ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ahli TI Ungkap Celah-celah Kebocoran Data 1,3 Juta Pegawai Kemendikbud

adam
31 May 2020 | 12:00
rubrik: Digital
Gawat, Database Pegawai Kejaksaan Diduga Diretas

Ilustrasi Penjahat Dunia Maya

Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membantah telah terjadi kebocoran data 1,3 juta pegawainya. Meski demikian, para ahli teknologi informasi (TI) mengungkap ada sejumlah kejanggalan pada kasus tersebut.

Peneliti keamanan siber Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan pencurian data tersebut mungkin saja terjadi.

“Dari sisi situs dan sistem data kementerian kemungkinan ada kelemahan yang membuat peretas bisa masuk dengan mudah ke sistem tersebut. Salah satunya melalui serangan dengan SQL Injection,” kata Pratama, Kamis (28/5).

Berdasarkan temuan akun Twitter @secgron milik pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, jutaan data Kemendikbud dicuri oleh peretas, dan data-data ini dibagikan di situs berbagi data bocoran (leaks), raidforums.com, sejak 2019.

Adapun data yang bocor, menurut temuan @secgron, di antaranya berupa nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, status pernikahan, nama lengkap ibu dan ayah, nomor Kartu Keluarga (KK) hingga alamat lengkap.

Menurut Pratama kebocoran data itu juga dapat terjadi karena faktor kesalahan sumber daya manusia (SDM). “Misalnya, ada admin yang mengakses sistem dari jaringan dan perangkat yang tidak aman, sehingga ada orang lain yang merekam username password dan melakukan pengumpulan data,” ujar dia.

Selain itu ancaman lainnya juga bisa melalui phising dan wifi sniffing, Kata phising merupakan bahasa slang fishing yang artinya memancing. Lewat teknik “memancing” inilah peretas bisa menjebak pengguna internet untuk memberikan data-data penting. Sedangkan, wifi sniffing adalah penyadapan sinyal wifi untuk mengetahui aktivitas pengguna internet.

Pratama mengatakan, Indonesia sendiri masih dianggap rawan peretasan karena tingkat kesadaran keamanan siber masih rendah. Oleh karena itu, penguatan sistem dan SDM harus ditingkatkan. “Pengadopsian teknologi seperti enkripsi untuk pengamanan data juga perlu dilakukan,” ujar dia.

BACA JUGA:  Berhasil Menghadapi Tantangan Digital, Hanwha Life Raih Penghargaan TOP Digital

Selain itu, menurut dia Kemendikbud juga wajib bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan audit digital forensik dan mencari ‘lubang-lubang’ keamanan, untuk menghindari pencurian data lebih lanjut.

Senada, spesialis keamanan teknologi Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengatakan bahwa Kemendikbud perlu memastikan dari mana sumber kebocoran data tersebut terlebih dahulu. Sebab, menurut dia, meskipun bukan dari kementerian namun apabila data yang bocor berhubungan dengan instansi harusnya mereka juga prihatin dengan hal ini.

“Jadi kalau memang bukan dari Kemendikbud bocornya, tetapi data itu berhubungan dengan kementerian harusnya mereka juga proaktif berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari sumber kebocoran data dan memitigasi bagaimana supaya bisa mellindungi data jajarannya lebih baik di kemudian hari,” kata Alfons.

Dia menjelaskan, tujuan proteksi data itu bukan hanya supaya data kementerian tidak bocor, melainkan bagaimana instansi tersebut bisa melindungi data yang menjadi tangung jawab mereka. “Selain itu, (tujuan proteksi data) adalah bagaimana kementerian tidak dirugikan oleh eksploitasi data tersebut,” ujar dia.

Sementara itu, peneliti keamanan siber Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan bahwa kementerian pun sebaiknya melakukan penyelidikan lebih lanjut bukannya malah langsung membantah adanya kebocoran data tersebut.

“Karena kalau di basis data Kemendikbud, kita cari informasi tentang anak-anak kita, maka akan diketahui di mana sekolah mereka, kuliah semester berapa, nomor mahasiswa dan sebagainya,” ujar Heru.

Menurut dia Indonesia memang rawan kebocoran data, baik secara tidak sengaja ataupun melalui peretasan. “(Kasus kebocoran data Kemendikbud) ini pun seharusnya menjadi PR (pekerjaan rumah) Menteri Kominfo dan BSSN, sebab keamanan informasi Indonesia lemah,” ujar dia.

Apalagi, Kementerian Kominfo disebut memiliki 10 ribu ‘tentara siber’ alias penjaga keamanan informasi yang menurut pihak mereka adalah ‘Born to Control’ alias dilahirkan untuk mengendalikan siber nasional.

BACA JUGA:  Simak Nih, Apa Kata Para Pakar di Indonesia Youth Forum 2021
Tags: Kemendikbud
Previous Post

Samsung Galaxy Book S Diperkenalkan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Next Post

Mendagri Tidak Larang Ojek Beroperasi, Kepmen Atur ASN Kemendagri dan Pemda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kyndryl: Modernisasi Bukan Lagi Soal Memilih Antara Investasi pada AI atau Memperkuat Infrastruktur Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto