ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Fortinet: Risiko Keamanan Siber Operational Technology Kini Jadi Perhatian Tingkat Dewan Eksekutif

Fauzi
11 July 2025 | 14:05
rubrik: Business Solution
Fortinet Rilis Firewall Seri G Terbaru, Suguhkan Keamanan Tak Tertandingi dan Kinerja Jaringan Efisien
Share on FacebookShare on Twitter

Fortinet mengumumkan temuan dari Global 2025 State of Operational Technology and Cybersecurity Report. Laporan tersebut memperlihatkan kondisi terkini keamanan siber pada teknologi operasional (OT: Operational Technology) dan menyoroti peluang peningkatan berkelanjutan bagi organisasi untuk mengamankan lanskap ancaman TI/OT yang terus berkembang.

Selain tren dan wawasan yang memengaruhi organisasi OT, laporan ini juga menawarkan praktik terbaik untuk membantu tim keamanan TI dan OT dalam melindungi sistem siber-fisik mereka dengan lebih baik.

“Edisi ketujuh Fortinet State of Operational Technology and Cybersecurity Report menunjukkan bahwa organisasi kini semakin serius menangani keamanan OT. Kami melihat tren ini tercermin dari peningkatan signifikan terkait penugasan tanggung jawab risiko OT kepada jajaran eksekutif, disertai dengan semakin banyak organisasi yang melaporkan peningkatan tingkat kematangan keamanan OT mereka,” ujar Nirav Shah, Senior Vice President, Products and Solutions di Fortinet.

“Sejalan dengan tren ini, kami juga melihat penurunan dampak intrusi pada organisasi yang memprioritaskan keamanan OT. Semua pihak, mulai dari jajaran eksekutif hingga seluruh tim, harus berkomitmen melindungi sistem OT yang sensitif dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasi kritis mereka,” sambungnya.

Temuan utama dari survei global ini meliputi tanggung jawab atas keamanan OT terus naik ke tingkat pimpinan eksekutif: Terjadi peningkatan signifikan dalam tren global perusahaan yang berencana mengintegrasikan keamanan siber di bawah CISO atau eksekutif lainnya. Seiring tanggung jawab yang kini berpindah ke jajaran pimpinan, keamanan OT kini diangkat menjadi isu strategis di level dewan direksi.

Pemimpin internal utama yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan keamanan siber OT sekarang semakin didominasi oleh CISO/CSO (Chief Information Security Officer/Chief Security Officer). Saat ini, lebih dari separuh (52%) organisasi melaporkan bahwa CISO/CSO bertanggung jawab atas OT, yang naik dari 16% pada 2022. Untuk seluruh peran di jajaran dewan eksekutif, angka ini melonjak menjadi 95%. Selain itu, jumlah organisasi yang berencana memindahkan keamanan siber OT di bawah CISO dalam 12 bulan ke depan meningkat dari 60% menjadi 80% pada 2025.

BACA JUGA:  Lewat ITSEC Cyber & AI Academy, ITSEC Asia dan PT INTI Perkuat Keamanan Siber dan Pengembangan Talenta AI

Kematangan keamanan siber OT memengaruhi dampak intrusi:Tingkat kematangan keamanan OT yang dilaporkan sendiri menunjukkan kemajuan yang signifikan tahun ini. Pada Level 1 dasar, sebesar 26% organisasi melaporkan telah membangun visibilitas dan menerapkan segmentasi, naik dari 20% pada tahun sebelumnya. Jumlah organisasi terbesar menyatakan tingkat kematangan keamanan mereka berada pada fase Level 2, yaitu tahap akses dan profil.

Laporan ini juga menemukan adanya korelasi antara tingkat kematangan dan serangan. Organisasi yang melaporkan tingkat kematangan lebih tinggi (Level 0-4) mengalami lebih sedikit serangan atau mampu menangani taktik dengan tingkat kecanggihan rendah, seperti phishing. Perlu dicatat bahwa beberapa taktik seperti advanced persistent threats (APT) dan malware OT sulit dideteksi, dan organisasi dengan tingkat kematangan rendah mungkin belum memiliki solusi keamanan yang memadai untuk mengidentifikasi keberadaan ancaman tersebut. Secara keseluruhan, meskipun hampir setengah organisasi mengalami dampak, dampak intrusi terhadap organisasi terus menurun, dengan penurunan signifikan pada gangguan operasional yang berdampak pada pendapatan, dari 52% menjadi 42%.

Penerapan praktik terbaik keamanan siber memberikan dampak positif: Selain tingkat kematangan yang memengaruhi dampak intrusi, penerapan praktik terbaik seperti kebersihan siber dasar, pelatihan, dan peningkatan kesadaran juga terbukti memberikan dampak nyata, termasuk penurunan signifikan pada insiden business email compromise. Praktik terbaik lainnya mencakup integrasi intelijen ancaman, yang melonjak (49%) sejak 2024.

Selain itu, laporan ini mencatat penurunan signifikan jumlah vendor perangkat OT, yang menjadi indikator kematangan dan efisiensi operasional. Semakin banyak organisasi, sebesar 78%, kini hanya menggunakan satu hingga empat vendor OT, yang menunjukkan bahwa banyak di antaranya melakukan konsolidasi vendor sebagai bagian dari praktik terbaik. Konsolidasi vendor keamanan siber juga menjadi tanda kematangan dan sejalan dengan pengalaman pelanggan Fortinet melalui Fortinet OT Security Platform. Jaringan dan keamanan terpadu di lokasi OT jarak jauh meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko siber, sehingga menghasilkan penurunan sebesar 93% insiden siber dibandingkan dengan jaringan flat. Solusi Fortinet yang sederhana juga menghasilkan peningkatan kinerja hingga 7 kali lipat melalui pengurangan proses triase dan pengaturan.

BACA JUGA:  Dorong Transformasi Digital di Indonesia, Newland AIDC Luncurkan Pemindai Barcode Berteknologi AI

Praktik Terbaik
Laporan Global 2025 State of Operational Technology and Cybersecurity dari Fortinet memberikan wawasan praktis bagi organisasi untuk memperkuat postur keamanan mereka. Organisasi dapat mengatasi tantangan keamanan OT dengan menerapkan praktik terbaik, yaitu membangun visibilitas dan kontrol kompensasi untuk aset OT: Organisasi perlu memiliki kemampuan untuk melihat dan memahami seluruh perangkat yang terhubung di jaringan OT mereka. Setelah visibilitas terbangun, organisasi harus melindungi perangkat-perangkat kritis maupun yang rentan, yang memerlukan kontrol kompensasi khusus yang dirancang untuk perangkat OT yang sensitif. Kapabilitas seperti kebijakan jaringan yang peka terhadap protokol, analisis interaksi antar sistem, dan pemantauan endpoint dapat mendeteksi serta mencegah kompromi terhadap aset yang rentan.

Menerapkan Segmentasi: Mengurangi intrusi memerlukan lingkungan OT yang diperkuat dengan kontrol kebijakan jaringan yang ketat di setiap titik akses. Arsitektur OT yang defensif dimulai dengan pembuatan zona atau segmen jaringan. Standar seperti ISA/IEC 62443 secara khusus merekomendasikan segmentasi untuk menerapkan kontrol antara jaringan OT dan TI serta antar sistem OT. Tim juga perlu mengevaluasi kompleksitas pengelolaan solusi secara keseluruhan dan mempertimbangkan manfaat pendekatan terintegrasi atau berbasis platform dengan kapabilitas manajemen terpusat.

Mengintegrasikan OT ke dalam operasi keamanan (SecOps: Security Operasionals) dan perencanaan respons insiden: Organisasi perlu membangun kematangan menuju SecOps TI-OT. Untuk mencapainya, OT harus menjadi perhatian khusus dalam rencana SecOps dan respons insiden, terutama karena adanya perbedaan karakteristik antara lingkungan OT dan TI—mulai dari jenis perangkat yang unik hingga konsekuensi yang lebih luas jika terjadi pelanggaran OT yang berdampak pada operasi kritis. Salah satu langkah penting ke arah ini adalah memiliki playbook yang mencakup lingkungan OT organisasi. Persiapan lanjutan seperti ini akan mendorong kolaborasi yang lebih baik antara tim TI, OT, dan produksi untuk menilai risiko siber dan produksi secara memadai. Hal ini juga dapat memastikan CISO memiliki tingkat kesadaran, prioritas, anggaran, dan alokasi personel yang tepat.

BACA JUGA:  Majalah I-Tech Edisi Perdana

Mempertimbangkan pendekatan platform untuk keseluruhan arsitektur keamanan: Untuk menghadapi ancaman OT yang terus berkembang cepat dan permukaan serangan yang semakin luas, banyak organisasi telah menyusun beragam solusi keamanan dari berbagai penyedia. Hal ini seringkali menghasilkan arsitektur keamanan yang terlalu kompleks, sehingga membatasi visibilitas dan membebani sumber daya tim keamanan yang terbatas.

Pendekatan keamanan berbasis platform dapat membantu organisasi mengonsolidasikan vendor dan menyederhanakan arsitektur mereka. Platform keamanan yang tangguh dengan kapabilitas khusus untuk jaringan TI dan lingkungan OT dapat menghadirkan integrasi solusi guna meningkatkan efektivitas keamanan sekaligus memungkinkan pengelolaan terpusat untuk efisiensi yang lebih baik. Integrasi ini juga dapat menjadi fondasi bagi respons otomatis terhadap ancaman.

Mengadopsi intelijen ancaman dan layanan keamanan khusu OT: Keamanan OT bergantung pada kesadaran yang tepat waktu dan wawasan analitis yang akurat terkait risiko yang akan datang. Arsitektur keamanan berbasis platform juga sebaiknya menerapkan intelijen ancaman bertenaga AI untuk perlindungan mendekati waktu nyata terhadap ancaman terbaru, varian serangan, dan kerentanan yang muncul. Organisasi harus memastikan bahwa sumber intelijen ancaman dan konten mereka mencakup informasi khusus OT yang kuat dalam feed dan layanan mereka.

Tags: AIFortinetGenerative AI
Previous Post

Samsung Galaxy Z Fold7 Resmi Diperkenalkan

Next Post

Dorong Ekspor Dan Logistik Digital, Bea Cukai Tanjung Emas Sosialisasi SSm dan DO Online

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Xiaomi Redmi S2 Usung Snapdragon 625 dengan Banderol Rp2 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadir di Indonesia, realme 15T 5G Usung Baterai 7000mAh, Desain Stylish dan Looks Great

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Realme Rilis Rangkaian Produk AIoT Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Diperkenalkan, Ini yang Ditawarkan Lenovo Qira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto