Ajang konferensi global SAP SAPPHIRE NOW 2021 untuk kawasan Asia Pasifik digelar 21-24 Juni 2021. Ajang ini mengungkapkan fase selanjutnya dari strategi SAP untuk menciptakan jaringan bisnis terbesar dan terlengkap di dunia, standar laporan sustainability dan tools bersama RISE with SAP dengan paket transformasi khusus industri SAP untuk membantu pelanggan mengubah proses bisnis mereka dan menjadi Intelligent Enterprises.
Sebagai bagian dari rangkaian acara SAP SAPPHIRE NOW 2021, pada 24 Juni 2021 Redaksi It Works mendapat kesempatan mengikuti sesi Q&A eksklusif secara virtual dengan anggota dewan SAP Thomas Saueressig, Member of the Executive Board of SAP SE for SAP Product Engineering dan Scott Russell, Executive Board Member, Customer Success at SAP.
Dalam sesi ini, keduanya membagi wawasan tentang pendekatan SAP terhadap bisnis keberlanjutan dan solusi yang relevan, serta mengajak bisnis untuk membangun ekonomi sirkular, memelihara value chain yang beragam dan inklusif.
Selama satu jam lebih,12:15 – 13:00 WIB, keduanya, selain menyampaikan pemaparan kepada 31 media dari kawasan Asia-Pasifik terkait SAP, juga menjawab pertanyaan dari kalangan media.
Bagaimana jaringan bisnis SAP bisa mengakomodir perusahaan dalam menjalankan praktis bisnis yang sustainable?
Tomas Saueressig menjelaskan bahwa layanan SAP berjalan di seluruh rantai nilai di semua perusahaan yang tergabung dalam jaringan ini, sehingga memberikan SAP kesempatan untuk memasukan sustainability ke dalam model datanya sehingga mereka bisa melakukan analisa dan mengamati semua ini dan juga menyarankan agar perusahaan benar-benar bertindak, karena perubahan iklim memerlukan adanya tindakan.
“Kami ingin berkontribusi dan membantu perusahaan terkait perubahan iklim ini, dan kami memperhatikan semua aspek secara holistik termasuk terkait jejak karbon, emisi termasuk juga di dalamnya hak asasi manusia, semuanya merupakan satu kesatuan dan di SAP sustainability control tower, kami mengelola semua hal tersebut. Kami semua bekerjasama mewujudkan zero emission, zero waste dan zero inequality seperti rantai nilai yang inklusif, yang merupakan aspek bisnis yang penting untuk mengurangi emisi CO2 dan mewujudkan ekonomi circular,” terang Tomas.
Ia melanjutkan penjelasannya, “Kami bekerja bersama menggunakan output dari satu perusahaan untuk dijadikan sebagai input bagi perusahaan lainnya untuk mewujudkan ekonomi circular tersebut. Maka dari itu SAP memiliki produk–produk seperti responsible design and production untuk ekonomi circular, pengelolaan footprint, aksi iklim dan pengurangan CO2 dan semua produk itu sudah go live. Keunikan SAP adalah karena kita memiliki portofolio yang lengkap untuk seluruh proses mulai dari supply chain, HR, procurement, dan produksi termasuk juga jaringan itu sendiri karena itulah SAP bisa membantu pelanggan agar bisa berhasil dalam sustainability.”
Baca: Strategi SAP Membangun Rantai Pasokan yang Tangguh
Scott Russell mengatakan, “Dari yang saya dengar dari berbagai pelanggan, semuanya ingin melakukan hal baik. Seperti memiliki misi pengurangan karbon dan sustainability, mereka sadar bahwa mereka harus men-drive lingkungan bisnis mereka, namun mereka memerlukan teknologi, wawasan dan kemampuan untuk memahami sejauh mana mereka telah men-drive perubahan positif dalam operasional bisnis mereka. Dan benar yang dikatakan Tomas terkait ekonomi circular, sustainable business atau low carbon economy, itu merupakan bisnis yang bagus. Satu-satunya cara untuk bisa mencapai itu adalah dengan mengubah cara perekonomian bekerja.”
“Kita semua sudah dari generasi ke generasi hidup dalam perekonomian linear yang menghasilkan sampah begitu luar biasa banyak, inefisien dan tentunya biaya yang tinggi. Revolusi ekonomi circular telah berjalan dan diperkirakan sekitar 4,5 triliun US dolar pertumbuhan ekonomi baru hingga tahun 2030 akan tercipta dari ekonomi circular. Jadi tidak hanya kita akan melakukan hal baik bagi bumi tapi juga baik secara perekonomian. Saya kira para customer, supplier dan shareholder berharap tinggi kepada perusahaan untuk bergerak ke arah sana,” ungkapnya.
“Dan ini tidak terbatas pada teknologi semata, dengan berjejaring dan berbisnis dengan rantai pasok yang beretika, kita bisa memastikan jaringan pelaku bisnis ini dengan keberagamannya, people, proses, kemampuan dan mitra dagang, SAP memastikan mereka menjalankan program inklusif dan khususnya perusahaan di Asia sendiri dengan pengalamannya bisa memimpin pasar bergerak ke arah perekonomian circular,” tegas Scott.
Baca: Berbagai Inovasi Baru SAP untuk Membantu Transformasi Proses Bisnis














