ItWorks.id- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mewakili pemerintah mendukung kerjasama UOB bersama platform edtech Ruangguru yang meluncurkan program pembelajaran digital bagi 90.000 pelajar di seluruh Indonesia selama lima tahun ke depan. “Program UOB My Digital Space in Collaboration with Ruanguru”, ini merupakan bagian dari inisiatif regional UOB My Digital Space, yang bertujuan mempersempit kesenjangan digital serta menghadirkan akses pembelajaran berkualitas bagi generasi muda.
Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan oleh CEO Ruangguru Belva Devara dan Director UOB Indonesia Hendra Gunawan. Acara MoU ini disaksikan langsung oleh Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. yang berlangsung (20/08/2025), di Jakarta.
Peluncuran ini juga mendapatkan sambutan antusias dengan lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari siswa yang telah masuk seleksi UOB My Digital Space in collaboration with Ruangguru, pihak sekolah, mitra, dan perwakilan dinas provinsi.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah selaku pemerintah menyampaikan terima kasih kepada UOB dan Ruang Guru atas kerja sama yang sangat bermakna dalam mendukung keberhasilan pendidikan nasional ini. Kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah membangun generasi Indonesia yang kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini dan yang datang,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti dalam sambutannya pada acara MoU ini.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa pemerintah dalam hal kini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tengah berupaya keras meningkatkan kemampuan digital bagi kalangan siswa, dari dasar hingga menengah. Di antaranya dengan mengimplementasikan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai mata pelajaran pilihan yang dimulai dari jenjang kelas 5 SD, SMP, hingga SMA mulai pada semester ini. “Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul di era digital.” ujarnya.
Mendikdasmen menegaskan bahwa keterampilan digital, termasuk Koding dan Kecerdasan Artifisial, merupakan salah satu dari 10 keahlian utama yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha pada tahun 2030, sebagaimana diproyeksikan oleh World Economic Forum (WEF). Selain itu, pembelajaran Koding juga melatih kemampuan berpikir analitis, problem solving, kreativitas, serta berpikir kritis yang menjadi bagian penting dari kompetensi masa depan.“Koding bukan hanya soal teknologi, melainkan juga tentang kemampuan logis, analitis, kritis, dan kreatif yang sangat esensial bagi keberlanjutan masa depan kita,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama lintas sektor ini dapat berjalan dengan baik serta menjadi bagian dari upaya kolektif mencerdaskan kehidupan bangsa. “Mari bersama-sama membangun generasi manusia Indonesia yang hebat dan kuat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama UOB Indonesia, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa peluncuran UOB My Digital Space bersama Ruang Guru merupakan wujud nyata komitmen UOB dalam memperkuat literasi digital di Indonesia.“Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia, skor literasi digital pada tahun 2024 masih berada di angka 43,34 persen. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital secara berkelanjutan. Kami percaya pendidikan dan teknologi adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan digital dan mendorong aktivitas ekonomi,” ujar Hendra.
Dijelaskan bahwa selama lima tahun ke depan, program ini ditargetkan menjangkau 90 ribu siswa di seluruh Indonesia, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Selain itu, peserta juga akan dibekali dengan perangkat dan kurikulum yang mendorong kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran coding dan computational thinking.
Hendra juga menegaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita poin keempat, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing bangsa di pasar global. “Kami percaya keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat. Karena itu, kami berharap kemitraan UOB dengan Ruang Guru dapat menjadi katalis perubahan, memberikan kesempatan belajar yang lebih merata, serta membekali generasi muda dengan keterampilan untuk sukses di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Ruang Guru, Belva Devara, menyampaikan bahwa Ruang Guru sangat bangga dapat menjadi mitra dalam program ini. “UOB My Digital Space akan hadir di 38 provinsi, mencakup 250 hingga 500 sekolah per tahun di lebih dari 60 kota dan kabupaten. Ada tiga pilar utama dalam program ini: programming, computational thinking, dan digital literacy. Untuk SD, fokusnya membuat animasi dan game interaktif sederhana; SMP diarahkan pada pengembangan aplikasi mobile; sedangkan SMA akan belajar Python Programming dengan tingkat kesulitan lebih tinggi,” ungkap Belva.
Dengan target menjangkau 90 ribu siswa di 38 provinsi dalam lima tahun, program tersebut diharapkan mampu menjembatani kesenjangan digital, memperkuat kualitas pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.














