ItWorks.id- Salesforce mengumumkan ketersediaan umum Slackbot versi terbaru, agen pribadi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk membantu karyawan bekerja lebih cepat, kontekstual, dan efisien langsung di dalam Slack.
Peluncuran ini merupakan bagian dari visi Agentforce 360, yang diperkenalkan di ajang Dreamforce, dengan Slack sebagai antarmuka percakapan utama tempat manusia dan agen AI berkolaborasi. Melalui pendekatan ini, Salesforce ingin menjembatani kesenjangan pemanfaatan AI di dunia kerja yang selama ini terhambat oleh alat terpisah, minim konteks, dan kurang dapat dipercaya.
Slackbot terbaru diposisikan bukan sekadar copilot, melainkan pintu masuk menuju konsep Agentic Enterprise—lingkungan kerja di mana AI enterprise bekerja berdampingan dengan manusia, berlandaskan data perusahaan, alur kerja, serta miliaran percakapan kerja yang berlangsung di Slack setiap minggu.
““Slackbot bukan sekadar copilot atau asisten AI lainnya. Ini adalah pintu masuk menuju Agentic Enterprise, didukung oleh Salesforce. Ini menghadirkan AI yang berlandaskan data perusahaan Anda, alur kerja, dan percakapan Slack, langsung ke dalam alur kerja Anda. Ini adalah langkah penting untuk mewujudkan masa depan yang selama ini kami bangun — menghadirkan Agentforce 360 dengan antarmuka percakapan yang intuitif, dan memberdayakan setiap individu dengan AI kelas enterprise,” Parker Harris, Co-Founder Salesforce & Chief Technology Officer, Slack yang dilansir dalam rilis pers (15/01/2026).
Berbeda dengan agen AI pada umumnya, Slackbot dibangun langsung di atas platform Slack dan sudah memahami konteks pengguna—mulai dari percakapan, file, kanal, hingga rekan kerja—tanpa perlu pengaturan atau pelatihan tambahan. Dengan tetap menghormati izin dan kontrol akses, Slackbot memberikan respons yang lebih akurat, relevan, dan tepercaya.
Saat ini, Slackbot membantu pengguna mencari informasi, merangkum proyek, menyusun catatan rapat, hingga mengatur jadwal dan prioritas kerja. Ke depan, Slackbot akan menjadi penghubung utama untuk berkolaborasi dengan Agentforce maupun agen AI pihak ketiga, sekaligus mengorkestrasi berbagai alur kerja di balik layar.
Integrasi dengan data Salesforce juga memungkinkan Slackbot menghadirkan wawasan berbasis konteks pelanggan, seperti menyiapkan briefing rapat, memahami kesehatan akun, dan merekomendasikan langkah strategis berikutnya—sesuatu yang sulit dicapai oleh model AI mandiri.
Sejumlah pelanggan melaporkan peningkatan produktivitas signifikan. Pengguna Slackbot mengaku dapat menghemat puluhan menit hingga beberapa jam kerja per minggu berkat berkurangnya pencarian informasi dan perpindahan antar aplikasi.
Slackbot versi baru tersedia secara bertahap mulai 13 Januari 2026 untuk pelanggan Business+ dan Enterprise+, dengan pengaturan akses dapat dikelola oleh admin organisasi hingga 10 Februari 2026. Peluncuran ini menandai langkah baru Salesforce dan Slack dalam membentuk cara kerja masa depan yang lebih sederhana, personal, dan berbasis kepercayaan.














