ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Jadi Kampus Fintech Pertama, BRI Institute Tawarkan Paket Lengkap Lulusan ‘Cerdas IT dan Keuangan’

adam
16 January 2020 | 14:00
rubrik: Fintech
BRI Suntik Modal ke Fintech Rp 1,5 Triliun

BRI Institute

Share on FacebookShare on Twitter

Inovasi dan teknologi kini mulai merambah ke beragam sektor, termasuk bidang keuangan (finansial) yang kini disebut sebagai financial technology (fintech). Indonesia memang tengah menghadapi revolusi industri 4.0, di mana seluruh sektor terdampak adanya disrupsi digital.

Saat ini fintech menjadi tren baru di industri keuangan tanah air yang memudahkan masyarakat menikmati akses terhadap produk keuangan secara praktis dan efektif. Dunia perbankan Indonesia pun mulai beradaptasi dan mengadopsi inovasi ini dalam produk keuangan mereka.

Satu diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang kini telah memiliki lembaga pendidikan yang berfokus di bidang fintech, yakni BRI Institute.

Mencoba untuk ‘anti mainstream’ dengan mendirikan kampus ini, BRI mengharapkan hadirnya lulusan yang tidak hanya cerdas dalam menguasai bidang Information Technology (IT), namun juga sektor keuangan. Karena dua hal ini kini tidak dapat dipisahkan seiring dengan perkembangan teknologi.

Rektor BRI Institute Dana S Saroso menjelaskan alasan mengapa Bank BRI berani mendirikan lembaga pendidikan yang khusus berfokus pada bidang fintech. Bank pelat merah ini tentunya menangkap adanya peluang bisnis yang potensial dari disrupsi pada sektor satu ini yang mempengaruhi nyaris seluruh transaksi keuangan menjadi ‘transaksi serba digital’

“Kita melihat bahwa financial dan technology itu menjadi hal yang berdampak ke semua sektor industri. Bank BRI pemikirannya, beberapa tahun yang lalu saat mau mendirikan perguruan tinggi ini, sektor keuangan adalah salah satu sektor yang terdisrupsi dengan perkembangan teknologi khususnya digital, ini yang cukup terasa,” ujar Dana dalam siaran persnya, Kamis (16/1).

Dana menyadari perubahan teknologi yang begitu pesat saat ini tidak hanya merambah industri manufaktur, otomasi serta robot saja, bahkan hampir seluruh sektor tidak luput dari perubahan ini.

BACA JUGA:  Gunakan QRIS, Finnet dan MES Jawa Barat Percepat Digitalisasi UMKM

Banyak pihak yang tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa teknologi bisa mendisrupsi sektor keuangan, namun faktanya hal itu benar terjadi.

“Kalau kemarin mungkin perkembangan teknologi 10 tahun yang lalu, itu lebih kepada sifatnya adalah industri-industri manufaktur, otomasi, robot. Tapi dengan perkembangan teknologi, ternyata teknologi (finansial) tersebut masuk juga ke sektor keuangan,” jelas Dana.

Bank BRI yang memiliki pengalaman panjang dalam sektor keuangan khususnya terkait keuangan mikro atau micro finance, tentu saja melihat fintech ini bisa menjadi peluang baru dalam menciptakan ‘talenta lengkap’ untuk mengisi beragam posisi di sektor keuangan masa depan.

Melalui BRI Institute, diharapkan lahir para talenta muda yang memiliki paket lengkap, yakni memiliki literasi yang kuat terkait IT dan bidang perbankan.

“Nah karena Bank BRI dengan 124 tahun pengalaman di financial khususnya di micro finance atau di keuangan mikro, maka mata rantainya paling panjang. Karena yang bicara kredit kecil itu kan mayoritas adalah Bank BRI, oleh karena itu men-set up BRI Institute adalah (upaya) menyiapkan talenta-talenta di bidang perbankan tapi yang fasih atau yang literate dengan IT khususnya dengan digital,” tegas Dana.

Didirikan 14 November 2018, BRI Institute memang baru ‘seumur jagung’, namun kampus ini memiliki 6 program studi yang sangat menarik, 5 diantaranya berbasis teknologi,
“Di BRI Institute ini ada 6 jurusan atau program studi, 5 dari 6 itu adalah IT basicnya,” ucapnya.

Lima program studi berbasis IT itu meliputi Sistem Teknologi Informasi dengan konsentrasi Micro Finance, Sistem Informasi dengan konsentrasi Digital Banking, kemudian Teknologi Informasi dengan kekhususan bidang Syariah.

Lalu Ilmu Informatika dengan konsentrasi Insurance, serta Teknologi Bisnis Digital dengan kekhususannya adalah Perbankan, kemudian program studi ke enam adalah Entrepreneurship dengan kekhususan Technopreneur.

BACA JUGA:  Kolaborasi Jd.id dan AdaKami Sediakan Pembiayaan

“Jadi 5 dari 6 progam studi tersebut menghasilkan sarjana llmu Informatika tapi dengan major Micro Finance, Syariah dan sebagainya,” kata Dana.

Sedangkan program studi Entrepreneurship tentunya akan memberikan kesempatan bagi para mahasiswa BRI Institute dalam mengembangkan perusahaan rintisan (startup).

“Yang (program studi) Entrepreneurship, anak-anak muda zaman sekarang kan pengennya bikin startup, nah nanti technopreneurnya ada di situ,” papar Dana.

Dana kembali menekankan alasan dibalik dibangunnya kampus fintech pertama di tanah air ini, karena Bank BRI berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang memiliki paket lengkap.

Agar bisa mendorong peningkatan perekonomian nasional sekaligus menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul sesuai dengan salah satu fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Jadi itu alasan kami kenapa BRI Institute didirikan, karena menyiapkan anak-anak muda sekarang untuk nggak hanya tahu IT saja, atau nggak hanya tahu bisnis saja. Jadi kami menjahit ‘satu set pakaian’ (yang menggabungkan) antara IT dan kekhususan-kekhususan itu tadi, itu kira-kira stand up position dari BRI Institute, jadi berada di antara IT dan keuangan,” tutur Dana.

Oleh karena itu menurutnya, didirikannya BRI Institute adalah hal yang tepat untuk menjawab tantangan teknologi di sektor keuangan masa depan.

“Makanya kita (namanya) Institut Teknologi dan Bisnis, penggabungan dua bidang yang memang hari ini sudah nggak bisa terpisahkan,” pungkas Dana.

Perlu diketahui, para milenial yang tertarik berkuliah di BRI Institute pada tahun ini bisa mendaftar dengan membayar uang pangkal sebesar Rp 15.000.000, sedangkan uang per semesternya dikenakan Rp 10.000.000.

Besarnya pembiayaan ini berlaku untuk tahun ini saja, sehingga total pengeluaran untuk menempuh studi di kampus ini sebesar Rp 95.000.000. Masa perkuliahan pun dilakukan selama 8 semester, namun untuk dua semeter akhir, para mahasiswa akan langsung terjun magang di industri yang menjadi mitra dari BRI Institute.

BACA JUGA:  PermataBank Jalin Indomaret Hadirkan Gratis Tarik Tunai Tanpa Kartu
Tags: bank bribri institutefintech
Previous Post

Bank Mandiri Targetkan Perizinan Alipay Selesai Semester I 2020

Next Post

Marak Penipuan Lewat Kode OTP, Fintech Disarankan Pakai Sidik Jari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berapa Kepemilikan Saham Nadiem Makarim di Gojek?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ’10 Jam Main MOBA Tanpa Henti Sekali Charge’, realme P4x Pecahkan Rekor MURI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung SFT 2026, Latih 2.600 Peserta Bangun Inovasi Berbasis AI dengan Design Thinking

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto