ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Survei Deloitte Ungkap Potensi AI yang Belum Tergarap di Dunia Usaha

Fauzi
12 February 2026 | 16:37
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Deloitte AI Institute baru-baru ini merilis laporan State of AI in the Enterprise edisi 2026. Pada laporan ini terungkap bagaimana organisasi saat ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), serta dampak, perubahan, dan berbagai pertimbangan yang muncul seiring adopsi teknologi tersebut.

Laporan bertajuk The State of AI in the Enterprise: The Untapped Edge ini disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 3.000 pemimpin perusahaan di seluruh dunia, mulai dari tingkat direktur hingga C-level, yang terlibat langsung dalam inisiatif AI di organisasi mereka. Laporan ini mengulas potensi transformasional AI dan momentum adopsinya, sekaligus menyoroti langkah-langkah krusial yang perlu dipertimbangkan para pemimpin dalam melanjutkan perjalanan AI mereka.

Deloitte menekankan pentingnya arah strategis dan tata kelola yang kuat agar investasi AI dapat menghasilkan nilai bisnis yang berkelanjutan.

“Para pemimpin bisnis di Asia Tenggara memiliki ambisi besar terhadap AI dan sudah mulai merasakan manfaatnya, terutama dalam peningkatan produktivitas. Seiring berlanjutnya investasi AI, perusahaan membutuhkan peta jalan yang jelas untuk mendorong transformasi yang melampaui sekadar optimalisasi bertahap, dengan tata kelola yang kuat dan tertanam di seluruh tingkat organisasi. Nilai penuh dari teknologi ini akan tercapai ketika perusahaan berani membayangkan ulang berbagai kemungkinan untuk menciptakan diferensiasi strategis dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan,” ujar Chris Lewin, AI & Data Capability Leader, Deloitte Asia Pacific.

Melangkah dari tahapan pilot ke produksi
Peralihan dari tahap percobaan (pilot stage) ke implementasi penuh merupakan langkah krusial untuk menangkap value dari AI. Namun, meskipun tingkat eksperimentasi AI terus meningkat, survei Deloitte menemukan bahwa baru 25% responden yang telah mengalihkan 40% atau lebih proyek percontohan AI mereka ke tahap produksi.Meski demikian, 54% responden memperkirakan akan mencapai tahapan tersebut dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

BACA JUGA:  Hadirkan Internet BAIK Festival 2025, Telkomsel Bekali Generasi Muda Keterampilan AI

Di sisi lain, organisasi dihadapkan pada prioritas yang saling bersaing: menjaga kelangsungan operasional bisnis inti dengan teknologi saat ini, sembari berinvestasi pada inovasi yang dibutuhkan untuk tetap kompetitif di masa depan. Dalam konteks ini, mengkomunikasikan strategi yang jelas menjadi kunci untuk mengurangi pilot fatigue dan mendorong penerapan AI melampaui sekadar fase eksperimen.

Lebih dari Sekadar Produktivitas
Dampak nyata AI terhadap bisnis terus meningkat pesat. Sebanyak 25% pemimpin perusahaan melaporkan bahwa AI telah memberikan efek transformasional bagi organisasi mereka—lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski peningkatan produktivitas dirasakan secara luas, hanya 30% organisasi yang telah mendesain ulang proses-proses kunci mereka dengan menjadikan AI sebagai fondasi utama.

Sementara itu, 37% organisasi mengaku masih menggunakan AI pada tingkat permukaan, dengan sedikit atau bahkan tanpa perubahan pada proses bisnis yang mendasarinya. Keberhasilan adopsi AI ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menciptakan diferensiasi strategis dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan—yakni dengan memanfaatkan AI untuk membayangkan ulang apa yang mungkin dicapai oleh bisnis, bukan sekadar mengoptimalkan apa yang sudah ada.

Untuk Agentic AI, Tata Kelola dan Pertumbuhan Berjalan Beriringan
Agentic AI diperkirakan akan tumbuh pesat, dengan hampir tiga perempat perusahaan berencana menerapkannya dalam dua tahun ke depan. Namun, hanya 21% dari perusahaan tersebut yang menyatakan telah memiliki model tata kelola agen AI yang matang.

Perusahaan yang mencatatkan keberhasilan paling signifikan umumnya menerapkan pendekatan yang terukur—memulai dari kasus penggunaan berisiko rendah, membangun kapabilitas tata kelola, serta melakukan skalabilitas secara bertahap dan terencana. Di era AI, tata kelola tidak lagi sekadar pagar penjaga, melainkan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Edge Server, Solusi Couchbase untuk Atasi Tantangan Aplikasi Edge di Dunia Nyata

Physical AI dan isu kedaulatan AI yang semakin menguat
Ketahanan di era AI kini semakin ditentukan oleh kesiapan akan kedaulatan AI (sovereign AI: kemampuan suatu negara untuk mengembangkan dan menggunakan AI dengan sumber daya dan infrastruktur miliknya sendiri), dan organisasi mulai memberi perhatian serius terhadap hal ini. Saat ini, 77% perusahaan telah mempertimbangkan negara asal dalam pemilihan vendor AI, sementara hampir tiga dari lima perusahaan membangun tumpukan (stack) AI mereka terutama dengan penyedia lokal.

Di sisi lain, physical AI dengan cepat menjadi bagian integral dari operasional di berbagai belahan dunia, dengan sektor manufaktur, logistik, dan pertahanan memimpin adopsi secara global. Tingkat adopsinya diproyeksikan mencapai 80% dalam dua tahun ke depan, sekaligus menetapkan arah bagi gelombang berikutnya dari otomasi industri.

Untuk diketahui, Physical AI adalah cabang kecerdasan buatan yang menanamkan model AI ke dalam perangkat keras fisik—seperti robot, kendaraan, atau mesin industri—sehingga memungkinkan sistem tersebut untuk merasakan (perceive), menalar, dan bertindak di dunia nyata secara real time. Berbeda dengan generative AI yang beroperasi di ranah digital, physical AI mengombinasikan sensor dan kemampuan penalaran kognitif untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan, serta beradaptasi terhadap situasi yang tidak terduga, alih-alih bergantung pada instruksi yang telah diprogram sebelumnya.

Tags: Agentic AIAIDeloittePhysical AI
Previous Post

BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap, Kini Bayar TransJakarta Makin Praktis

Next Post

ManageEngine: Hadapi 2026, Indonesia Masih Dihadapkan pada Tantangan IT dan Keamanan Siber

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

Load More

TERPOPULER

  • TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

    TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemendari Tegaskan Dukungan Pengurusan Perizinan Tenaga Medis Melalui MPP Digital Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon dan Grab Berkolaborasi Hadirkan Kartu Kredit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto