Avanti Fontana, Doktor Bidang Manajemen, pengajar dan periset bidang Strategi dan Manajemen Inovasi di Universitas Indonesia
APA yang perlu dilakukan organisasi agar inovasi berhasil? Apakah ada kiat khusus untuk melakukannya? Hasil riset Arnoud De Meyer dan Sam Garg yang dipublikasikan dalam buku Inspire to Innovate (2005) menguak faktor-faktor yang menghambat jalannya inovasi di Asia.
De Meyer dan Garg melakukan riset tentang manajemen inovasi di Asia dalam dua tahap. Pertama, mereka melakukan 35 studi kasus atas perusahaan-perusahaan yang berlokasi di 11 Negara Asia. Tigapuluhlima kasus tersebut berasal dari tiga perusahaan di China, dua di Hong Kong, tujuh di India, satu di Indonesia, satu di Malaysia, tiga di Filipina, lima di Singapura, lima di Korea Selatan, satu di Sri Lanka, dua di Taiwan, dan lima di Thailand.
Riset De Meyer dan Garg menunjukkan bahwa hadirnya hambatan-hambatan inovasi merupakan faktor yang membedakan implementasi manajemen inovasi di Negara barat dari implementasi manajemen inovasi di negara Timur/Selatan. Kita melihat bahwa masalah kurang atau belum berhasilnya manajemen inovasi di Asia dilatarbelakangi oleh kondisi internal manajemen dan kapabilitas perusahaan-perusahaan Asia di Asia.
Selain itu, dari hasil studi literatur dan riset empiris tentang manajemen inovasi di dunia dan hasil studi tentang manajemen inovasi di Asia, peneliti menemukan bahwa cara-cara menatakelola inovasi mengikuti prinsip-prinsip yang berlaku umum di dunia. Tercatat, ada delapan prinsip manajemen inovasi yang penting diketahui dan perlu diterapkan. (baca selengkapnya di edisi khusus)














