ItWorks.id- Teknologi termoelektrik berbasis material bulk dan thin film hadir sebagai solusi inovatif dalam konversi energi termal serta pemanfaatan panas terbuang (waste-heat recovery). Melalui pendekatan terintegrasi dalam rekayasa material, teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi konversi energi secara optimal.
Demikian sala satu poin penting yang dibahas dalam webinar bertema “From Bulk to Thin-Film Devices: Integrated Approaches in Thermoelectric Energy Conversion”, secara daring, (20/8) yang dihelat BRIN. Pengembangan teknologi termoelektrik berpotensi mendukung berbagai aplikasi, mulai dari peningkatan efisiensi divais elektronik, pengujian kompatibilitas termal, hingga pengoptimalan sistem konversi energi masa depan.
Melalui SISTEM Volume 5 Tahun 2025, Kepala Pusat Riset Elektronika (PRE) BRIN, Yusuf Nur Wijayanto, berharap dapat mengenalkan perkembangan dan integrasi material termoelektrik. “Perkembangan teknologi termoelektrik hadir sebagai terobosan yang mampu mengubah energi panas terbuang menjadi energi listrik secara langsung tanpa komponen bergerak, sehingga jauh lebih efisien dan andal. Melalui SISTEM Volume 5 Tahun 2025 ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman terkait perkembangan termoelektrik berbasis material bulk dan thin film untuk pemanfaatan energi panas dan pemanfaatan panas terbuang,” terang Yusuf yang durilis Humas BRIN melaui portal web resminyta, baru-bau ini.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran di bidang teknologi termoelektrik, yaitu Athorn Vora-ud dari Sakon Nakhon Rajabhat University, Thailand, dan Asep Ridwan Nugraha dari PRE BRIN.
Athorn Vora-ud Sakon Nakhon Rajabhat University menjelaskan peluang pengembangan teknologi termoelektrik berbasis lapisan tipis (thin films). Melalui rekayasa penambahan material khusus, teknologi ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan material dalam menghantarkan listrik pada perangkat termoelektrik. Penerapan praktisnya ditunjukkan melalui modul termoelektrik berukuran kecil yang berpotensi dikembangkan untuk memanfaatkan panas terbuang menjadi energi listrik.
Sementara itu, Asep Ridwan Nugraha memaparkan pendekatan terintegrasi pada material bulk berstruktur lapisan seperti Bi2Te3 dan BiCuSeO untuk konversi energi yang lebih efisien. Teknologi tersebut memungkinkan pemanfaatan karakteristik anisotropik dan rekayasa cacat (defect engineering) tanpa memerlukan konfigurasi pengukuran yang kompleks, sehingga berpotensi mendukung pengembangan sistem konversi energi dan pengujian efisiensi termoelektrik.
Webinar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman prinsip dasar teknologi termoelektrik, sehingga dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi baik di tingkat nasional maupun global.
Dijelaskan bahwa selama ini, konversi energi panas menjadi listrik kerap kali menghadapi tantangan keterbatasan efisiensi material serta metode konvensional yang kurang optimal dalam memanfaatkan potensi panas buang.“Pemanfaatan material termoelektrik pada divais thin film dan bulk yang ringkas, diharapkan dapat memicu lahirnya terobosan riset yang tepat guna, membuka jalan bagi kolaborasi lintas batas untuk menjawab tantangan teknis konversi energi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan riset energi terbarukan di masa depan,” harap Yusuf.














