ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

M12 Sukses Mengadakan Kompetisi Pendanaan Untuk Startup Secara Virtual

Teguh Imam Suyudi
13 May 2020 | 11:00
rubrik: Business Solution, Digital
M12 Sukses Mengadakan Kompetisi Pendanaan Untuk Startup Secara Virtual

M12 Sukses Mengadakan Kompetisi Pendanaan Untuk Startup Secara Virtual

Share on FacebookShare on Twitter

Maret tahun ini adalah bulan yang sibuk bagi M12, perusahaan yang mendanai Business to Business (B2B) para startup. Sebuah tim M12 akan mengadakan Female Founders Competition yang kedua. Awalnya, kompetisi ini rencananya akan mengadakan sesi penyisihan selama dua hari di daerah San Francisco, secara tatap muka, dengan 20 finalis wirausahawan memberikan presentasi pitch mereka kepada dewan juri.

M12, yang bekerja sama dengan Mayfield dan Pinda Pivotal Ventures dari Melinda Gates, kemudian akan memilih empat pemenang dari grup dan memberikan total hadiah US$6 juta untuk biaya seeding perusahaan.

Namun, pada minggu pertama bulan itu, dampak COVID-19 ada dalam berita dan jelas bahwa para finalis — yang tinggal di pusat teknologi di AS dan secara internasional di Inggris, Jerman, dan Israel — tidak dapat menghadiri acara tersebut. Menunda jadwal bukanlah jadi pilihan.

“Di tahap awal, para pendiri perempuan ini menerima modal rata-rata US$1 juta lebih sedikit daripada rekan-rekan pria mereka,” tulis Tamara Steffens, M12 General Manager and Managing Director dalam unggahannya di LinkedIn baru-baru ini.

“Defisit US$1 juta menunjukan masalah sistemik yang lebih luas; jika kita lihat datanya, perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh perempuan hanya mengumpulkan 2,8 persen dari modal ventura pada tahun 2019.”

Itu membuat tim acara Kompetisi bersikeras: mereka perlu mengerahkan modal kepada para pemenang secepat mungkin. Jadi mereka memutuskan untuk mengadakan acara secara virtual menggunakan Microsoft Teams.

Berikut bagaimana mereka melakukannya dan apa yang dapat dipelajari.

Menyesuaikan pengalaman bagi partisipan

Tim M12 dengan hati-hati mempertimbangkan bagaimana memindahkan acara ini menjadi online karena akan berdampak pada para presenter kompetisi dan juga dewan juri: Steffens dengan Priya Saiprasad dari Mayfield dan Julie Wroblewski dari Pivotal Ventures.

BACA JUGA:  Perkuat Cloud Computing, Microsoft Akuisisi Apiphany

Mereka telah menjadwalkan pitch selama dua hari dimana juri akan mendengar pitch berdurasi 10-30 menit per hari. M12 ingin memastikan setiap finalis mendapat perhatian penuh dari para juri selama presentasi mereka. Seperti yang akan mereka lakukan jika mempresentasikan di sebuah ruangan secara langsung.

Jadi, daripada membuat satu ruang pertemuan virtual dengan memanggil finalis masuk pada waktu tertentu, M12 menjadwalkan setiap presentasi sebagai pertemuan individu. Sementara seorang finalis memberikan presentasinya, Colleen O’Brien, Marketing Lead di M12, akan beralih ke panggilan selanjutnya untuk membantu persiapannya. Dengan cara ini, O’Brien dapat memastikan bahwa setiap finalis siap dengan bahan presentasinya dan dapat cek suara dan videonya di “ruang virtual” sendiri.

Mempersiapkan para presenter

Pada hari-hari sebelum acara dimulai, O’Brien mengadakan jam kantor supaya setiap founder dapat memanggil dan terlebih dahulu berlatih presentasi di Teams. Dengan cara ini, mereka dapat mengatasi gangguan teknis terlebih dahulu, membiasakan diri mengendalikan slide dalam lingkungan digital dan mengatur waktu presentasi mereka di depan audiens.

O’Brien bahkan mengirim screenshot para presenter sehingga mereka memahami apa yang akan dilihat para juri selama siaran langsung. Ini penting bagi mereka yang belum pernah menggunakan Teams sebelumnya dan memberi semua orang kesempatan untuk merasa nyaman sehingga dapat fokus saat tampil.

Pertimbangan lain: akses Wi-Fi yang cepat dan dapat diandalkan. Salah satu founder dari Pakistan memperingatkan dewan juri bahwa Wi-Fi kemungkinan bisa putus saat melakukan presentasi. Satu lagi, yang tinggal di Michigan, yang bertetangga dengan banyak pemain video game online, bahkan mengambil langkah untuk menghubungi para tetangga tersebut, meminta mereka membatasi streaming selama waktu presentasinya.

Jika mereka kehilangan koneksi, para presenter diberi pilihan untuk menelpon langsung via Teams. Dan para juri telah mendapatkan salinan slide sebelum pitch. Jadi jika presentasi terhenti, dewan juri selalu memiliki versi offline untuk diikuti.

BACA JUGA:  Telkomsel Siap Bantu Kemenkop-UKM Genjot Kelaskan UMKM

Menciptakan koneksi manusia

Biasanya, ketika dana ventura berinvestasi pada wirausahawan, mereka menghabiskan waktu untuk mengenal para founder di balik startup. Dan selama presentasi, para founder bisa mendapatkan reaksi dari investor juga – apakah mereka merasa sudah paham dengan presentasi? Apakah mereka melihat kembali ke slide untuk lebih memahami sesuatu? — dan berdasarkan ini dapat menyesuaikan presentasi mereka berdasarkan petunjuk ini.

Panitia tetap menginginkan adanya koneksi nyata ini sebanyak mungkin dan terus menampilkan video mereka kalau memungkinkan. Dan karena Teams memungkinkan dewan juri untuk melihat slide dan wajah penampil pada saat yang sama, presentasi virtual menjadi lebih hidup bagi para juri. Berbeda apabila mereka hanya bisa melihat presentasi secara offline.

Pelajaran yang dapat dipelajari

Didorong oleh keberhasilan acara virtual mereka, M12 mencatata beberapa hal penting:

Untuk para event organizer:

Jadwalkan dengan cermat. Ada energi yang terpancar ketika Anda berkumpul bersama di ruangan tertentu. Sayangnya, energi ini sulit diciptakan kembali secara online dan, tanpa itu, para partisipan akan rentan kelelahan.

Meskipun para juri beristirahat di sela-sela presentasi, mendengar 10 presentasi selama dua hari terbukti menantang. Ke depannya, panitia berencana untuk menjadwalkan acara virtual supaya tidak berurutan seperti yang di lakukan pada acara langsung.

Untuk para presenter:

Temukan pencahayaan yang bagus. Kami terbiasa melakukan presentasi di ruang konferensi profesional atau dari panggung dengan pencahayaan yang mumpuni. Pencahayaan rumah cenderung lebih suram. Bermainlah dengan pencahayaan untuk membuat latar belakang yang cerah dan minta anggota keluarga untuk mengambil gambar atau video sehingga Anda dapat melihat apa yang akan dilihat hadirin Anda.

Tetaplah bergembira! Bahkan para presenter yang paling dinamis dapat tergoda untuk menjadi lebih pendiam ketika melakukan presentasi secara virtual. Tahanlah keinginan untuk membaca naskah teks. Berlatihlah dan sampaikan presentasi Anda langsung kepada penonton, seolah-olah Anda berada di ruangan dengan mereka.

BACA JUGA:  2019 adalah Tahun Cloud

Panitia M12 juga mendorong para presenter untuk berbicara secara otentik dan melakukan eksperimen terlebih.

Berkat kecepatan dalam memindahkan kompetisi mereka ke Microsoft Teams, M12 masih bisa mengikuti jadwal untuk mengumumkan pemenang mereka dan memberikan modal yang diperlukan kepada empat founder perempuan yang luar biasa.

Mereka berhasil memindahkan acara penting ke online dengan mempertimbangkan perpindahan ke digital akan memengaruhi acara dan para peserta; menyesuaikan pengalaman untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka; dan memberi para presenter kesempatan untuk berlatih menggunakan perangkat Teams sehingga mereka bisa benar-benar berprestasi di depan dewan juri.

Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan permasalahan yang muncul, termasuk kurangnya pengetahuan tentang perangkat tersebut dan kualitas Wi-Fi serta menyiapkan solusi untuk mengatasinya. Dan mereka menganut pola pikir pertumbuhan (growth mindset), mendorong semua orang untuk menjadi otentik dan memahami situasi yang menantang.

Baca: Pengalaman Dari Microsoft Indonesia Setelah Empat Minggu Working from Home

Baca: 10 Cara Baru Untuk Mencapai Lebih Banyak di Ruang Kerja Modern

Tags: Covid-19MicrosoftMicrosoft IndonesiaMicrosoft Teams
Previous Post

Widya Wicara Prima, Smart Speaker Sesuai Dialek Orang Indonesia

Next Post

Presiden Jokowi Serahkan Zakat ke Baznas Secara Daring

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cloudera dan VAST Data Berkolaborasi Hadirkan Platform Data AI di Mana Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Rilis SSD 990 Terbaru, Suguhkan Performa Tinggi dan Efisiensi Daya Lebih Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Syarat dan Cara Daftar QR Code Pertalite

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

Ahmad Churi
14 July 2026 | 23:20

ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital...

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto