ItWorks.id- Di tengah maraknya transformasi digital di sektor kesehatan, RSUD Sekayu sebagai salah satu rumah sakit daerah juga gencar mengimplementasikan digitalisasi mewujudkan konsep Smart Hospital. Melalui visi “Transformasi Digital Cerdas Menuju Layanan Kesehatan Unggul Berbasis Smart Hospital,” lembaga kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ini, terus menegaskan komitmennya untuk menjadi rumah sakit rujukan regional bertaraf internasional.
Plt. Direktur RSUD Sekayu, Dina Krisnawati Oktaviani, menjelaskan bahwa digitalisasi bukan hanya sekadar tren, tetapi kebutuhan strategis dalam peningkatan mutu layanan. “Alhamdulillah, di hari Sabtu kemarin kami mendapatkan penghargaan dari INAHEF sebagai rumah sakit terdepan dalam penerapan Smart Hospital. Kami satu-satunya rumah sakit umum daerah di antara rumah sakit pemerintah dan swasta lainnya, serta satu-satunya wakil Provinsi Sumatera Selatan,” ungkapnya dalam wawancara penjurian TOP Digital Awards 2025 secara daring, Selasa (28/10/2025).
Menurut Dina, RSUD Sekayu kini memiliki empat center of excellence, yakni layanan kardiovaskular, stroke, kanker, dan urologi. “Alhamdulillah, kami memiliki sembilan dari sepuluh layanan prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” tambahnya.
Rumah sakit yang berjarak sekitar empat jam dari Palembang ini bukan hanya menjadi kebanggaan Musi Banyuasin, tetapi juga rujukan bagi empat kabupaten tetangga, seperti PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Musi Rawas, dan sebagian wilayah Jambi.“Jadi kami tidak hanya melayani warga Kabupaten Musi Banyuasin, tapi juga melayani empat kabupaten tetangga,” ujar Dina.
Dalam menjalankan transformasi digital, RSUD Sekayu menerapkan sistem manajemen terintegrasi berbasis teknologi dan peningkatan kapasitas SDM. “Seluruh pejabat di RSUD Sekayu dipilih melalui bidding,” tegas Dina, menandakan komitmen mereka terhadap meritokrasi dan profesionalisme.
Inovasi Digital dan Kinerja Layanan
Penerapan digitalisasi di RSUD Sekayu meliputi integrasi SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) dengan berbagai aplikasi layanan publik maupun internal. Infrastruktur IT rumah sakit kini telah mendukung operasional 24 jam dengan jaringan yang merata di seluruh unit pelayanan.“Sistem informasi telah menggunakan SIMRS dan aplikasi internal yang selalu diperbarui. Tata kelola IT telah memiliki SPO dan standar layanan yang terdokumentasi serta dijalankan secara konsisten,” jelas Dina.
Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan sejak 2022 adalah aplikasi layanan digital RSUD Sekayu. “Aplikasi ini mencakup data internal seperti riwayat ambulans, permintaan barang, kontrak mitra, MCU, dan sertifikat pegawai,” tutur Dina.
Ia menambahkan, fitur unggulan dalam aplikasi tersebut antara lain donor darah, medical check up (MCU), loket keuangan, dan permintaan barang. “Manfaatnya memudahkan manajemen data internal, efisien, dan paperless,” ujarnya.
Selain itu, RSUD Sekayu juga meluncurkan sejumlah inovasi spesifik seperti Donara Siap Door (aplikasi donor darah online), sistem dokumentasi hukum JDIH, sistem pelaporan kendaraan ambulans, serta sistem pendapatan loket keuangan.“SIMRS kami telah bridging dengan BPJS, fingerprint, dan TTE BSrE (Tanda Tangan Elektronik Balai Sertifikasi Elektronik). Hasil radiologi dapat langsung dikirimkan melalui WhatsApp pasien, mempermudah dokter membaca hasil di mana saja,” ungkapnya.
Tak hanya itu, rumah sakit ini juga telah mengadopsi Clinical Decision Support System (CDSS) yang membantu dokter melalui indikator otomatis untuk diagnosis dan resep obat. Inovasi digital RSUD Sekayu berjalan beriringan dengan penguatan keamanan data dan tata kelola IT.“Akses SIMRS dibatasi sesuai jabatan. Data penting dibackup rutin dan disimpan di lokasi aman. Jaringan dilindungi firewall dan antivirus terpusat,” papar Dina.
Komitmen digitalisasi juga didukung penuh oleh manajemen. “Saya sendiri sebagai direktur sejak 2025, Kabag ADM dan Umum Bapak Nur Rizal sejak 2021, dan Kepala Unit IT Bapak Didi sejak 2025. Semua pihak berkomitmen kuat dalam pengembangan IT,” ujarnya.
Bagi Dina, transformasi ini bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan perubahan budaya kerja yang berorientasi pada efisiensi dan transparansi. “Layanan digital dan SIMRS kami memberikan efisiensi waktu, mengurangi potensi kesalahan, mempercepat keputusan, mendukung transparansi dan akuntabilitas, serta efisiensi operasional yang ramah lingkungan,” pungkasnya. (Abduh)














