Thomas Djamaluddin dilantik sebagai kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggantikan Bambang S Tejasukmana yang memasuki masa pensiun. Thomas Djamaluddin sebelumnya menjabat Deputi bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lapan. Bambang Tejasukmana mengatakan, beberapa hal yang harus dilanjutkan kepala Lapan yang baru adalah memastikan bahwa peraturan turunan dari UU No.21/2013 tentang Keantariksaan harus segera dibuat.
Thomas menargetkan agar Indonesia memiliki bandara antariksa dalam 25 tahun ke depan.Tantangan utamanya adalah bagaimana menjadikan LAPAN bisa menjalankan tugas dan fungsi sebaik-baiknya. Dengan adanya UU Keantariksaan, amanat itu menjadi lebih besar karena di dalamnya ada hal-hal strategis. “Posisi Indonesia di khatulistiwa sangat strategis. Ini sangat menguntungkan untuk peluncuran wahana antariksa. Maka amanat UU Keantariksaan tentang bandara antariksa sangat penting,” katanya.
Djamal adalah seorang ahli Astronomi dan Astrofisika yang berkontribusi banyak pada kemajuan astronomi di Indonesia, mulai dari materi antar-bintang dan pembentukan bintang dan evolusi bintang muda, yang merupakan disertasi doktornya ketika mengambil kuliah di Kyoto, Jepang. Namun aplikasi astronomi dalam bidang hisab dan rukyat juga ditekuninya.
Diharapkan Djamal dapat mendorong lebih lagi kemajuan bidang sains dan teknologi antariksa di Indonesia, diperkuat dengan telah disahkannya UU Keantariksaan, diharapkan bangsa Indonesia dapat mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing bangsa dan negara dalam penyelengaraan keantariksaan. Peraturan ini juga akan mengoptimalkan penyelenggaraan keantariksaan untuk kesejahteraan rakyat dan produktivitas bangsa. (*/red)














