Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh IMD, Indonesia berada di peringkat 62 untuk daya saing digital di skala internasional. Salah satu kendala Indonesia terletak pada SDM yang masih harus dikembangkan talentanya. Studi Transformasi Digital Microsoft di tahun 2018, Unlocking the Economic Impact of Digital Transformation in Asia Pacific, juga menyebutkan penghambat transformasi digital adalah kurangnya talenta digital SDM. Data tersebut menegaskan bagaimana perkembangan ekonomi digital yang terjadi di Indonesia perlu diimbangi oleh ketersediaan SDM yang mumpuni.
Microsoft Indonesia (Microsoft) juga menilai pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi dalam menghadapi era transformasi digital, sejalan dengan komitmen pemerintah seperti peta jalan Making Indonesia 4.0. Dalam rangka mendukung realisasi program pengembangan SDM dalam bidang teknologi ini, Microsoft melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada hari Senin, 4 Februari 2019. Pada kunjungan ini, Microsoft menjelaskan beberapa program edukasi yang dijalankan untuk membantu mengembangkan talenta digital di Indonesia seperti, Imagine Cup, Skype-a-Thon, Asia Pacific Top Coder dan juga Hour of Code.
Menteri Komunikasi dan Informatika Republika Indonesia, Rudiantara, menyebutkan, “Dalam mengejar dan memenuhi ketersediaan talenta dalam bidang teknologi di Indonesia, segala pemangku kepentingan di Indonesia perlu bersinergi dalam berinvestasi untuk pengembangan SDM dalam bidang teknologi. Kita perlu meningkatkan kualitas dari para SDM dalam menghadapi era ini terutama dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics). Kedepannya, kami ingin melihat pertumbuhan talenta-talenta teknologi ini juga mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat seperti teknologi untuk kesehatan.”

“Pemerintah senantiasa mendorong generasi muda untuk terus mengasah keterampilan mereka melalui keikutsertaan di kompetisi-kompetisi yang berskala nasional hingga global. Melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi, generasi muda Indonesia bisa mengukur kemampuan mereka dan terus terpacu untuk bisa bersaing dengan anak muda dari negara lainnya” Imbuh Rudiantara.
“Kami percaya berinvestasi pada manusia sama pentingnya dengan berinvestasi pada teknologi. Adopsi teknologi dapat kita maksimalkan apabila perusahaan memiliki tenaga kerja yang paham cara kerja era digital. Untuk itu, selama 23 tahun perjalanan kami di Indonesia, kami berkomitmen untuk mempersiapkan SDM TI di Indonesia agar semakin unggul melalui serangkaian program yang kami lakukan, baik atas inisiatif sendiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain seperti pemerintah,” tutur Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee.
Sejalan dengan visi Pemerintah, Microsoft berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi yang berdampak positif bagi kehidupan manusia sehingga setiap elemen masyarakat dapat merasakan keuntungan dari transformasi digital yang sedang terjadi. “Kami melihat teknologi sebagai sebuah medium yang sangat berguna dalam menghadapi perkembangan jaman kini, dan para talenta teknologi adalah agen-agen perubahan yang membantu berbagai pihak dalam mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul dari transformasi digital ini, Untuk itu, kami berharap kerjasama dengan pemerintah dapat terus terjalin guna mewujudkan hal tersebut.” tutup Haris.














