyakinkan untuk memikat pengguna agar memasukkan detail sensitif mereka. Semakin tinggi keterlibatan dalam belanja daring, semakin tinggi risiko menghadapi situs web palsu dan penipuan phishing yang membahayakan informasi pribadi dan keuangan.

5. iDisorder

Generasi Z menghadapi fenomena yang disebut iDisorder, yaitu kondisi di mana kemampuan otak untuk memproses informasi berubah karena terlalu sering terpapar teknologi. Obsesi terhadap teknologi ini dapat mengakibatkan gangguan psikologis, fisik, dan sosial, termasuk depresi dan kecemasan. Hal ini dibuktikan oleh penelitian publik: satu dari tiga orang berusia 18 hingga 24 tahun kini melaporkan gejala yang menunjukkan bahwa mereka telah mengalami masalah kesehatan mental tersebut.

Itulah sebabnya mereka beralih secara ekstensif ke perangkat digital seperti platform teleterapi dan pelacak kesehatan mental untuk meredakan stres. Namun, platform ini menyimpan informasi pribadi yang sangat sensitif, termasuk kondisi emosional, catatan terapi, dan rutinitas pengguna. Jika terjadi pelanggaran, data ini dapat dimanfaatkan untuk pemerasan atau phishing.“Tren mungkin berubah dengan cepat, tetapi ancaman siber yang mendasarinya tetap konstan. Baik itu memanfaatkan kecintaan Gen Z terhadap belanja daring, memanfaatkan urgensi yang diciptakan oleh FOMO, atau menargetkan meningkatnya penggunaan aplikasi kesehatan mental, penyerang dengan cepat mengubah perilaku populer menjadi peluang untuk melakukan phishing, penipuan, dan pelanggaran data,” komentar Anna Larkina, pakar privasi di Kaspersky dilansir dalam rilis pers, baru-baru ini yang diterima redaksi di Jakarta.

BACA JUGA:  Survei: Picu Lonjakan Volume Data, AI Dorong Tingginya Permintaan Penyimpanan Berbasis Cloud

Ia menyarankan untulk mengambil kendali: verifikasi tautan dan situs web sebelum terlibat. Juga menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, dan aktifkan autentikasi dua faktor untuk lapisan keamanan ekstra. “Berhati-hatilah dengan apa yang Anda bagikan secara daring — dan yang terpenting, ingatlah bahwa tetap terinformasi adalah pertahanan terbaik Anda. Keamanan siber bukan hanya tentang menanggapi ancaman; tetapi tentang memberdayakan diri Anda untuk menjelajahi dunia digital secara percaya diri dan aman,”tambahnya.

Untuk tetap aman di dunia digital, ia menyarankan Gen Z melakukan hal berikut:
● Mencoba permainan daring interaktif, “Case 404” oleh Kaspersky, yang dirancang untuk Generasi Z guna mempelajari cara agar tetap aman di dunia maya yang semakin rentan.
● Berpikirlah sebelum memposting: jangan bagikan foto yang memperlihatkan rumah, rutinitas, atau detail pribadi Anda yang dapat digunakan dalam pemulihan kata sandi.
● Jangan tergiur dengan tawaran mendesak. Verifikasi diskon, prapemesanan, atau tautan tiket hanya melalui situs web resmi.
● Selalu periksa URL situs web dengan saksama sebelum memasukkan info pribadi. Penipu sering kali meniru nama merek atau menggunakan domain palsu.
● Gunakan metode pembayaran tepercaya saat berbelanja daring dan hindari penawaran yang terlihat “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”.
● Aplikasi kesehatan mental menyimpan data sensitif — pilih layanan dengan kebijakan privasi yang kuat dan jangan terlalu banyak membagikan informasi pribadi.
● Berhati-hatilah dengan ekstensi file. Video atau permainan tidak boleh berformat .exe atau .msi — itu tanda bahaya.
● Gunakan solusi keamanan yang andal, untuk mendeteksi lampiran berbahaya yang dapat membahayakan data Anda.
● Pastikan penjelajahan dan pengiriman pesan aman dengan solusi keamana siber yang dapat melindungi alamat IP Anda dan mencegah kebocoran data.

Tags: Gen Z
Previous Post

API Bikin Proses Pengadaan Melalui PaDi UMKM Kian Optimal

Next Post

Garmin Luncurkan Duo Smartwatch dan HRM Terbaru, Intip Fitur dan Harganya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Hot 30, Segera Rilis di Indonesia dengan Harga Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TWS realme Buds T500 Pro Suguhkan Desain Unik dan Performa Premium

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SE LKPP Terkait Konsolidasi Pengadaan Laptop Produk Dalam Negeri, Telah Terbit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Terus Cermati Perkembangan Kasus Fintech Koinworks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto