Secara global, potensi pasar IT outsourcing cukup besar, dan Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan pasar IT outsourcing global yang masih terbuka. Namun sangat disayangkan Indonesia yang selama ini dikenal memiliki kemampuan IT cukup handal, belum memaksimalkan potensinya untuk bisa mengisi pasar IT global yang saat ini potensinya luar biasa. Sehingga peluang IT outsourchingtu banyak diambil oleh India dan Filipina yang menduduki peringkat teratas.
Untuk itu, maka dibentuk dan diluncurkan Asosiasi Indonesia Global IT (Indoglobit). Lembaga yang dibentuk oleh enam perusahaan global, Kementerian Perindustrian, Kemenlu melalui Kedubes Belgia dan Uni Eropa itu bertujuan untuk membawa dan mempromosikan kemampuan IT Indonesia masuk ke pasar global.
Ketua Asosiasi Indoglobit Hari Tjahjono menyebutkan kemampuan IT Indonesia tidak kalah secara teknis dibandingkan dengan kemampuan IT negara-negara yang sudah merajai pasar IT Outsourcing saat ini, salah satunya India. “Yang kurang hanyalah masalah promosi dan keberanian perusahaan IT Indonesia untuk bertarung di pasar global,” katanya.
Ia menyebutkan pasar IT outsourcing mencapai lebih dari 200 miliar dolar AS, belum termasuk pasar industri games dunia yang mencapai lebih dari 80 ribu miliar dolar AS dan masih akan terus tumbuh. Karenanya melalui asosiasi ini bertujuan untuk membuka wawasan para pelaku industri IT di tanah air bahwa ada peluang besar di bidang IT outsourcing yang bisa digarap bersama-sama oleh para pelaku industri IT di tanah air. Berikut petikan wawancara dengan Hari yang juga Direktur Utama PT Abyor International , perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang jasa TI (partner SAP di Indonesia).
Lebih lanjut Hari, Indonesia berpotensi mengambil peran dalam pasar IT outsourcing global yang masih terbuka. Bahkan, potensi pasar IT outsourcing di Eropa. Kebutuhan tenaga IT di kawasan itu cukup besar, dan Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan pasar itu. Selama ini peluang IT outsourching itu banyak diambil oleh India dan Filipina.
“Indonesia yang memiliki kemampuan IT cukup handal, belum memaksimalkan potensinya untuk bisa mengisi pasar IT global. Ibaratnya berapapun lulusan dan tenaga kerja IT Indonesia saat ini, bisa langsung diserap pasar global. Hanya kita butuh lembaga untuk memfasilitasi mereka ke pasar IT global,” tutupnya. (ju)














