PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Pelindo IV, terpilih sebagai Finalis ajang TOP Corporate Social Responsibility Awards 2021, yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah CSR, asosiasi bisnis, dan asosiasi CSR. Terpilihnya Pelindo IV sebagai Finalis bukan tanpa alasan. Sebabnya, Pelindo IV telah menjalankan Program PKBL yang mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama di sekitar wilayah opersionalnya.
Sebagai Finalis, Pelindo IV telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan Dewan Juri TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan secara online pada Senin, 23 Februari 2021. Hadir mewakili perseroan dalam sesi ini manajemen Pelindo IV yaitu Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis, I Made Herdianta Gautama; Sekretaris Perusahaan, Dwi Rahmad Toto; dan DVP Bidang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), Supriadi.
Dalam sesi presentasi, I.M. Herdianta menjelaskan Pelindo IV adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang kepelabuhanan.
“Saat ini, kami mengelola 24 Pelabuhan Komersial dan beberapa Tersus/TUKS yang berada pada 11 Provinsi di Kawasan Timur Indonesia dan jadi leader dari pelayanan jasa kepelabuhanan di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Herdianta.
“Visi kami jadi perusahaan pengelola pelabuhan yang terintegrasi, berdaya saing tinggi, dan bertaraf internasional,” tegasnya.
Kepada dewan juri, Herdianta mengatakan, “Pelaksanaan CSR perseroan berlandaskan pada Visi dan Misi Perseroan, yang diintegrasikan dengan Corporate Strategy dan didasarkan atas Perundangan dan Peraturan yang berlaku.”
“Kebijakan CSR perseroan dilaksanakan secara terpusat dengan alokasi khusus pada setiap unit kerja,” ungkapnya.
Baca: Empat BUMN Operator Pelabuhan Terapkan Sistem Pembayaran Jasa Kepelabuhanan Terintegrasi
Program Bina Lingkungan
Sekretaris Perusahaan, Dwi Rahmad Toto memaparkan pelaksanaan program PKBL terkait CSR yang telah dijalankan Pelindo IV
“Kami telah menjalankan Program Bina Lingkungan untuk peningkatan dan pemberdayaan kondisi sosial masyarakat dengan sumber pendanaan berasal dari penyisihan laba Perseroan berdasarkan persetujuan Pemegang Saham,” ujarnya.
Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya, bentuk Program Bina Lingkungan ini terbagi dalam 7 program kegiatan.
“Pertama, Program bantuan untuk korban bencana alam. Kedua, Program bantuan untuk kegiatan pendidikan. Ketiga, Program bantuan peningkatan Kesehatan. Keempat, Program bantuan peningkatan sarana dan prasarana umum.”
“Kelima, Program bantuan sarana ibadah. Keenam, Program pelestarian alam. Ketujuh, Program bantuan sosial kemasyarakatan, yang dapat digunakan untuk mengentaskan kemiskinan.”
“Realisasi penyaluran Program Bina Lingkungan pada tahun 2020 mencapai Rp 6.250.000,-“ ungkap Dwi Rahmad Toto.

Program Kemitraan Pelindo IV
Pelaksanaan Program Kemitraan di Pelindo ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah kerja Pelindo IV.
Ia mengungkap pada tahun 2020 realisasi penyaluran Program Kemitraan mencapai Rp 5.650.000,-.
“Sektor usaha kecil yang masuk dalam program kemitraan adalah sektor industri, sektor perdagangan, sektor pertanian, sektor peternakan, sektor perkebunan, sektor perikanan, sektor jasa dan sektor lainnya,” jelasnya.
Keberlanjutan Program PKBL
Kepada dewan juri, DVP Bidang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), Supriadi menegaskan, “Seluruh jajaran Manajemen Pelindo IV memiliki komitmen memberikan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat sekitar operasional dimana perseroan beroperasi.”
“Dalam pengelolaannya, kami mengedepankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang lebih baik dan profesional, dengan prinsip Transparansi, Akuntabel, Tanggung Jawab dan Inklusif melalui sinergi dengan BUMN atau Lembaga Keuangan Mikro lainnya,” tutup Supriadi.
Baca: Menhub: Digitalisasi Pelabuhan Perlu Terus Dikembangkan














