ItWorks.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM memberikan layanan konsultasi program dalam ajang International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 6–8 Februari 2026 di Gedung Manggala Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.
Dalam pameran tersebut, BRIN memperkenalkan dua program unggulan, yakni Pendampingan Usaha Mikro Berbasis Iptek (PUMI) dan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR). Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM BRIN, Driszal Fryantoni, mengatakan kehadiran BRIN di IFBEX merupakan bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan dunia usaha dan waralaba nasional.
“Pengenalan program PUMI dan PPBR oleh BRIN kepada pelaku usaha dapat mendorong peningkatan nilai tambah. Melalui program tersebut, UMKM dan startup diharapkan dapat naik kelas. Dengan dukungan layanan konsultasi selama pameran, BRIN mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ungkap Driszal dalam rilis pers dilansir Humas BRIN (10/2/2026), di Jakarta.
Selama pameran, BRIN menyediakan petugas khusus Program PUMI dan PPBR untuk mendampingi pengunjung, sekaligus menampilkan berbagai produk mitra binaan sebagai contoh keberhasilan penerapan riset dan inovasi. Konsultasi Program PPBR diminati perusahaan dari beragam sektor, mulai dari jasa renovasi, teknologi informasi berbasis Internet of Things (IoT), produk perawatan diri, hingga layanan ekonomi kreatif digital.
Sementara itu, pelaku UMKM memanfaatkan Program PUMI untuk berkonsultasi terkait pemanfaatan teknologi pangan, khususnya untuk memperpanjang masa simpan produk seperti seblak, keripik singkong, dan black garlic, termasuk teknologi pengemasan agar produk lebih awet dan kompetitif.
Ketua Tim Fungsi UMKM BRIN, Aswin Firmansyah, menyebutkan bahwa masukan dari hasil konsultasi di IFBEX 2026 akan menjadi bahan penjaringan peserta Program PUMI yang akan dibuka tahun ini. “Program BRIN dirancang untuk menjawab tantangan UMKM, mulai dari produksi hingga pemasaran. Kami berharap pelaku UMKM yang telah berkonsultasi dapat melanjutkan ke tahap pendampingan agar solusi dapat diberikan secara lebih komprehensif,” pungkasnya.














