PT Wahana Ottomitra Multiartha Finance Tbk. (WOM Finance) siap menggunakan aplikasi robotic process automation pada 2020 guna mempercepat proses pembiayaan sekaligus untuk menstandarkan pelayanan kepada konsumen. Tahun ini, sistem robotik ini sudah diujicobakan dalam proses kredit kendaraan bermotor.
Manajemen WOM Finance berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan sistem informasi dan teknologi (IT) untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan dan pelayanan kepada konsumen.
Pertengahan tahun 2019, PT WOM Finance yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor roda dua ini telah melakukan pergantian Core System IT dengan Core System IT yang baru.
Sistem baru ini memberikan banyak kemudahan terkait proses kredit (credit process), perluasan kanal untuk pembayaran (payment channel), peningkatan layanan konsumen (customer maintenance), penyampaian laporan (reporting), internal use, dan funding. Banyak aplikasi yang dibuat perusahaan dalam Core System IT yang baru.
“Untuk proses kredit, sistem kita sekarang sudah terkoneksi dengan data Dukcapil sehingga memudahkan kami mengetahui profil customer,” kata Direktur Operation WOM Finance Anthony Y Panggabean dalam sesi Presentasi dan Wawancara acara TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 31 Oktober 2019.
Anak perusahaan MyBank ini juga memperbaiki sistem pembayaran melalui kerja sama dengan beberapa gerai ritel seperti Alfarmart, Indomart, dan PT Pos. Saat ini, sekitar 75 persen pembayaran konsumen WOM Finance dilakukan melalui gerai Alfamart dan Indomart.
“Untuk yang terkait customer maintenance, kami sudah memiliki aplikasi untuk telesales, desk collection, SMS Care, website dan customer care. Untuk pembayaran kredit yang jatuh tempo, sesuai ketentuan kami, kurang dari empat hari customer kami kirim SMS. Kurang dari tiga hari baru kami call,” ujar Anthony.
Meski baru diganti tahun ini, WOM Finance akan meningkatkan lagi kemampuan Core System IT perusahaan pada 2020. Sesuai IT Plan WOM Finance, Enhancement Core System ini dilakukan untuk mempercepat proses bisnis dan mengurangi kesalahan terkait pembiayaan kepada konsumen.
“Kami perlu tahu profil konsumen yang mengambil motor di WOM Finance. Bagaimana reputasinya, di mana rumahnya, dan lainnya. Untuk itu, kami sedang menjajaki kerja sama dengan Peruri untuk menggunakan sistem foto biometrik. Jadi bagaimana dengan hanya melihat foto dari calon konsumen, dia sudah bisa diketahui layak atau tidak mendapat pembiayaan,” tutur Anthony.
Tahun depan, WOM Finance juga menargetkan untuk menerapkan digital signature dalam proses pembiayaan ke konsumen. Untuk sistem security yang diterapkan, WOM Finance pada 2010 sudah menggunakan privileged acess management. “Tahun 2021, sistem security kami ini diharapkan sudah sesuai standar ISO 27001,” ujar dia.
Penulis: Nurdian














