ItWorks.id– Fortinet kembali memperkuat posisinya di ranah keamanan cloud dengan menghadirkan peningkatan signifikan pada solusi FortiCNAPP (Cloud-Native Application Protection Platform). Pembaruan ini dirancang untuk membantu organisasi memprioritaskan risiko cloud secara lebih akurat melalui integrasi konteks jaringan, sensitivitas data, serta validasi ancaman di lingkungan runtime.
Peningkatan baru pada FortiCNAPP dilakukan untuk membantu organisasi memahami dan memprioritaskan risiko cloud secara lebih akurat, melampaui kemampuan banyak solusi CNAPP yang tersedia saat ini. Dengan mengorelasikan konfigurasi cloud, eksposur identitas, kerentanan, penegakan keamanan jaringan, sensitivitas data, serta perilaku runtime dalam satu alur kerja terpadu, FortiCNAPP memungkinkan tim keamanan fokus pada risiko yang paling signifikan bagi bisnis.
Langkah ini menjawab tantangan utama yang kini dihadapi tim keamanan cloud: bukan lagi kekurangan data, melainkan banjir sinyal risiko yang terfragmentasi, keterbatasan sumber daya, dan kompleksitas lingkungan hybrid serta multi-cloud.
Senior Vice President Products and Solutions Fortinet, Nirav Shah, mengatakan bahwa pendekatan baru ini membantu tim keamanan beralih dari sekadar menerima notifikasi ke tindakan yang benar-benar berdampak pada bisnis. “Dengan menyatukan penegakan keamanan jaringan, sensitivitas data, dan validasi runtime di FortiCNAPP, pelanggan dapat memprioritaskan risiko berdasarkan eksposur nyata dan dampak bisnis,” ujarnya dalam pernyataan pers yang dirilis (03/02/2026).
Atasi Fragmentasi Visibilitas Keamanan Cloud
Dalam laporan Fortinet 2026 Cloud Security Report, hampir 70% organisasi mengaku kesulitan mengamankan cloud akibat tumpukan alat keamanan yang berlebihan serta kurangnya visibilitas terpadu. FortiCNAPP hadir untuk menyederhanakan kondisi tersebut dengan mengonsolidasikan berbagai sinyal risiko ke dalam satu alur kerja terintegrasi.
Platform ini kini mencakup perlindungan menyeluruh pada lapisan postur cloud, jaringan, data, hingga runtime aplikasi.Salah satu peningkatan penting adalah integrasi postur keamanan jaringan langsung ke evaluasi risiko beban kerja cloud. FortiCNAPP dapat mendeteksi perangkat FortiGate yang melindungi jalur akses internet menuju workload cloud, lalu memasukkan perlindungan tersebut ke dalam penilaian risiko. Pendekatan ini memberikan gambaran eksposur yang lebih realistis serta mengurangi alarm palsu terhadap ancaman yang sebenarnya sudah memiliki lapisan proteksi.
Fortinet juga menyematkan Data Security Posture Management (DSPM) native ke dalam FortiCNAPP. Fitur ini memungkinkan identifikasi data sensitif, pola akses, hingga potensi malware tanpa perlu memindahkan data pelanggan.Risiko yang melibatkan data sensitif secara otomatis mendapatkan prioritas lebih tinggi. Dengan begitu, tim keamanan dapat fokus pada celah yang berpotensi menimbulkan dampak bisnis terbesar, bukan sekadar kerentanan teknis biasa.
FortiCNAPP kini juga memanfaatkan validasi runtime untuk memastikan apakah jalur kode yang rentan benar-benar dapat dieksploitasi. Hal ini membantu tim keamanan membedakan temuan teoretis dari ancaman aktif, sekaligus mempercepat proses remediasi.
Seluruh konteks—mulai dari konfigurasi cloud, eksposur identitas, kerentanan sistem, jangkauan jaringan, hingga sensitivitas data—dikorelasikan dalam satu tampilan terpadu yang dapat langsung ditindaklanjuti.
Dengan pendekatan berbasis konteks ini, FortiCNAPP membantu organisasi:
- Mengurangi kebisingan alert
- Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan
- Menyelaraskan prioritas keamanan dengan dampak bisnis nyata
Huy Ly, Head of Global IT Security & Infrastructure di Monolithic Power Systems, menyebut solusi ini memberikan visibilitas menyeluruh terhadap lingkungan cloud mereka. “FortiCNAPP bekerja seperti auditor berkelanjutan, membantu kami memahami kesehatan infrastruktur cloud dengan cepat, bahkan tanpa keahlian cloud yang sangat mendalam,” katanya.
Ia menambahkan, integrasi dengan Fortinet Security Fabric memungkinkan perlindungan yang lebih proaktif di seluruh operasional cloud perusahaan. Dengan peningkatan ini, Fortinet menegaskan strategi konvergensi antara jaringan dan keamanan, sekaligus mendorong pendekatan manajemen risiko cloud yang lebih kontekstual, terukur, dan selaras dengan kebutuhan bisnis modern.














