Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari (BLUD RSUD Wonosari) terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business.
RSUD Wonosari adalah RSUD Kelas C yang didirikan berdasarkan SK No. 201/MENKES/SK/II/1993. Status BLUD diperoleh tahun 2013 berdasarkan Keputusan Bupati Gunungkidul No.433/KPTS/2013. Proporsi usaha 100 persen layanan publik dan sosial. RSUD yang berlokasi di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul ini memiliki luas lahan 20.510 m2 dan luas bangunan 13.955 m2. Dengan ijin operasional yang berlaku 27 Mei 2019 –26 Mei 2024.
Sebagai BLUD, strategi bisnis yang dijalankannya antara lain: menerapkan praktik bisnis yang sehat, untuk meningkatkan layanan yang bermutu tanpa mencari keuntungan, berkesinambungan dan berdaya saing, secara lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab.
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, RSUD Wonosari telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada Kamis, 3 Juni 2021.
Hadir dalam tahapan ini dr. Heru Sulistyowati, Sp.A, selaku Direktur RSUD, didampingi Sumartana, SKM, M.MR, Kepala Bagian Tata Usaha; Ismono, S.Si.T, M.KES, Kepala Bidang Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik; Sri Wahyuni, SE,Akt,M.Ec.Dev, Kepala Seksi Keuangan; dan Anik Lestari, SKM,M.P.H, Kepala Seksi Perencanaan.
Kinerja dan Prestasi yang Membanggakan
Dalam presentasinya terkait kinerja rumah sakit yang dipimpinnya, dr. Heru Sulistyowati menjelaskan telah dilakukan evaluasi SAKIP tahun 2020 yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Gunungkidul. Dengan komponen penilaian: perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal, dan pencapaian kinerja.
”Hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 menunjukkan kategori BB dengan nilai sebesar 79,54 (Tujuh puluh sembilan koma lima puluh empat).”
“Kondisi itu berarti akuntabilitas kinerja pada RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 Sangat Baik, akuntabel, berkinerja baik, memiliki sistem kinerja yang andal,” ujarnya.

Kepada dewan juri, dr. Heru Sulistyowati juga memaparkan 2 prestasi yang dinilainya paling membanggakan.
“Pertama, RSUD Wonosari telah lulus akreditasi Paripurna tahun 2019 lalu yang dilaksanakan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)”
“Kedua, meraih piagam penghargaan sebagai Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik Sangat Baik tahun 2019 dari Kementerian PAN-RB.”
Baca: Terus Berinovasi, Termasuk di TI, BPR Serang Jadi Market Leader di Wilayah Banten
Beragam Inovasi yang Dihadirkan
Dalam kesempatan ini juga, dr. Heru Sulistyowati memaparkan berbagai inovasi yang telah dihadirkan rumah sakit yang dipimpinnya.
Inovasi yang gencar dijalankan rumah sakit ini juga menyentuh aspek layanan, berupa digitalisasi pendaftaran pasien sehingga pasien tidak perlu antri.
“Kemudian, mengembangkan SIM RS untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan RS. Pengembangan ini dilakukan internal RS dibantu konsultan sehingga menghemat biaya.”
“Tidak ketinggalan, menyediakan loket pendaftaran prioritas dan petugas simpatik untuk membantu pasien berkebutuhan khusus seperi lansia, ibu hamil, difabel, dll,” ungkap dr. Heru.
Bidang Teknologi Informasi (TI) termasuk yang menghadirkan inovasi di RSUD Wonosari. “Sistem TI kami telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan. Sehingga dapat memberikan informasi ketersediaan tempat tidur secara real-time, pendaftaran pasien secara online, dan memberikan informasi jadwal operasi pasien.”
“Inovasi TI berikut, kami telah menggunakan videotron untuk menyampaikan informasi, untuk fasilitas Laboratorium ada Laboratory Information System (LIS).”
“Kini, pendaftaran pasien juga bisa dilakukan lewat WhatsApp. Ini berkat aplikasi Pathilo RSUD Wonosari.”
“Di bagian Radiologi ada Picture Archiving and Communications (PACS).”
Dalam presntasinya dr. Heru juga memaparkan inovasi untuk pasien penderita Diabetes Mellitus untuk yaitu SiNovik, “Kami memberikan pelayanan yang lengkap bagi penderita DM.”
Sehubungan kelangkaan stok darah di PMI Gunungkidul saat Pandemi Covid-19, RSUD Wonosari pun berinovasi dengan mengadakan Gerakan Donor Darah Sukarelawan (Gedor Rasulan) setiap 3 bulan sekali.
“Terkait administrasi kependudukan, kami bekerja sama dengan Dinas Dukcapil Gunungkidul mengadakan Tiwul Kita yaitu Tiga Wajib Diurus setelah Lahir KK KIA Akta.”
“Inovasi juga menyentuh bagian Farmasi lewat layanan Gatot Sehat (Petugas Antar Obat Pasien Sampai Rumah Cepat) yang dimulai tahun 2020 lalu dan gratis. Ada kriteria yang harus dipenuhi pasien untuk dapat menikmati layanan yang diberikan petugas farmasi ini.”
“Tidak hanya itu, kami juga punya Si Antik (Sistem Antrian Apotik).”
Menurut dr. Heru, inovasi yang dihadirkan RSUD Wonosari juga sampai ke pengolahan limbah yang menghasilkan pendapatan, yaitu pengolahan sampah medis jadi bijih plastik.
“Juga pemanfaatan air RO HD.”
Dalam pengelolaan anggaran, rumah sakit daerah ini telah menggunakan Arena yaitu Aplikasi Perencanaan Penganggaran.
Baca: Optimalkan Pemanfaatan TI, Bank BPR Sumatera Selatan Raih Kinerja Membanggakan














