Selain menjadi tantangan, perubahan ekonomi, teknologi, dan perilaku konsumen juga menciptakan peluang baru bagi dunia bisnis. Nah, guna membantu para pimpinan bisnis atau usaha dalam memahami dinamika ini, serta mengidentifikasi sumber pertumbuhan berikutnya, Kantar Indonesia menggelar Onward by Kantar: Shape Indonesia’s Future, Together bertempat di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, hari ini (20/8/2026). Forum ini mempertemukan para pemimpin bisnis, pemasar, dan praktisi industri dari berbagai sektor.
Onward 2026 membahas mengenai berbagai faktor yang membentuk masa depan pertumbuhan berbagai sektor di Indonesia, mulai dari kondisi ekonomi makro, perkembangan teknologi, hingga evolusi kebutuhan dan ekspektasi konsumen. Melalui kombinasi insight global, data lokal, serta perspektif dari industri terdepan, Onward 2026 dirancang untuk membantu organissai dan perusahaan dalam mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah lanskap bisnis yang terus berubah.
Pembahasan dalam forum diskusi ini menjadi semakin relevan mengingat Asia Tenggara menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang kuat di tengah dinamika global. Berdasarkan laporan Kantar BranZ Asia Tenggara tahun 2026, total nilai 30 brand paling bernilai di Asia Tenggara mencapai US$165,3 miliar, meningkat 26% dibandingkan 2024 dan 38% dibandingkan 2023.
Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada performa sejumlah brand temama asal Asia Tenggara yang memiliki fondasi brand kuat yang dilandasi oleh Meaningful Difference, yaitu persepsi konsumen yang membuat brand dilihat sebagai brand yang relevan dan unik, sehingga dapat membangun koneksi yang kuat dengan konsumen. Misalnya, Telkomsel yang menduduki peringkat 10 dengan brand value mencapai US$4,726 miliar, naik 3% dibandingkan dengan 2024.
Di Indonesia, perubahan juga semakin didorong oleh percepatan adopsi teknologi. Delapan dari sepuluh konsumen Indonesia telah mencoba generative Al, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat penggunaan Gen-Al tertinggi secara global. Al Search kini juga telah menjadi salah satu touchpoint penting yang mampu memengaruhi awareness terhadap merek, menunjukkan bagaimana cara konsumen menemukan, mempertimbangkan, dan berinteraksi dengan brand yang terus berevolusi.
Melalui sesi presentasi, diskusi panel, dan breakout session, para narasumber dari Kantar juga berbagi insight mengenai karakteristik konsumen di masa depan, perubahan perjalanan atau proses pembelian, serta strategi untuk membangun ekuitas merek dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, forum ini juga menghadirkan beberapa pimpinan perusahaan terkemuka di Indonesia, untuk berbagi perspektif mereka mengenai berbagai faktor yang mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta bagaimana menerjemahkan insight menjadi aksi yang memberikan dampak nyata bagi bisnis.
Adji Saputro, Senior Director – Brand Guidance Solutions Lead Kantar Indonesia, mengatakan bahwa di tengah perubahan yang semakin cepat, kemampuan memahami konsumen dan membangun diferensiasi menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang.
“Ketidakpastian bukan alasan untuk berhenti bertumbuh. Justru di tengah perubahan, brand yang memahami konsumennya lebih baik dan mampu membangun diferensiasi yang bermakna akan memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan masa depan,” sambung Adji.
Pandangan tersebut didukung oleh temuan Kantar yang menunjukkan bahwa brand dengan diferensiasi yang kuat memiliki peluang tumbuh hingga dua kali lebih besar dibandingkan kompetitornya. Selain itu, brand yang berhasil mencapai tujuan pemasaran utamanya memiliki kemungkinan 1,6 kali lebih tinggi untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Selain sesi utama, peserta juga dapat mengikuti berbagai breakout session yang membahas bagaimana brand dapat mernanfaatkan kreativitas yang berlandaskan tujuan, membedakan tren yang relevan dari tren yang bersifat sementara, serta menemukan peluang pertumbuhan melalui inovasi dan strategi yang berorientasi pada masa depan.
Nadya Ardianti, Managing Director Kantar Indonesia & Thailand, menambahkan bahwa kolaborasi dan pertukaran perspektif menjadi semakin penting di tengah kompleksitas pasar saat ini.
“Onward hadir sebagai ruang untuk mempertemukan insight, pengalaman, dan perspektif lintas industri agar para pemimpin bisnis dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan siap menghadapi peluang berikutnya,” lanjut Nadya.
Sebagai forum non-komersial, Onward by Kantar dirancang untuk mendorong pertukaran perspektif, pembelajaran lintas industri, dan diskusi yang aplikatif bagi pertumbuhan bisnis di Indonesia. Dengan menggabungkan data, insight, dan pengalaman praktis dari berbagai sektor, Kantar berharap forum ini dapat membantu organisasi mengidentifikasi peluang baru dan membangun pertumbuhan yang lebih tangguh di masa depan.














