ItWorks.id-DTI-CX (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo) Series 2026 resmi dibuka hari ini, 5 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, menandai dimulainya rangkaian konferensi dan pameran teknologi digital terbesar di Indonesia yang berlangsung hingga 6 Agustus 2026. Acara pembukaan berlangsung dalam Opening Ceremony yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah, asosiasi industri, dan pemimpin bisnis dari dalam maupun luar negeri.
Memasuki tahun penyelenggaraan ke-5, DTI Series tahun ini menghadirkan empat sub-event sekaligus. Di antaranya DTI-CX (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo), DCTI-CX (Data Center Tech Indonesia Conference & Expo), DTI-HR (Human Resource Transformation), dan CRD-CX (Cyber Resilience & Defense), yang mempertemukan unsur pemerintah, regulator, pelaku industri, dan penyedia teknologi dari 16 sektor strategis.
Dalam sambutan poembukaan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai, terkait digitalisasi, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat data (data center) di kawasan ASEAN seiring pesatnya perkembangan teknologi komputasi kuantum dan kecerdasan buatan (AI).
“Indonesia memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan, konektivitas, serta infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan pusat data. Di ASEAN Indonesia memiliki keunggulan dalam pembangunan jaringan kabel bawah laut karena tidak memerlukan penggalian seperti di wilayah daratan. Kondisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan konektivitas digital paling maju di ASEAN,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga didukung infrastruktur digital yang relatif lengkap, termasuk jaringan satelit orbit rendah untuk melayani wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Airlangga menegaskan, pengembangan pusat data harus diiringi pembangunan jaringan listrik pintar (smart grid) dan penguatan konektivitas energi antarpulau.
Ditambahkan, posisi geografis Indonesia sebagai jalur penghubung kabel bawah laut internasional memberikan keuntungan strategis. Indonesia juga memiliki jalur serat optik yang tidak melewati Laut China Selatan sehingga menjadi alternatif konektivitas global, termasuk akses menuju Amerika Serikat. “Nah, itulah yang dikejar berbagai negara. Ini adalah golden moment bagi Indonesia yang kesempatan waktunya tidak lama, karena itu peluang ini harus dikejar dan memang perlu kolaborasi bersama untuk kemajuan ekonomi digital Indonesia ” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia hanya memiliki waktu sekitar tiga hingga empat tahun ke depan untuk golden moment mempercepat pembangunan ekosistem digital ini. Termasuk pusat data, infrastruktur guna menarik investasi, memperkuat ekonomi digital, serta menciptakan lapangan kerja.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi digital harus ditopang oleh ketersediaan energi dan sistem keamanan siber yang kuat. Ia menegaskan bahwa keamanan siber harus menjadi prioritas utama dalam mendukung pertahanan ekonomi nasional. “Di tengah rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia sekitar 3,5%, Indonesia mampu tumbuh di atas 5%,” ujarnya, seraya menyoroti bahwa penguatan ekonomi digital tidak dapat dilepaskan dari kesiapan infrastruktur energi, mengingat kebutuhan data center dan pengembangan AI yang terus meningkat turut mendorong permintaan energi nasional.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam laporan sambutannya, Presiden Direktur Adhouse Clarion Events, Toerangga Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra strategis, kementerian, dan co-host yang telah mendukung terselenggaranya DTI Series 2026. Ia menyampaikan harapan agar penyelenggaraan tahun ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempercepat langkah Indonesia menuju ekonomi digital yang lebih matang dan berdaya saing global.
Mewakili Menteri Komdigi, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki fase krusial transformasi digital menuju 2045, seiring target menjadi negara maju dengan PDB masuk peringkat 5 hingga 7 besar dunia. “Ekosistem digital Indonesia perlu dipandang sebagai empat lapisan yang saling menopang — infrastruktur fisik, infrastruktur virtual, platform dan intermediasi, hingga layanan dan aplikasi,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa pembangunan digital turut mencakup talenta, investasi berkualitas, ekosistem yang sehat, dan pemerintahan yang terpercaya.
Sementara itu, Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi dalam sambutananya juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya DTI Series dan CRD-CX tahun ini sebagai cerminan komitmen bersama membangun ekosistem digital yang aman, tangguh, dan terpercaya. Ia turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan digitalisasi sebagai hal yang mutlak untuk menghadirkan birokrasi yang lebih cepat, efisien, transparan, dan responsif.
Acara Opening Ceremony turut juga dihadiri oleh Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum IDPRO Hendra Suryakusuma, Ketua Umum PMSM Indonesia Dudi Arisandi, serta Bambang Brojonegoro, CEO Asian Development Bank Institute (ADBI), yang turut memberikan pandangan mengenai peran transformasi digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sebagai platform bisnis dan teknologi terdepan di Indonesia, DTI Series 2026 menghadirkan solusi digital paling lengkap bagi 16 industri utama tanah air — mulai dari Artificial Intelligence dan Machine Learning, cybersecurity, teknologi data center, HR technology, cloud computing, hingga solusi digital bisnis dan enterprise. Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengakses rangkaian konferensi strategis secara gratis, puluhan sesi technology demo, dan workshop interaktif — menjadikan DTI Series 2026 sebagai wadah nyata bagi institusi dan pelaku industri untuk menemukan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan transformasi digital mereka.
DTI Series 2026 menghadirkan lebih dari 260 pembicara, 450 solusi teknologi, dan 133 sesi konferensi, dengan target lebih dari 13.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan. Rangkaian acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), MASTEL, APJII, IDPRO, dan PMSM Indonesia.
















