ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Sebegini Kerugian Akibat Kebocoran Data dari Serangan Berbasis AI terhadap Infrastruktur Vital di ASEAN

Fauzi
14 August 2026 | 11:27
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini IBM mengeluarkan laporan terbaru bertajuk IBM 2026 Cost of a Data Breach. Di dalam laporan ini IBM mengungkap bahwa organisasi di ASEAN menghadapi rata-rata kerugian akibat kebocoran data sebesar US$4,12 juta pada 2026.

Temuan tersebut menyoroti meningkatnya tekanan operasional dan finansial seiring semakin banyaknya pelaku serangan yang memanfaatkan taktik berbasis AI dan mengeksploitasi kompleksitas sistem digital. Hampir tiga dari sepuluh organisasi di ASEAN yang mengalami insiden pelanggaran data akibat serangan siber melaporkan bahwa serangan tersebut memanfaatkan AI.

Organisasi yang memanfaatkan AI dan otomatisasi keamanan secara luas mencatat rata-rata kerugian akibat kebocoran data yang lebih rendah, yaitu sebesar US$3,66 juta, dibandingkan dengan US$4,86 juta pada organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut. Organisasi-organisasi ini juga mampu mengidentifikasi dan menangani insiden kebocoran data 123 hari lebih cepat.

“Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI, serangan siber kini dapat dilakukan dengan lebih murah dan cepat. Kondisi ini membuat organisasi di seluruh ASEAN semakin sulit menginvestigasi kebocoran data, sementara semakin lama proses investigasi berlangsung, semakin besar pula dampak dan biaya yang harus ditanggung, di tengah meningkatnya risiko dan tekanan terhadap sektor infrastruktur vital,” ujar Catherine Lian, General Manager, IBM ASEAN.

“Temuan kami menegaskan pentingnya AI dan otomatisasi dalam keamanan siber untuk merespons ancaman yang juga semakin didukung AI. Organisasi yang telah mengintegrasikan strategi AI ke dalam operasi keamanan dapat mendeteksi dan menangani kebocoran dengan lebih cepat, sekaligus mengurangi dampak dan biaya yang ditimbulkan,” sambungnya.

Infrastruktur Vital Menghadapi Risiko Lebih Tinggi akibat Ancaman Berbasis AI

Organisasi di sektor jasa keuangan mencatat rata-rata kerugian akibat kebocoran data tertinggi di kawasan, yaitu sebesar US$6,53 juta, disusul sektor industri sebesar US$5,99 juta dan sektor komunikasi sebesar US$4,28 juta. Temuan ini mencerminkan meningkatnya risiko siber di berbagai sektor infrastruktur vital.

BACA JUGA:  Laporan: "Manusia Penyebab Insiden Dunia Maya dengan Tingkat Keparahan yang Tinggi"

Ancaman Frontier AI Mendorong Langkah Antisipatif Lebih Dini
Di ASEAN, 71% organisasi menyatakan berencana meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola setelah mengalami kebocoran data. Sementara itu, riset lanjutan yang dilakukan Ponemon Institute secara global menunjukkan bahwa 85% organisasi yang memahami kemampuan model frontier AI dalam mendukung serangan siber berencana meningkatkan investasi di bidang keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi mulai mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi potensi ancaman, alih-alih menunggu hingga insiden terjadi.

Temuan utama lainnya:
• Serangan yang Mengeksplotasi Identitas Tetap Menimbulkan Kerugian Tinggi. Laporan ini menemukan bahwa eksploitasi terhadap aplikasi yang dapat diakses publik dan penyalahgunaan akun yang valid termasuk di antara vektor serangan dengan biaya tertinggi di ASEAN, dengan rata-rata biaya kebocoran data mencapai lebih dari US$4,5 juta.
• Perlindungan Enkripsi Masih Lemah di Tengah Ancaman Kuantum. Kelemahan mendasar dalam penerapan enkripsi dan pengelolaan kriptografi juga masih ditemukan. Hanya 29% organisasi yang menyatakan bahwa data sensitif telah dienkripsi, baik saat tersimpan maupun saat ditransmisikan, ketika kebocoran terjadi.
• Pengujian Keamanan dan Otomatisasi Membantu Menekan Kerugian. Organisasi yang berinvestasi pada pengujian keamanan berbasis simulasi serangan, orkestrasi dan otomatisasi keamanan, serta pengelolaan siklus hidup kunci enkripsi mencatat beberapa penurunan terbesar dalam biaya yang berkaitan dengan kebocoran data.

Tags: AIGenerative AIIBMIBM 2026 Cost of a Data Breach
Previous Post

Gandeng PLN, NeutraDC Tingkatkan Kapasitas Data Center-nya Hingga 200 MW di Cikarang

Next Post

Resmi Dibuka, UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center Siap Majukan Riset dan Pendidikan Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Gojek dan Tokopedia Jadi GoTo

    Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perumda Paljaya Manfaatkan TI untuk Layanan Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catat, Telkom akan Bagikan Dividen Rp16,64 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Layanan Publik Indonesia Raih Penghargaan UNPSA 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto