ItWorks.id- Jobstreet by SEEK menyoroti sejumlah pelajaran penting bagi praktisi HR dan pemimpin bisnis dalam menghadapi dinamika perusahaan modern, mulai dari mengelola perbedaan budaya kerja, memimpin generasi muda dengan pendekatan yang tepat, hingga menempatkan HR sebagai penggerak strategi bisnis. Insight ini disampaikan dalam perbincangan bersama Widyo Rulyantoko, Head of Asia Pacific Business Admin Group Hyundai Motor, dalam episode kedua Power Talks oleh Jobstreet by SEEK.
Perubahan lanskap bisnis global menuntut pemimpin dan praktisi sumber daya manusia (SDM) untuk mengadopsi pendekatan kepemimpinan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan strategis. Hal tersebut menjadi sorotan dalam episode kedua Power Talks yang digelar oleh Jobstret bersama Widyo Rulyantoko, Head of Asia Pacific Business Admin Group Hyundai Motor.
Dalam diskusi tersebut, Widyo membagikan lima pelajaran penting kepemimpinan modern yang dinilai relevan untuk membangun organisasi yang tangguh dan berdaya saing di tengah dinamika dunia kerja saat ini.“Pemimpin perlu memastikan energi organisasi tetap fokus ke luar, ke tantangan bisnis dan kompetitor, sambil tetap menjaga empati terhadap orang-orang di dalamnya,” ujar Widyo dilansir dalam rilis pers (17/06/2026).
Menurut Widyo, pemimpin harus memastikan energi tim difokuskan untuk menghadapi tantangan pasar dan kompetitor, bukan terjebak dalam konflik internal. Dalam organisasi yang melibatkan berbagai fungsi dan negara, perbedaan cara kerja kerap memicu gesekan yang dapat menghambat pencapaian tujuan bisnis.
Selain itu, kemampuan menjembatani perbedaan budaya menjadi kompetensi penting bagi pemimpin di lingkungan kerja global. Keterbukaan, kemampuan bernegosiasi, serta pemahaman terhadap prioritas bersama dinilai menjadi kunci keberhasilan kolaborasi lintas budaya.
Widyo juga menyoroti pentingnya pendekatan kepemimpinan yang sesuai bagi Generasi Z. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya diberikan instruksi, tetapi perlu memahami tujuan dan dampak dari pekerjaan yang mereka lakukan. Dengan demikian, mereka dapat lebih terdorong untuk berinovasi dan memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap pekerjaan.
Di sisi lain, peran HR dinilai perlu bertransformasi dari fungsi administratif menjadi mitra strategis bisnis. HR dituntut memahami arah perusahaan, mengelola talenta, serta membangun budaya kerja yang mendukung keberlanjutan bisnis di tengah perubahan yang semakin cepat.
Widyo menegaskan, empati tetap menjadi fondasi utama dalam kepemimpinan, terutama saat organisasi menghadapi masa transisi. Keputusan bisnis yang sulit, menurutnya, harus tetap dijalankan dengan menjunjung komunikasi yang baik dan menghormati martabat karyawan.“Pemimpin perlu memastikan energi organisasi tetap fokus ke luar, ke tantangan bisnis dan kompetitor, sambil tetap menjaga empati terhadap orang-orang di dalamnya,” ujar Widyo.
Sementara itu, Sawitri, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, menilai tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks sehingga HR perlu hadir sebagai business leader yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis dan kebutuhan manusia dalam organisasi.
Melalui podcast Power Talks, Jobstreet by SEEK berupaya menghadirkan ruang diskusi yang relevan bagi ekosistem ketenagakerjaan Indonesia dengan menghadirkan para profesional dan pakar SDM dari berbagai perusahaan. Program ini ditujukan bagi praktisi HR, pemimpin bisnis, maupun pencari kerja yang ingin memahami dinamika terbaru dunia kerja.














