Mencoba menghilangkan batas antara kedua kebutuhan antara open-ear earbuds dan earbuds dengan Active Noice Cancellation (ANC), Soundcore menghadirkan Soundcore AeroFit 2 Pro. Earbuds ini dengan desain 2-in-1 yang memungkinkan pengguna beralih antara Open-Ear Mode dan Semi-In-Ear Active Noise Cancellation melalui penyesuaian posisi ear hook. Dengan konsep tersebut, satu perangkat dapat digunakan untuk aktivitas dengan karakter yang berbeda sepanjang hari.
“Kebutuhan audio seseorang bisa berubah hanya dalam hitungan menit. Saat berolahraga atau berjalan di luar ruangan, kita mungkin ingin tetap mendengar lingkungan sekitar. Namun ketika masuk ke kereta, pesawat, atau membutuhkan konsentrasi saat bekerja, kita justru ingin mengurangi kebisingan. AeroFit 2 Pro dirancang agar pengguna tidak perlu memiliki dua earbuds berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Flame Xia, Country Director Anker Innovations Indonesia.
Konsep dua mode tersebut diwujudkan melalui adjustable ear hook yang dapat diatur dalam lima level. Pada posisi tertentu, speaker berada lebih terbuka dari saluran telinga sehingga perangkat bekerja sebagai open-ear earbuds. Ketika ear hook disesuaikan lebih jauh, posisi speaker menjadi lebih dekat dan membentuk konfigurasi semi-in-ear yang memungkinkan sistem ANC bekerja secara optimal.
Pendekatan tersebut memberikan fleksibilitas yang cukup unik. Pengguna dapat memilih Open-Ear Mode ketika berlari, berjalan kaki, bekerja di lingkungan yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, atau berada di tempat yang membuat awareness terhadap kondisi sekitar tetap diperlukan. Desain terbuka juga membantu mengurangi tekanan langsung pada saluran telinga sehingga lebih nyaman digunakan dalam waktu panjang.
Ketika pengguna berpindah ke transportasi umum, memasuki area yang ramai, atau membutuhkan konsentrasi saat bekerja, AeroFit 2 Pro dapat dialihkan ke ANC Mode. Dalam konfigurasi tersebut, teknologi Adaptive ANC 3.0 membantu menganalisis suara lingkungan dan mengurangi kebisingan yang mengganggu sehingga musik, podcast, maupun percakapan dapat terdengar lebih jelas.
Soundcore menjelaskan bahwa sistem AeroFit 2 Pro menggunakan sejumlah sensor untuk menangkap kondisi kebisingan di sekitar pengguna. ANC kemudian bekerja menyesuaikan tingkat peredaman berdasarkan lingkungan tersebut. Pendekatan adaptif menjadi semakin relevan karena karakter suara di dalam kereta, pesawat, jalan raya, maupun kantor terbuka dapat sangat berbeda.
“Fleksibilitas menjadi inti dari AeroFit 2 Pro. Kami ingin pengguna bisa mendapatkan kenyamanan open-ear ketika membutuhkannya dan kemudian beralih ke pengalaman mendengarkan yang lebih fokus dengan ANC hanya dengan menyesuaikan posisi earbuds,” tambah Flame Xia.
Kemampuan tersebut tidak membuat Soundcore mengesampingkan kualitas audio. AeroFit 2 Pro menggunakan driver komposit berukuran 11,8 mm yang dirancang untuk menghasilkan suara dengan detail tinggi dan karakter bass yang tetap kuat. Perangkat juga telah mendukung Hi-Res Audio dan codec LDAC pada perangkat Android yang kompatibel, memberikan opsi transmisi audio dengan kualitas lebih tinggi bagi pengguna yang menginginkannya.
Pengalaman audio diperluas melalui 360-degree Spatial Audio dengan dynamic head tracking. Teknologi ini membuat posisi suara dapat menyesuaikan gerakan kepala pengguna sehingga menciptakan sensasi ruang yang lebih luas. Saat pengguna menggerakkan kepala, perspektif audio ikut berubah untuk menghadirkan pengalaman yang menyerupai berada di tengah pertunjukan atau menonton dari sistem audio multi-arah.
Kombinasi Spatial Audio dan dynamic head tracking menjadi menarik terutama untuk menikmati film, konser, maupun konten yang dirancang dengan karakter audio imersif. Dengan demikian, AeroFit 2 Pro tidak hanya ditujukan untuk menemani olahraga dan perjalanan, tetapi juga dapat digunakan sebagai perangkat hiburan personal.
Kualitas komunikasi turut menjadi perhatian mengingat earbuds kini semakin sering digunakan untuk rapat daring dan panggilan telepon. Soundcore membekali AeroFit 2 Pro dengan empat mikrofon yang didukung teknologi AI. Sistem tersebut bekerja untuk mengenali suara pengguna sekaligus mengurangi gangguan suara latar sehingga percakapan dapat terdengar lebih jelas ketika dilakukan di lingkungan yang ramai.
AeroFit 2 Pro juga telah menggunakan Bluetooth 6.1 dan mendukung multipoint connection, memungkinkan pengguna berpindah antara perangkat seperti smartphone dan laptop dengan lebih praktis. Fitur ini relevan bagi pengguna yang memakai earbuds yang sama untuk bekerja sekaligus kebutuhan personal sepanjang hari.
Untuk penggunaan aktif, perangkat telah memiliki sertifikasi IP55 yang memberikan perlindungan terhadap keringat, debu, dan percikan air. Material liquid silicone yang digunakan pada ear hook juga dirancang agar lembut ketika bersentuhan dengan kulit dan membantu mengurangi titik tekanan saat earbuds digunakan dalam waktu lama.
Dari sisi daya tahan, karakter penggunaan dua mode menghasilkan durasi baterai yang berbeda. Dalam Open-Ear Mode, AeroFit 2 Pro dapat digunakan hingga sekitar tujuh jam dalam sekali pengisian atau total hingga 34 jam bersama charging case. Ketika ANC digunakan, daya tahan mencapai sekitar lima jam atau total hingga 24 jam dengan charging case. Fitur fast charging juga memungkinkan pengisian sekitar 10 menit memberikan tambahan penggunaan hingga 3,5 jam berdasarkan pengujian internal Soundcore.
“AeroFit 2 Pro kami rancang untuk mengikuti perubahan aktivitas pengguna sepanjang hari. Mulai dari olahraga di pagi hari, bekerja, melakukan panggilan, perjalanan menggunakan transportasi umum, hingga menikmati film setelah pulang, satu perangkat dapat menyesuaikan pengalaman audio berdasarkan situasi tersebut,” tutup Flame Xia.
Soundcore AeroFit 2 Pro kini dapat diperoleh melalui kanal online resmi Anker dan Soundcore Indonesia seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Blibli.com. Dengan kombinasi desain 2-in-1 Open-Ear dan Semi-In-Ear ANC, Adaptive ANC 3.0, driver 11,8 mm, Hi-Res Audio dan LDAC, Spatial Audio dengan dynamic head tracking, serta empat mikrofon berbasis AI, Soundcore AeroFit 2 Pro dibanderol dengan harga sekitar Rp2,9 jutaan.














