ItWorks.id –Salesforce resmi menghadirkan aplikasi Agentforce Sales di platform ChatGPT, menggabungkan kekuatan CRM berbasis AI dengan kemampuan penalaran model bahasa besar milik OpenAI. Integrasi ini diklaim menjadi langkah baru dalam menyederhanakan alur kerja tim penjualan tanpa harus bolak-balik antar aplikasi.
Sebelumnya diperkenalkan dalam ajang Dreamforce, Agentforce Sales menghadirkan agen otonom yang membantu tenaga penjualan bekerja lebih cepat dan efisien di dalam sistem CRM. Kini, melalui integrasi dengan ChatGPT, pengguna dapat mengakses data pelanggan, memperbarui peluang, hingga menyusun strategi akun langsung dari percakapan.
Salesforce menyoroti fenomena “toggle tax”, yakni hambatan produktivitas akibat sering berpindah aplikasi—mulai dari ChatGPT untuk riset, ke Salesforce untuk pembaruan data, lalu ke email dan kalender. Dengan integrasi ini, konteks bisnis seperti riwayat klien, pipeline penjualan, hingga prioritas strategis otomatis tersedia di ChatGPT melalui Agentforce Sales.
CEO dan Founder Asymbl, Brandon Metcalf, menyebut integrasi ini memungkinkan timnya memprioritaskan transaksi, merencanakan akun, dan memperbarui Salesforce langsung dari percakapan. “Menggunakan ChatGPT tanpa Salesforce membuat frustrasi karena percakapan berlangsung begitu singkat dan terhenti begitu saja. Dengan aplikasi Agentforce Sales di ChatGPT, tenaga penjualan kami dapat memprioritaskan transaksi, merencanakan akun, dan memperbarui Salesforce langsung dari percakapan. Aplikasi ini akan mengubah cara kerja dan meningkatkan produktivitas tim penjualan kami,” ujarnya dalam rilis pers (13/02/2026), di Jakarta.
Melalui aplikasi Agentforce Sales di ChatGPT, pengguna dapat:
- Menampilkan daftar prospek secara real-time tanpa proses salin-tempel data.
- Mendapatkan prioritas prospek berbasis kombinasi data CRM dan wawasan eksternal seperti tren pasar.
- Mendelegasikan tindak lanjut prospek, memperbarui status transaksi (misalnya menjadi Closed Won), hingga menyusun rencana strategis akun secara instan.
Salesforce menegaskan seluruh pertukaran data dikelola melalui Agentforce Trust Layer untuk memastikan keamanan tingkat enterprise. Akses data tetap mengikuti izin pengguna di sistem terhubung.
Kris Billmaier, GM and EVP of Agentforce Sales di Salesforce, mengatakan Indonesia merupakan basis pengguna ChatGPT terbesar kelima di dunia per Agustus tahun lalu. “Dengan hadirnya aplikasi Agentforce Sales di ChatGPT, kami membawa Salesforce langsung ke dalam alat yang sudah digunakan para penjual,” ujarnya.
Versi open beta aplikasi Agentforce Sales di ChatGPT tersedia mulai hari ini bagi pelanggan Agentforce for Sales Add-on dan Agentforce 1 Edition melalui direktori aplikasi ChatGPT. Dengan langkah ini, Salesforce mempertegas visinya menghadirkan Agentforce di mana pun pengguna bekerja—baik di Salesforce, Slack, maupun kini di ChatGPT—untuk mendorong produktivitas penjualan berbasis AI.














