Pesatnya perkembangan teknologi digital, dibayangi ancaman terhadap keamanan siber yang kian kompleks dan dinamis. Di tengah tantangan itu, PT Xynexis International, hadir menjadi salah satu pionir perusahaan keamanan siber di Indonesia yang telah berkiprah lebih dari dua dekade.
Didirikan pada tahun 2005, Xynexis hadir di saat kesadaran akan keamanan siber masih rendah di Indonesia. “Pada saat itu berbagai tantangan terkait keamanan siber memang masih menjadi sesuatu yang belum banyak dipahami,” ujar Fetri Miftach, Director of Professional Services PT Xynexis International, pada sesi penjurian TOP Digital Awards 2025 yang digelar Majalah It Works, Kamis (23/10/2025) lalu.
“Belum banyak yang paham tentang Undang-Undang ITE, belum banyak yang paham tentang kegiatan forensik apabila terjadi insiden peretasan, sehingga banyak sekali hal-hal yang kami lakukan saat itu yang masih merupakan hal yang baru di Indonesia,” sambungnya.
Seiring waktu, perusahaan ini terus mengembangkan diri. Pada tahun 2010, Xynexis membentuk anak usaha NOOSC Security Global, yang fokus memberikan layanan pengelolaan keamanan operasional bagi klien yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia maupun teknologi.
“Kami memberikan peran pengawasan dan pemantauan keamanan siber bagi perusahaan tersebut, baik secara langsung di lokasi kerja perusahaan maupun secara jarak jauh dari kantor kami,” jelas Fetri.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2019, Xynexis kembali memperluas bidang usahanya dengan mendirikan PT Pijar Edukasi Teknologi atau dikenal dengan brand IGNITE, yang berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang keamanan siber.
“Kami melihat kebutuhan mendesak di sisi klien-klien kami, yaitu keterbatasan sumber daya manusia yang memahami keamanan siber. Karena itu kami membentuk IGNITE untuk memberikan layanan pengembangan kapasitas dan kompetensi di bidang ini,” ujar Fetri.
IGNITE juga bekerja sama dengan berbagai asosiasi profesi internasional dalam penyelenggaraan program pendidikan dan sertifikasi.
Dalam perjalanannya, Xynexis menegaskan visinya untuk menjadi perusahaan keamanan siber terdepan di Indonesia. “Visi kami sederhana, yaitu menjadikan perusahaan kami salah satu yang terdepan di Indonesia terkait keamanan siber,” tutur Fetri.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Xynexis kini membagi layanannya dalam dua area besar: layanan strategis dan layanan operasional. Layanan strategis mencakup perencanaan dan tata kelola keamanan siber, termasuk perancangan arsitektur keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun internasional.
“Kami membantu perusahaan menyusun peta jalan IT, arsitektur keamanan, serta menyediakan laporan evaluasi independen yang dapat disampaikan ke regulator seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” jelasnya.
Sementara itu, pada ranah operasional, Xynexis menyelenggarakan berbagai layanan seperti security operation and monitoring, testing and risk assessment, serta business continuity and resilience.
“Kami memantau aktivitas sistem perusahaan dan menindaklanjuti apabila terjadi indikasi serangan siber. Jika klien menjadi korban peretasan, kami membantu mencegah insiden meluas, menghentikannya, dan menyelesaikannya, termasuk jika kasus itu dibawa ke ranah hukum,” kata Fetri.
Bahkan, tim Xynexis kerap diminta menjadi saksi ahli di pengadilan untuk menjelaskan hasil investigasi insiden keamanan.
Selain menjadi mitra utama sektor perbankan, finansial, dan telekomunikasi, Xynexis juga memberikan layanan bagi instansi pemerintah, perusahaan FMCG, serta industri kesehatan. “Peran kami sangat dibutuhkan terutama oleh perusahaan-perusahaan yang masih berada pada tingkat kesiapan rendah dari sisi keamanan siber. Kami menjadi mitra bukan hanya saat mereka mengembangkan bisnis, tetapi juga dalam membangun kompetensi SDM IT dan keamanan siber,” ujar Fetri.
Dari sisi kualifikasi, Xynexis menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan informasi pada tahun 2001. Selain itu, perusahaan ini juga satu-satunya lembaga independen di Indonesia yang memiliki izin resmi dari Payment Card Industry (PCI) untuk memeriksa sistem pengelolaan data kartu kredit. “Sebagai qualified security assessor, saya melakukan assessment final dan membubuhkan tanda tangan pada laporan akhir pemeriksaan sistem yang memproses data kartu kredit,” ungkapnya.
Xynexis juga dikenal berkomitmen tinggi pada pengembangan kompetensi internal. Setiap anggota tim didorong untuk memperoleh sertifikasi internasional guna memperkuat keahlian dan kredibilitas layanan. “Kami melihat proses sertifikasi ini bukan hanya menambah kompetensi, tapi juga bukti keseriusan kami dalam menyelenggarakan layanan melalui tim yang memiliki kualifikasi profesional,” ujar Fetri.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum, Xynexis terus memperkuat riset dan kolaborasi internasional. Pada Mei 2025, perusahaan ini ditunjuk sebagai mitra industri oleh Nanyang Technological University (NTU) Singapura dalam penelitian terkait quantum safe migration. “Peran kami adalah menyusun skenario penerapan quantum safe migration di lingkungan Indonesia,” kata Fetri.
Selain fokus pada inovasi dan riset, Xynexis juga berupaya mengedukasi publik melalui berbagai kegiatan, salah satunya acara Out of the Box, forum yang mempertemukan para peneliti dan praktisi keamanan siber di Indonesia. “Insya Allah acara berikutnya akan kami selenggarakan setelah Lebaran tahun 2026,” ujar Fetri.
Menapaki tahun ke-21 kiprahnya, Xynexis International terus menjadi mitra strategis bagi berbagai institusi di Indonesia dan regional ASEAN.
“Dalam perjalanan kami, kami sudah melihat berbagai perkembangan di sektor industri di Indonesia. Termasuk melihat secara langsung bagaimana suatu usaha, suatu bisnis tadi berkembang pesat. Termasuk mendampingi tim yang ada di perusahaan itu sejak level manajer sampai ada beberapa staff yang waktu itu kami dampingi berhasil menjabat sebagai direktur utama dari perusahaan-perusahaan tersebut,” pungkasnya.














