ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Besarnya Risiko Kehilangan Nilai Akibat Ancaman ‘AI Infrastructure Debt’, Cisco Dorong Organisasi Perkuat Infrastruktur AI

Fauzi
28 January 2026 | 15:19
rubrik: Business Solution
Besarnya Risiko Kehilangan Nilai Akibat Ancaman ‘AI Infrastructure Debt’, Cisco Dorong Organisasi Perkuat Infrastruktur AI
Share on FacebookShare on Twitter

Cisco Connect Indonesia 2026 yang diselenggarakan hari ini menghadirkan para pemimpin industri, pakar teknologi, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Nezar Patria berkumpul untuk membahas masa depan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, serta langkah-langkah strategis yang dibutuhkan untuk merealisasikan nilai dari AI.

Acara ini menjadi momentum peluncuran temuan terbaru Cisco terkait infrastruktur AI melalui AI Readiness Index 2025, yang menyoroti bahwa 40% dari organisasi di Indonesia berisiko kehilangan nilai akibat munculnya ancaman “AI Infrastructure Debt” (Utang Infrastruktur AI).

Riset terbaru dari AI Readiness Index menunjukkan tingkat kesiapan organisasi yang berbeda-beda. Hanya sebagian kecil, sekitar 13% perusahaan di tingkat global, yang dikenal sebagai AI Pacesetters, berada di garis depan. Kelompok ini mengambil keputusan infrastruktur fundamental yang menciptakan keunggulan berkelanjutan, dan 97% di antaranya telah mengimplementasikan AI pada skala dan kecepatan yang dibutuhkan untuk membuka berbagai use case serta mencapai return on investment (ROI). Sementara itu, banyak organisasi menghadapi risiko-risiko akibat “AI Infrastructure Debt”, yang bisa berpengaruh pada kemampuan mereka untuk realisasi value.

“Pilihan infrastruktur yang diambil perusahaan hari ini akan menentukan apa yang bisa mereka capai di masa depan. Para pemimpin AI merancang arsitektur secara berbeda—dan para Pacesetters membuktikannya,” ujar Cin Cin Go, Managing Director Cisco Indonesia yang baru menjabat sejak Desember lalu.

“Mereka membangun fondasi yang berorientasi pada jaringan, memprioritaskan infrastruktur daya, melakukan optimalisasi secara berkelanjutan, serta mengintegrasikan keamanan sejak awal. Melalui forum seperti Cisco Connect, kami membuka ruang bagi organisasi untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan memperoleh insight praktis tentang apa yang benar-benar dibutuhkan untuk menjadi AI-ready serta bersama-sama membentuk masa depan AI Indonesia,” sambungnya.

BACA JUGA:  Ini Empat Strategi Dorong Demokratisasi Teknologi AI

Biaya Kumulatif dari Utang Infrastruktur AI
Pacesetters melaju lebih cepat bukan semata karena berinvestasi lebih besar, tetapi karena melakukan investasi infrastruktur lebih awal, sehingga terhindar dari AI Infrastructure Debt, utang infrastruktur AI yang berpotensi menghambat inovasi serta meningkatkan risiko operasional dan keamanan bagi organisasi.

Indeks ini memperingatkan bahwa tanda-tanda awal sudah terlihat di Indonesia—banyak organisasi menerapkan agen AI lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk mengamankannya. Hanya 29% yang menilai jaringannya optimal, sementara 43% masih kekurangan infrastruktur daya, padahal hampir separuh dari mereka memperkirakan pertumbuhan beban kerja AI lebih dari 50%.

Empat Pilihan Arsitektur
Cisco mengidentifikasi empat pilihan arsitektur utama berdasarkan AI Readiness Index yang membedakan para pemimpin AI:

1.Mengantisipasi keterbatasan daya sebelum menjadi hambatan
Lebih dari separuh organisasi di Indonesia memperkirakan beban kerja AI akan meningkat lebih dari 50% dalam tiga hingga lima tahun ke depan, namun banyak di antaranya yang belum memiliki infrastruktur daya yang memadai untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Sebanyak 96% Pacesetters global telah membangun infrastruktur khusus untuk mengoptimalkan konsumsi daya, dibandingkan dengan 57% organisasi di Indonesia yang disurvei.

2.Menjadikan jaringan sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap
Saat sebagian besar organisasi masih berfokus pada komputasi, para Pacesetters justru memprioritaskan infrastruktur jaringan untuk mencegah terjadinya bottleneck. Sebanyak 81% Pacesetters menilai jaringan mereka sudah “optimal” untuk mendukung beban kerja AI, dibandingkan dengan 29% organisasi di Indonesia. Lebih banyak Pacesetters yang telah sepenuhnya mengintegrasikan AI dengan jaringan (79%), dibandingkan dengan cloud (61%). Sementara itu, organisasi di Indonesia melaporkan tingkat integrasi yang serupa namun lebih rendah, yakni 51% untuk jaringan dan 41% untuk cloud, tanpa prioritas yang jelas.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

3.Mengakui pentingnya optimalisasi berkelanjutan
Pacesetters menganggap penerapan model AI sebagai titik awal, bukan garis akhir. Sebanyak 72% Pacesetters memanfaatkan pemantauan berkelanjutan dengan retraining otomatis, dibandingkan 38% secara keseluruhan di Indonesia, sehingga mereka dapat memperbarui model hampir secara instan tanpa downtime. Keunggulan ini terus terakumulasi: organisasi yang mampu melakukan optimalisasi 3–4 kali lebih cepat mampu menjalankan lebih dari 50 siklus optimalisasi per tahun, dibandingkan 12 hingga 15 siklus.

4.Membangun keamanan yang mendukung kecepatan, bukan menghambatnya

Pacesetters membangun keamanan sebagai bagian dari infrastruktur. Sebanyak 84% Pacesetters global telah menerapkan enkripsi end-to-end dengan pemantauan berkelanjutan, dibandingkan 56% organisasi di Indonesia secara keseluruhan. Pendekatan ini menjadi semakin krusial dengan hadirnya agen AI: sebanyak 97% organisasi di Indonesia telah menerapkan agen AI otonom, namun hanya 42% yang mampu mengamankannya dengan baik. Pada Pacesetters, 96% telah menerapkan agen AI dan 75% mampu mengamankannya—masih terdapat kesenjangan, namun lebih terkendali karena keamanan dirancang sejak awal, bukan ditambahkan belakangan.

Cisco: Infrastruktur yang Krusial di Era AI
Seiring percepatan perjalanan AI oleh enterprise dan sektor publik di Indonesia, Cisco Connect Indonesia menegaskan peran Cisco sebagai penyedia infrastruktur yang krusial untuk era AI. Melalui sesi pendalaman dan demo langsung, Cisco memperlihatkan bagaimana perusahaan ini telah menyederhanakan proses implementasi AI melalui portofolio terintegrasi untuk menghadirkan pusat data yang AI-ready, lingkungan kerja yang siap menghadapi masa depan, serta ketahanan digital.

Sebagai pemimpin teknologi global, Cisco terus berinovasi dalam skala besar dan menghadirkan berbagai platform serta solusi baru ke pasar, termasuk platform komputasi edge yang AI-ready, Cisco Unified Edge, arsitektur AI tervalidasi, Secure AI Factory bersama NVIDIA, serta beragam kemampuan jaringan generasi berikutnya. Semua ini direncang untuk memastikan organisasi di Indonesia siap mengimplementasikan dan menerapkan AI, apa pun jalur yang mereka pilih.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kelincahan Bisnis dengan Solusi Nutanix dan Dell
Tags: AICiscoGenerative AI
Previous Post

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Pinjaman Daring CMB, Tegaskan Komitmen Perlindungan Masyarakat

Next Post

Perluas Layanan PoC, Hytera Luncurkan Platform Lokal di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Terapkan Smart City 4.0, Jakarta Jadi Kota Inovatif Berbasis TI

    Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJPH Terus Perkuat Akses Digital, Kejar Target Batas Waktu Wajib Halal Oktober 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisa Terhubung ke Smartphone, OMRON Rilis Jajaran Alat Ukur Tekanan Darah Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Penyerang Menyebar Spyware Berkedok Pelanggaran Dari Firma Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto