ItWorks.id- Memastikan keamanan dan kelancaran operasional pelabuhan menjadi salah satu prioritas penting dalam menjaga keberlangsungan rantai pasok logistik nasional. Sebagai bagian dari upaya tersebut, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menjalani Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Asesmen yang berlangsung selama tiga hari di wilayah kerja IPC TPK ini menjadi langkah strategis untuk mengevaluasi sekaligus memastikan penerapan sistem pengamanan di lingkungan terminal peti kemas telah sesuai dengan standar nasional, khususnya dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman keamanan.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen IPC TPK dalam menjaga pelabuhan sebagai salah satu objek vital nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang. Mengingat tingginya intensitas kegiatan bongkar muat serta pergerakan arus barang, keandalan sistem keamanan menjadi faktor penting untuk menjamin kelancaran operasional terminal.
Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan asesmen BNPT merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan yang diterapkan perusahaan berjalan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.”Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran tim asesor dari BNPT di lingkungan IPC TPK. Asesmen ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa seluruh prosedur pengamanan di terminal peti kemas telah memenuhi standar nasional dalam pencegahan ancaman keamanan,” ujar Yanuar dalam keterangannya yang dirilis 30/10/2026), di Jakarta.
Menurutnya, kolaborasi dengan BNPT menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat tata kelola keamanan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan yang dapat memengaruhi aktivitas operasional pelabuhan.
Verifikasi Langsung Lima Area Terminal
Pelaksanaan asesmen dilakukan secara komprehensif melalui serangkaian tahapan evaluasi, mulai dari pemaparan sistem pengamanan hingga pemeriksaan langsung di lapangan.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan dilanjutkan pemaparan mengenai implementasi Sistem Manajemen Pengamanan yang selama ini diterapkan di wilayah operasional IPC TPK Tanjung Priok. Pemaparan tersebut menjadi bagian awal bagi tim asesor BNPT untuk memahami kebijakan, prosedur, serta mekanisme pengamanan yang telah berjalan di lingkungan perusahaan.
Selanjutnya, pada hari kedua, tim asesor BNPT bersama jajaran manajemen IPC TPK melakukan kunjungan lapangan atau site visit untuk memverifikasi kesesuaian antara prosedur pengamanan yang dipaparkan dengan implementasinya di lapangan.
Peninjauan mencakup lima area operasional utama, yakni Terminal Tanjung Priok Zona 1, Terminal Tanjung Priok Zona 2, Terminal Tanjung Priok Zona 3, Terminal Tanjung Priok Internasional, serta Terminal Tanjung Priok Domestik.
Pemeriksaan langsung tersebut menjadi tahapan penting untuk melihat sejauh mana standar dan prosedur keamanan diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bertumpu pada kelengkapan dokumen dan kebijakan, tetapi juga memperhatikan pelaksanaan sistem pengamanan di setiap area terminal.
Setelah melalui tahapan pemaparan dan verifikasi lapangan, rangkaian asesmen ditutup pada hari ketiga dengan penyampaian hasil evaluasi oleh tim BNPT kepada jajaran manajemen IPC TPK.
Hasil asesmen tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperkuat sekaligus menyempurnakan sistem manajemen pengamanan yang telah diterapkan.
Perkuat Kepercayaan Pengguna Jasa dan Rantai Pasok
Yanuar menegaskan, IPC TPK berkomitmen menindaklanjuti hasil evaluasi BNPT sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan terhadap standar keamanan operasional perusahaan.”Kami berharap hasil evaluasi yang diberikan oleh BNPT dapat segera kami tindak lanjuti untuk menyempurnakan pedoman dan prosedur keamanan yang ada. Ke depannya, IPC TPK berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan iklim operasional terminal yang aman, kondusif, dan bebas dari ancaman, sehingga dapat memberikan jaminan keamanan mutlak bagi seluruh pengguna jasa serta mendukung kelancaran rantai pasok logistik di Indonesia,” ujar Yanuar.
Bagi IPC TPK, penguatan sistem manajemen pengamanan tidak sekadar menjadi upaya memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Lebih dari itu, keamanan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan operasional pelabuhan, perlindungan aset strategis, serta terjaganya kepercayaan para pengguna jasa.
Di tengah semakin pentingnya peran pelabuhan dalam menopang perdagangan dan distribusi nasional, penerapan sistem pengamanan yang terukur dan dievaluasi secara berkala menjadi kebutuhan strategis. Dengan memperkuat sinergi bersama BNPT, IPC TPK diharapkan semakin mampu menjaga keandalan operasional terminal sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang aman, tangguh, dan berdaya saing.














