
Reporter: Abi Abdul Jabar
Editor: Teguh Imam S.
Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan sedang giat menjalankan sejumlah inisiatif mewujudkan Ogan Ilir Smart City. Tujuannya untuk membuat pelayanan dari Pemkab kepada masyarakat jadi murah, mudah, dan cepat. Sehingga diharapkan kebahagiaan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir meningkat.
Terkait inisiatif mewujudkan Smart City ini, semua OPD dan Dinas di Pemkab Ogan Ilir berperan aktif termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaannya. Dr. Arianto M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan mengatakan dinas yang dipimpinnya punya visi terselenggaranya pendidikan yang berkualitas, merata, dan kompetitif serta mewujudkan masyarakat yang berbudaya dan berakhlak mulia.
Dalam Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara virtual, Kamis, 03/12/2020, ia menjelaskan latar belakang pihaknya menaruh perhatian besar pada aspek pengembangan Sumber Daya Manusia melalui kegiatan pendidikan yang didukung TI untuk mewujudkan Ogan Ilir Smart City.
“Kabupaten Ogan Ilir, yang juga merupakan Pusat Pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan, ingin meningkatkan pemerataan aksesbilitas dan kualitas pendidikan pada semua jenjang, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan pendidikan.”
“Kami juga ingin mendorong terjadinya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, dan mendorong minat masyarakat serta kecintaan terhadap kebudayaan daerah.”

Aktivitas Disdikbud
Untuk mewujudkan visi itu, ia melanjutkan, aktivitas yang dijalankan Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir meliputi meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan melalui fasilitasi pelayanan pendidikan pada semua jenjang; dan memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, melalui pemberian beasiswa dan pendampingan Biaya Operasional Sekolah (BOS).
“Setiap tahun, kami berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, melalui fasilitasi peningkatan sarana prasarana pendidikan maupun kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, mewujudkan kesetaraan dan memperoleh layanan pendidikan, dengan membuka ruang yang seluas-luasnya bagi peserta didik tanpa diskriminasi.”
“Juga menjamin kepastian/keterjaminan memperoleh layanan pendidikan, melalui pemberian kesempatan sesuai minat dan bakat peserta didik,” ujarnya.
Dalam menjalankan aktivitas itu, Pemkab Ogan Ilir memberikan dukungan yang cukup besar kepada Disdikbud. Dukungan itu terlihat dari alokasi anggaran pengembangan TI untuk mendukung sarana prasarana dan infrastruktur TI di setiap sekolah yang jumlahnya meningkat dari Rp14,665,436,860 di tahun 2019 menjadi Rp23.970.307.000 di tahun 2020 ini.
Dukungan Pemkab juga terlihat dalam tata kelola dan kebijakan dengan proses: Inventarisasi kebutuhan sarana prasarana; Penentuan skala prioritas; Pengajuan usulan pada Bupati melalui Tim Penyusun Anggaran Daerah (TAPD); Penyusunan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS); Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA); dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Program Disdikbud yang Dinilai Berhasil
Kepada dewan juri, Arianto juga menjelaskan sejumlah keberhasilan di lingkungan Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun 2018, pembuatan Mini Database Centre Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.”
“Tahun 2019, pemenuhan sarana prasarana TI di bidang pendidikan dengan memberikan bantuan berupa 800 unit komputer, 35 server, 360 unit komputer, serta 35 paket terdiri dari komputer dan perlengkapan digital lainnya kepada sekolah-sekolah di berbagai jenjang di Kabupaten Ogan Ilir.”
“Masih di tahun yang sama, pemecahan rekor MURI berupa kegiatan Gerai 1000 pindang, presentasi peserta dan penilaian lomba dengan menggunakan aplikasi Youtube.”
“Kami juga melakukan Pengadaan berupa: alat penerima jaringan sebanyak 6 titik di tahun 2019 dan 8 titik di tahun 2020; media interaktif untuk sekolah berupa 5 unit proyektor interaktif untuk 5 sekolah; peralatan laboratorium komputer; media pendidikan untuk SMP dan SKB.”
“Untuk sejumlah SD dan SMP kami bantu dalam pembuatan website sekolah. Dengan adanya website di setiap sekolah ini dapat menjadi media yang dapat dimanfaatkan sebagai metode pembelajaran di masa pandemi. Karena dalam website sudah berisi konten-konten pembelajaran seperti Buku K13, buku -buku mata pelajaran untuk SMP dan buku-buku tematik untuk SD, video pembelajaran dan lain-lain.”
“Dan melalui website tersebut guru-guru juga diharapkan dapat mengisi sendiri konten-konten pembelajaran sesuai dengan kreatifitas guru masing-masing,” tuturnya.
“Kemudian, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kami lakukan secara Online.”
“Kami juga mengembangkan aplikasi Sicerdas Ogan Ilir, aplikasi sekolah dengan mengintegasikan Orang Tua, Siswa, Guru, Sekolah, dan Dinas Pendidikan yang akan saling terhubung menjadi Ekosistem Digital Sekolah. Aplikasi ini berbasis Web, Android dan iOS,” terang Arianto.
Aplikasi ini meliputi: Data Pokok Sekolah, Kurikulum Sekolah (Jadwal Pelajaran, dll), Absensi Sekolah, Tugas. Juga ada e-Learning yang memuat Bank Soal, Materi Pelajaran, Ulangan Harian Online, UTS/UAS Online, dan Tryout Online.
Menurut Arianto, inisiatif di lingkungan Disdikbud Kabupaten Ogan Ilir yang layak direkomendasikan adalah pemenuhan sarana dan prasarana yang menunjang pengembangan TI secara berkelanjutan.
Secara bertahap mulai tahun 2018, Pemkab Ogan Ilir melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melengkapi kebutuhan komputer untuk sekolah yang pada saat itu harus melaksanakan UNBK. Pada tahun 2019, pelaksanaan UNBK di Kabupaten Ogan Ilir sudah mencapai 100% tapi masih ada sekolah yang menumpang di sekolah lain.
“Kemudian pada tahun 2020, dianggarkan kembali pemenuhan komputer sehingga semua sekolah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri,” ungkap Arianto.
“Bahkan untuk sekolah yang berada di lokasi yang tidak terjangkau jaringan internet, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir juga menyediakan alat penerima jaringan sehingga tidak ada lagi kendala terkait jaringan,” tuturnya.
“Meskipun tahun 2020 UNBK ditiadakan, namun sarana prasarana penunjang TI yang sudah dipenuhi dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum sebagai pengganti UNBK,” sambungnya.
“Kami berharap sejumlah langkah yang telah kami tempuh itu juga dapat menunjang kebutuhan pembelajaran digital para siswa yang nantinya mampu menyokong perkembangan dan kreativitas mereka kedepan. Sehingga mereka menjadi pelajar yang memang siap menghadapi era perubahan, era disrupsi ini,” tutupnya.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: Sukseskan UNBK, Kabupaten Ogan Ilir Sediakan Komputer Untuk SMP














