Jakarta, ItWorks- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Kali ini Kemenkeu menghadirkan inovasi penerapan Artificial Intelligence(AI) untuk meningkatkan Financial Advisor (AIFA).
Inovasi sistem AI sebagai financial advisor ini, di antaranya didedikasikan bagi Pemerintah Daerah milik Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) sebagai upaya mendukung peningkatan kinerja pengelolaan keuangan daerah. Inovasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) ini digunakan untuk mengolah dan melakukan standarisasi data secara otomatis, sehingga data dapat disajikan dengan lebih cepat, relevan, dan andal untuk keperluan analisis lebih lanjut.
Model AI ini bisa melakukan analisis secara real-time dan otomatis untuk menghasilkan financial advice bagi pemerintah daerah (Pemda) yang disajikan melalui Dashboard Financial Advisor. “Artificial Intelligence pada masa yang akan datang tentu akan memberikan dampak karena kita bisa melakukan analisis dengan jauh lebih cepat, dengan jauh lebih akurat, dengan melihat secara keseluruhan dari apa yang dilakukan dalam APBD dan menghubungkan dengan apa yang harusnya dilakukan di tingkat pusat,” ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam presentasinya secara daring, (30/06/2021), di Jakarta.
Penerapan AIFA memberikan manfaat bagi pemerintah pusat maupun daerah. Salah satunya peningkatan kinerja pengelolaan keuangan pusat dan daerah yang terlihat dari percepatan penyusunan Laporan Konsolidasian dan Government Finance Statistics (GFS) yang mendukung pembuatan kebijakan dan transparansi fiskal. AIFA juga mendorong peningkatan kualitas pengelolaan APBD, termasuk keberhasilan realokasi dan refocusing APBD selama pandemi Covid 19 pada tahun 2020.
“Melalui AIFA, tahun lalu pemerintah pusat dan daerah bisa berkolaborasi untuk refocusing anggaran Pemda. Misalnya untuk mendukung belanja kesehatan, belanja social safety net, maupun untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Sudarto, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi.
Lebih lanjut, AIFA membantu optimalisasi kas daerah dari Rp102 triliun di akhir tahun 2019 menjadi Rp94 triliun di akhir tahun 2020. “Terkait dengan pengelolaan kas dengan forecasting yang lebih baik, tahun lalu saldo kas di Pemda bisa dioptimalkan turun sekitar 8,18% dibandingkan saldo kas sebelumnya,” ujar Sudarto.
Inisiasi pemanfaatan AI di pemerintahan merupakan upaya mewujudkan data-driven culture dalam pengambilan kebijakan (evidence-based policy). Dalam hal ini, AIFA bisa menjadi landasan dalam menghasilkan kebijakan lebih baik, tepat dan cepat. (AC)














