ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Selama Pandemi, Ternyata Biaya Pelanggaran Data Catat Rekor Tertinggi

Teguh Imam Suyudi
9 August 2021 | 09:00
rubrik: Research
Keamanan Digital

Ilustrasi: Keamanan Digital

Share on FacebookShare on Twitter

Laporan Biaya Pelanggaran Data Tahunan, yang dilakukan oleh Ponemon Institute dan disponsori serta dianalisis oleh IBM Security, menemukan bahwa pelanggaran data saat ini merugikan perusahaan yang disurvei rata-rata 4,24 juta dolar AS (sekitar Rp60,6 miliar) per insiden – biaya tertinggi dalam 17 tahun sejarah laporan studi ini dibuat.

Wakil Presiden dan Manajer Umum IBM Security, Chris McCurdy, melalui siaran pers, 08/08/2021 menjelaskan, “Biaya pelanggaran data yang lebih tinggi adalah biaya tambahan lain untuk bisnis setelah peralihan teknologi yang cepat selama pandemi. Laporan tersebut juga menunjukkan tanda-tanda positif tentang dampak taktik keamanan modern, seperti AI, otomatisasi, dan adopsi pendekatan nol kepercayaan (zero trust) – yang dapat membantu mengurangi biaya dari insiden ini lebih jauh.”

Berdasarkan analisis mendalam tentang pelanggaran data dunia nyata yang dialami oleh lebih dari 500 organisasi, penelitian ini menunjukkan bahwa insiden keamanan menjadi lebih mahal dan sulit dikendalikan karena peralihan operasional yang drastis selama pandemi, dengan biaya yang meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bisnis dipaksa untuk menyesuaikan pendekatan teknologi mereka secara cepat di tahun lalu, dengan begitu banyak perusahaan yang mendorong atau mengharuskan karyawan untuk bekerja dari rumah, dan 60 persen organisasi bergerak lebih jauh ke aktivitas berbasis cloud selama pandemi.

Laporan itu menunjukkan bahwa keamanan mungkin kurang begitu cepat mengejar perubahan TI yang pesat ini, sehingga menghambat kemampuan organisasi untuk merespons pelanggaran data.

Laporan itu juga mengidentifikasi tren berikut di antara organisasi yang diteliti. Pertama, dampak bekerja jarak jauh. Peralihan cepat ke operasi jarak jauh selama pandemi ini telah menyebabkan pelanggaran data yang lebih merugikan bagi perusahaan. Pelanggaran data rata-rata menelan biaya lebih dari 1 juta dolar AS ketika bekerja jarak jauh menjadi salah satu faktor dalam kejadian pelanggaran data, dibandingkan dengan organisasi yang tidak bekerja dari jarak jauh.

BACA JUGA:  Buruan Daftar Indonesia New Collar & Skill Accelerator Center, Bisa Belajar Gratis Jadi Developer

Kedua, industri yang menghadapi perubahan operasional besar selama pandemi (layanan kesehatan, ritel, perhotelan, dan manufaktur/distribusi konsumen) juga mengalami peningkatan biaya pelanggaran data yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Pelanggaran dalam industri kesehatan adalah yang paling mahal sejauh ini, yaitu 9,23 juta dolar AS per insiden – meningkat 2 juta dolar AS dari tahun sebelumnya.

Ketiga, kredensial yang disusupi menyebabkan terjadinya penyusupan data. Kredensial pengguna yang dicuri adalah akar penyebab pelanggaran yang paling umum dalam penelitian ini. Sementara, data pribadi pelanggan (seperti nama, email, kata sandi) adalah jenis informasi yang paling umum terekspos dalam pelanggaran data – dengan 44 persen pelanggaran melibatkan jenis data ini. Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan efek spiral, dengan pelanggaran nama pengguna/kata sandi dapat memberi penyerang peluang untuk melakukan pelanggaran data tambahan di masa mendatang.

Keempat, pendekatan modern mengurangi biaya. Adopsi AI, analitik keamanan, dan enkripsi adalah tiga faktor mitigasi teratas yang terbukti mengurangi biaya pelanggaran, menghemat biaya perusahaan antara 1,25-1,49 juta dolar AS dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan teknologi ini secara signifikan.

Untuk pelanggaran data berbasis cloud yang diteliti, organisasi yang telah mengimplementasikan pendekatan hybrid cloud menelan biaya pelanggaran data yang lebih rendah (3,61 juta dolar AS) dibandingkan mereka yang memiliki pendekatan public cloud (4,80 juta dolar AS) atau terutama private cloud (4,55 juta dolar AS).

Baca: IBM Umumkan Terobosan Barunya untuk Percepat Transformasi Digital

Tags: IBMIBM Indonesia
Previous Post

Cara Aman Pakai Aplikasi Kencan

Next Post

Berkolaborasi, Layanan Anteraja Bisa Diakses via Aplikasi Grab

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kyndryl: Modernisasi Bukan Lagi Soal Memilih Antara Investasi pada AI atau Memperkuat Infrastruktur Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto