ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital: AstraPay Perkuat Inovasi Pembayaran Digital Berbasis AI, Hadirkan Fitur Split Bill Otomatis

Ahmad Churi
28 October 2026 | 07:03
rubrik: Digital
TOP Digital: AstraPay Perkuat Inovasi Pembayaran Digital Berbasis AI, Hadirkan Fitur Split Bill Otomatis
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks,id-PT Astra Digital Arta (AstraPay), perusahaan layanan pembayaran digital dan penyedia solusi finansial technology, terus hadirkan inovasi untuk solusi pembayaran digital yang mudah, praktis dan aman. Tak terkecuali pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperluas peran layanan pembayaran digital melalui fitur Split Bill yang memungkinkan pengguna membagi tagihan secara otomatis dengan memindai struk pembayaran.

Mendapat linsensi dan perizinan dari Bank Indonesia (BI) tahun 2020 dan resmi menghadirkan produk layanan pembayaran digital tahun 2021, PT Astra Digital Arta (AstraPay), terus hadirkan inovasiu layanan pembayaran digital nasional dengan jumlah user (pengguna) yang terus meningkat mencapai 18,5 juta, naik dari sebelumnya 16,7 juta. Tak pelak jika kehadirannya kian meramaikan layanan financial technology (fintech) ranah dompet digital di Tanah Air.

Berbagai inovasi terus dilakukan untuk  kemudahan layanan pembayaran berbasis financial technology/ digital payment & financial solution bagi penggunanya. Salah satunya solusi AI yang kini menjadi salah satu solusi unggulan yang dipresentasikan AstraPay dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2026- melalui inovasi AI fitur Split Bill. Fitur Split Bill AstraPay mengintegrasikan teknologi pengenalan teks berbasis AI atau optical character recognition (OCR) untuk membaca rincian tagihan, menghitung pembagian biaya, hingga memfasilitasi pembayaran melalui aplikasi.

Presentasi dan wawancara penjurian disampaikanm Head of Product AstraPay, Anton Rifco Susilo, didampingi Muhamaad Bryan W Adityatama. Sesuai tema utama di ajang penjurian TOP Digital Awards 2026 “Driving Business and Government Excellence Through Trusted AI and Digital Innovation”, tim AstraPay membawakan materi presentasi berjudul: Inovasi pembayaran digital berbasis AI yang aman, terpercaya, dan mudah digunakan. Di antaranya menekankan pada pengembangan inovasi digital yang aman, tepercaya, dan mudah digunakan.

 Sedangkan tim juri penilai terdiri, Prof. DR. Satya Arinanto (Guru Besar FH UI), Benyamin  De Haan (Senior Advisor MSI Group-Komisaris LPK MSI Institut), DR. Ahmad Jumadi (Sekjen IDTUG), Kusuma Prabandari (CEO Dwika Consulting) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury, Managing Editor ItWorks.id (MSI Group).

Dalam presentasinya Anton Rifco Susilo menjelaskan,  Fitur Split Bill dirancang untuk menjawab persoalan yang kerap muncul ketika beberapa orang harus membagi tagihan makan atau pengeluaran bersama. Dengan inovasi ini, proses yang sebelumnya mengharuskan pengguna memasukkan nominal satu per satu, menghitung pajak dan biaya layanan secara manual, serta menagih pembayaran kepada masing-masing peserta, kini dapat dilakukan melalui satu alur digital.

“Pengguna cukup mengunggah foto struk dari kamera atau galeri ponsel. Teknologi AI kemudian membaca daftar barang, harga, pajak, dan biaya layanan yang tercantum dalam struk. Setelah itu, pengguna dapat memeriksa hasil pembacaan, mengoreksi informasi yang kurang tepat, serta menentukan siapa yang memesan setiap item,” terangnya kepada tim juri dalam wawancara penjurian secara daring pda (27/10/2026), yang dihelat Majalah ItWorks.

BACA JUGA:  Kominfo: Aplikasi PeduliLindungi Aman dari Phising dan Malware

Dijelaskan, dengan dukiungan AI, sistem selanjutnya menghitung pembagian tagihan berdasarkan item yang dikonsumsi masing-masing orang, termasuk membagi pajak dan biaya layanan secara proporsional. Tagihan dapat dikirimkan kepada peserta untuk diselesaikan melalui aplikasi AstraPay.

Dengan pendekatan tersebut, AstraPay tidak hanya mengotomatisasi proses perhitungan, tetapi juga mengintegrasikan tahapan pencatatan pengeluaran, pembagian biaya, dan pembayaran dalam satu layanan. Inovasi fitur Split Bill berbasis pemindaian struk AI ini, mulai diluncurkan pada Oktober 2026 dan ditujukan bagi seluruh pengguna aplikasi AstraPay.

Pemindaian Dua Detik, Akurasi 97,2%

Salah satu aspek yang ditonjolkan AstraPay dalam presentasinya adalah efisiensi waktu melalui pemanfaatan AI. Berdasarkan riset internal yang dipaparkan perusahaan, proses pemindaian struk membutuhkan waktu rata-rata dua detik, dengan tingkat akurasi pembacaan sebesar 97,2%.

AstraPay juga mencatat waktu sekitar 30 detik untuk menyelesaikan proses dari pemindaian struk hingga pengiriman tagihan. Angka tersebut menggambarkan potensi efisiensi yang ditawarkan fitur ini dibandingkan metode pembagian tagihan secara manual.

Meski demikian, hasil pembacaan AI tidak langsung menjadi dasar pembagian tagihan tanpa pemeriksaan. AstraPay menerapkan mekanisme validasi yang memungkinkan pengguna meninjau dan mengedit setiap item sebelum tagihan dikirimkan.

Sistem juga memeriksa kesesuaian total item dengan jumlah keseluruhan pada struk. Jika ditemukan kekeliruan, pengguna dapat melakukan koreksi sebelum melanjutkan transaksi.

Pendekatan human in the loop tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan AI pada layanan keuangan digital. Teknologi digunakan untuk mempercepat pekerjaan, sedangkan pengguna tetap memegang kendali atas hasil akhir yang akan dikirimkan kepada pihak lain.

Mengedepankan Keamanan dan Tata Kelola AI

Di balik inovasi produk, aspek keamanan data dan tata kelola teknologi menjadi bagian dari pendekatan AstraPay dalam mengembangkan layanan digital. Perusahaan menyatakan pembatasan dan audit akses data diterapkan dalam kerangka pengamanan yang merujuk pada ISO 27001 dan ISO 27701.

Kedua standar tersebut berkaitan dengan sistem manajemen keamanan informasi dan pengelolaan informasi privasi. Dalam konteks fitur Split Bill, pengamanan data menjadi relevan karena proses pemindaian struk melibatkan informasi transaksi yang harus dikelola secara tepat.

BACA JUGA:  Agoda Luncurkan Pool Popularity Rank, Ini Negara di Asia yang Paling Suka Berenang

AstraPay juga menerapkan mekanisme pemantauan atas akurasi pembacaan dan tingkat koreksi pengguna. Pengelolaan fitur berada di bawah tim produk dalam direktorat yang dipimpin Chief Product and Technology Officer (CPTO), sedangkan fungsi Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan Risk Compliance Control Owner (RCCO) digunakan untuk memantau risiko serta kepatuhan.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya berorientasi pada penambahan fitur, tetapi juga memerlukan pengendalian proses, pengawasan hasil, dan kejelasan tanggung jawab.

Pada tingkat organisasi, AstraPay memaparkan penerapan pertahanan keamanan berlapis yang mencakup lingkungan kerja, proses pengembangan, sistem produksi, serta pemantauan. Pengamanan tersebut meliputi pengendalian akses, keamanan jaringan dan surel, praktik pengembangan yang aman, pemantauan ancaman, pencatatan aktivitas sistem, serta respons terhadap insiden.

Perusahaan juga memaparkan rangkaian audit internal dan eksternal, termasuk pemeriksaan Bank Indonesia, audit manajemen risiko sistem informasi, pengujian penetrasi, serta proses sertifikasi dan sertifikasi ulang ISO yang dicantumkan dalam materi presentasi.

Bagi penyedia layanan pembayaran digital, pendekatan tersebut penting untuk menjaga keandalan sistem sekaligus mempertahankan kepercayaan pengguna. Semakin luas pemanfaatan teknologi dalam transaksi, semakin penting pula pengelolaan risiko keamanan dan privasi sejak tahap perancangan produk.

Didukung Ekosistem Pembayaran yang Luas

Pengembangan Split Bill berlangsung di tengah skala bisnis AstraPay yang telah menjangkau jutaan pengguna. Perusahaan mencatat 18,5 juta total pengguna, dengan 4,7 juta pengguna yang bertransaksi dalam setahun. Hingga September 2026, AstraPay juga mencatat nilai transaksi bruto atau gross transaction value sebesar Rp164 triliun dan jumlah transaksi 327,4 juta.

Dari sisi produk, AstraPay mengembangkan layanan untuk segmen konsumen atau business-to-consumer (B2C), sekaligus menyediakan solusi bagi pelaku usaha melalui skema business-to-business (B2B).

Layanan konsumen mencakup dompet elektronik, transfer bank, pengisian saldo, pembayaran tagihan, pembayaran melalui QRIS, pembayaran pinjaman, serta layanan pendukung seperti loyalitas, perjalanan, dan hiburan.

Sementara itu, solusi untuk segmen bisnis meliputi layanan QRIS bagi merchant, akun bisnis, agregator tagihan, pencairan dana atau disbursement, aplikasi merchant, serta kanal pembayaran. Dalam presentasinya, AstraPay menyebut telah mengakuisisi 28.000 merchant dan memiliki lebih dari 157 mitra strategis.

Ekosistem tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan layanan pembayaran yang terintegrasi. Dengan menghubungkan fitur digital dengan kebutuhan konsumen dan mitra usaha, AstraPay berupaya memperluas kegunaan aplikasi melampaui fungsi dasar dompet elektronik.

Sebagai perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Astra, AstraPay juga membawa visi menjadi penyedia solusi pembayaran digital dan keuangan terkemuka di Indonesia melalui ekosistem Astra maupun di luar ekosistem tersebut.

BACA JUGA:  Era Baru Flash dengan Sejuta Kinerja

Investasi Teknologi untuk Skalabilitas dan Keandalan

Strategi inovasi AstraPay turut didukung investasi teknologi informasi yang diarahkan pada peningkatan skalabilitas platform, keandalan layanan, dan efisiensi operasional. AstraPay menempatkan pengembangan kompetensi talenta digital, efisiensi proses, serta penguatan infrastruktur sebagai tiga prioritas alokasi investasi teknologi informasi.

Perusahaan juga memaparkan pemanfaatan AI untuk mendukung dokumentasi, pengembangan dan analitik, peningkatan pengalaman pelanggan, otomatisasi OCR dan proses know your customer (KYC), serta deteksi ancaman.

Pada sisi tata kelola, pengambilan keputusan investasi teknologi dilakukan dengan mempertimbangkan keselarasan terhadap strategi dan target bisnis, perencanaan skenario teknologi, evaluasi berkala, serta penyesuaian rencana berdasarkan kebutuhan.

Selain inovasi yang langsung digunakan pelanggan, AstraPay memaparkan pemanfaatan Rovo AI Agent dalam Confluence untuk mendukung pengelolaan pengetahuan internal. Solusi tersebut digunakan untuk mencari dokumen lintas ruang kerja, menjawab pertanyaan dalam bahasa alami, dan merangkum dokumen proyek.

Pemanfaatan solusi tersebut diarahkan untuk mempercepat pencarian dokumen, mempertahankan pengetahuan ketika terjadi pergantian anggota tim, serta menjaga konsistensi dokumentasi proyek. AstraPay juga mencatat peningkatan 41% pada jumlah dokumen yang dihasilkan, termasuk root cause analysis (RCA), minutes of meeting (MoM), dan request for change (RFC).

Pengembangan ini memperlihatkan bahwa transformasi digital AstraPay tidak terbatas pada layanan pembayaran untuk pelanggan, tetapi juga mencakup peningkatan produktivitas dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan internal perusahaan.

Terkait pengembangan dan investasi sistem IT, terdapat 3 prioritas untuk alokasi belanja teknologi informasi (IT Investment Spending Allocation), yakni people, process, dan technology. People atau SDM fokus untuk meningkatkan dan mempertahankan kompetensi talenta digital.
Adapun process terkait sistem leverage & efisiensi operasional perusahaan. Sedangkan tchnology, terutama memberikan keluasaan dalam pengembangan dan penguatan sistem aplikasi dan keandalan infrastrukturnya, termasuk sistem pertahanan keamanan (IT security).

Terkait sistem keamanan, AstraPay telah menerapkan serangkaian kontrol keamanan yang menciptakan kerangka kerja keamanan berlapis, yang secara efektif melindungi AstraPay dari berbagai ancaman dunia maya. Termasuk ancaman di tempat kerja, pengembangan, dan di lingkungan produksi, sehingga meningkatkan ketahanan secara keseluruhan.

Guna memastikan standar keamanan data pengguna sesuai regulasi yang berlaku, AstraPay telah mendapatkan lisensi sebagai Uang Elektronik dari Bank Indonesia sebagaimana surat keputusan No. 22/59/DKSP/Srt/B dan surat keputusan Transfer Dana No. 22/273/DKSP/100. Kemudian si sisi keamanan akses akun, AstraPay telah dilengkapi dengan mekanisme single device authentication untuk mendukung pengguna tetap aman bertransaksi di AstraPay.

Tags: AstraPay TDA 26
Previous Post

SailPoint Definisikan Ulang Keamanan Identitas di Era AI

Next Post

Dorong Kemandirian Ekosistem Digital, TelkomGroup Luncurkan Sovereign Digital Technology

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto