ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Enam Langkah Dari Fortinet Untuk Mengamankan Tenaga Kerja Jarak Jauh

Teguh Imam Suyudi
22 March 2020 | 18:00
rubrik: Expert
Tren Ancaman Global Menunjukkan Niat Politik dan Ekonomi Para Penjahat Dunia Maya

Tren Ancaman Global Menunjukkan Niat Politik dan Ekonomi Para Penjahat Dunia Maya

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Peter Newton, Senior Director of Product Marketing Fortinet

Rencana kesinambungan bisnis (business continuity) dan pemulihan bencana (disaster recovery) dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi untuk segera menangguhkan operasional normalnya di lokasinya jika terjadi peristiwa bencana seperti pemadaman listrik, wabah penyakit, atau bencana alam yang dapat membuat karyawan tidak aman untuk bepergian di lokasi itu. Rencana ini harus mencakup kemampuan untuk secara cepat membentuk tenaga kerja yang berada jauh dari lokasi bencana dan aman (teleworker).

Memindahkan staf administrasi, tim dukungan teknis, SDM, departemen pemasaran, dan pekerja lain yang secara tradisional bekerja dari kantor fisik – bersama dengan akses ke data dan sumber daya jaringan – ke tempat kerja alternatif dapat menjadi tugas yang menakutkan.

Selain harus mempertimbangan jaringan, sangat penting bagi organisasi untuk menyadari bahwa penjahat cyber siap untuk mengeksploitasi kelemahan dan celah keamanan yang sering muncul selama peristiwa tersebut. Pengguna yang tidak siap dan sistem yang tidak aman dapat dengan cepat menjadi saluran untuk malware dan aktivitas jahat. Karena waktu adalah unsur utama yang penting, maka keamanan harus menjadi elemen integral dari setiap strategi teleworker.

Berikut adalah enam hal yang harus dipertimbangkan setiap organisasi ketika dihadapkan dengan kebutuhan untuk memindahkan para pekerjanya, yang biasanya bekerja di satu di lokasi (istilahnya bekerja dengan cara tradisional), ke berbagai lokasi yang berjauhan dengan tetap menjamin keamanan.

Langkah 1 dan 2 – Persyaratan Umum Teleworker

Untuk memulainya, setiap teleworker memerlukan akses ke email, internet, telekonferensi, berbagi file secara terbatas, dan aplikasi untuk fungsi khusus (keuangan, SDM, dll.) dari lokasi kerja jarak jauh mereka. Mereka juga memerlukan akses ke aplikasi Software-as-a-Service (SaaS) di cloud, seperti Microsoft Office 365.

BACA JUGA:  Masa Depan Kartu Virtual Dalam Lansekap Pembayaran di Indonesia

Pertama, VPN and Endpoint Security: Pastikan semua pengguna memiliki laptop yang telah memuat semua aplikasi penting yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. Selain itu, laptop itu perlu menyertakan client yang sudah dikonfigurasikan untuk menyediakan konektivitas VPN ke kantor pusat perusahaan.

Kedua, Multifactor Authentication: Ini membantu mencegah penjahat cyber menggunakan kata sandi curian untuk mengakses sumber daya jaringan. Untuk mengaktifkan akses yang lebih aman, setiap pengguna juga harus diberi token otentikasi yang aman. Token ini dapat berupa perangkat fisik (seperti sebuah kunci fob), atau berbasis perangkat lunak (seperti sebuah aplikasi telepon), dan digunakan saat membuat koneksi VPN atau masuk ke jaringan, untuk memberikan lapisan tambahan validasi identitas.

Langkah 3 dan 4 – Mendukung Teleworker dengan Persyaratan Lanjutan

Beberapa Teleworker Anda membutuhkan akses lanjutan ke sumber daya jaringan untuk melakukan pekerjaan mereka. Mereka antara lain, administrator sistem, teknisi pendukung, personel untuk kedaruratan (emergency), dan tim manajemen eksekutif yang sering kali perlu mengakses dan memproses informasi yang sangat sensitif dan rahasia atau beroperasi di berbagai lingkungan TI secara bersamaan (paralel).

Ketiga, Persistent Connectivity: Titik akses nirkabel yang telah dikonfigurasi sebelumnya memungkinkan konektivitas yang aman dari lokasi terpencil pengguna ke jaringan perusahaan melalui jalur atau “terowongan” yang aman dan andal. Untuk koneksi yang lebih aman, titik akses nirkabel dapat dikombinasikan dengan firewall generasi berikutnya berbasis desktop untuk memungkinkan koneksi yang persisten (memiliki daya tahan yang kuat), kontrol penerimaan lanjutan, dan spektrum penuh layanan keamanan canggih, termasuk Pencegahan Kehilangan Data (Data Loss Prevention).

Keempat, Secure Telephony: Para pengguna ini juga memerlukan solusi telepon yang mendukung Voice over Internet Protocol (VoIP) untuk memastikan komunikasi yang aman. Model fisik maupun perangkat lunak client, keduanya telah tersedia yang memungkinkan pengguna untuk membuat atau menerima panggilan, mengakses voice mail, memeriksa riwayat panggilan, dan mencari di direktori organisasi.

BACA JUGA:  Era Konvergensi Jaringan, Inilah 3 Solusi Tangguh Penangkal Kejahatan Siber

Langkah 5 dan 6 – Membuat Headend yang Aman dan Memiliki Skalabilitas

Berikutnya, dan merupakan setengah lainnya dari proses ini, adalah memastikan bahwa headend (perlengkapan atau fasilitas yang menerima sinyal komunikasi untuk disebarkan ke pelosok daerah) memiliki skalabilitas (kemampuan menangani penambahan beban yang diberikan) untuk memenuhi volume tiba-tiba dari para teleworker yang membutuhkan akses jarak jauh ke sumber daya jaringan sambil memastikan bahwa akses jaringan telah diamankan dengan tepat.

Kelima, User and Device Authentication: Layanan otentikasi pusat yang terhubung ke direktori aktif jaringan, LDAP (Lightweight Directory Access Protocol – protocol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet), dan Radius memungkinkan pekerja jarak jauh untuk terhubung dengan aman ke layanan jaringan dalam skala yang sesuai. Solusi ini juga harus mendukung layanan akses masuk tunggal (single sign-on services), manajemen sertifikat (certificate management), dan manajemen tamu (guest management).

Keenam, Advanced Perimeter Security: Solusi Next Generation Firewall (NGFW) diperlukan untuk mengakhiri koneksi VPN dengan aman, memberikan perlindungan tingkat lanjut terhadap ancaman – termasuk analisis malware dan konten mencurigakan lainnya dalam sandbox environment (mekanisme keamanan untuk memisahkan program yang sedang berjalan) sebelum mencapai tujuannya, dan inspeksi dengan kinerja tinggi terhadap clear-text (informasi yang masih bentuk aslinya, tanpa mengkode, atau enkripsi) dan lalu-lintas terenkripsi untuk menghilangkan malware dan lalu lintas berbahaya. Skalabilitas untuk fungsi ini sangat penting, karena inspeksi data terenkripsi sangat banyak melibatkan prosesor. Tanpa prosesor keamanan canggih yang dirancang untuk memeriksa volume lalu lintas terenkripsi yang tinggi, solusi NGFW dapat dengan cepat menjadi hambatan yang dapat mempengaruhi produktivitas pekerja teleworker.

BACA JUGA:  Big Data Analytics Berperan di Pasar Global Ritel

Satu Landasan Keamanan Yang Memastikan Kelangsungan Bisnis Untuk Terus Berkembang

Kelangsungan bisnis dan program pemulihan bencana memerlukan strategi teleworker yang dapat mendukung keharusan untuk melakukan kerja jarak jauh, dengan sedikit atau tanpa pemberitahuan (dengan tiba-tiba, misalkan dalam kondisi bencana), tanpa mengorbankan keamanan jaringan. Solusi semacam itu harus memungkinkan akses yang aman ke sumber daya kritis sambil meningkatkan skala untuk memenuhi tuntutan seluruh tenaga kerja Anda, bahkan pada hari pertamanya.

Solusi kontinuitas bisnis ini juga harus mudah digunakan dan dikonfigurasi, idealnya dengan penyediaan tanpa sentuhan (zero-touch provisioning) untuk memungkinkan transisi cepat ke tenaga kerja jarak jauh sambil mempertahankan visibilitas dan kontrol keamanan penuh terlepas dari lingkungan penyebarannya. Ini untuk memastikan bahwa organisasi Anda dapat dengan cepat merespons peristiwa penting dengan dampak minimal pada produktivitas dan profitabilitas.

Untuk itu, Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang cara menjaga kelangsungan bisnis melalui Solusi Fortinet Teleworker yang luas, terintegrasi, dan otomatis.

Baca: Fortinet: Penyerang Mengambil Keuntungan dari Hiruk-Pikuk Media Tentang Coronavirus/COVID-19

Baca: http://Fortinet Umumkan FortiOS 6.4 yang Difokuskan untuk Otomatisasi

Tags: Fortinet
Previous Post

Alodokter dan Kemenkes RI Luncurkan Layanan Digital Cek Mandiri Covid-19

Next Post

Ini Sejumlah Kebijakan Pemkot Ambon Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

Busthomi
23 October 2026 | 10:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto