Pemerintah bekerja keras membangun konektivitas nasional untuk mempercepat transformasi digital di semua sektor. Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung penuh transformasi digital pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Badan Usaha Milik Desa, dan koperasi, dengan membangun infrastruktur telekomunikasi untuk pemerataan konektivitas digital.
“Tahun 2022 nanti, Pemerintah menargetkan terselesaikannya pembangunan jaringan 4G di 12.548 desa/kelurahan. Kita mendorong agar 3.435 diantaranya oleh operator seluler. Sementara itu, Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi Informasi Kementerian Kominfo akan membangun 9.113 desa/kelurahan,” jelas Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latief dalam Diskusi Panel The 2nd International Conference ICT for Rural Development (IC-ICTRUDEV 2021) yang berlangsung virtual dari Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021).
Ia menyatakan pihaknya juga berupaya memberdayakan UMKM, BUMDes, dan koperasi dengan pemerataan konektivitas digital. “Salah satunya dengan program kemitraan BAKTI dan BUMDes untuk menciptakan desa-desa mandiri.”
Menurut Dirut BAKTI Kementerian Kominfo pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi akan membuka kesempatan bagi pelaku UMKM di setiap desa untuk mengembangkan usahanya.
“Melalui fasilitas teknologi informasi dan komunikasi, hilirisasi dari digitalisasi kita harus dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dalam negeri kita, khususnya UMKM, ultramikro, BUMDes, dan koperasi,” ungkapnya.
Dirut Anang Latif menjelaskan, program pemberdayaan ekosistem dan kemitraan BAKTI Kominfo dengan BUMDes sangat relevan dengan agenda sustainable development goals (SDG’s), yakni membangun berdasarkan hak asasi manusia sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal.
“Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong BUMDes dan juga UMKM desa untuk mendigitalisasikan bisnisnya, mengembangkan pasar mereka dan menggunakan infrastruktur yang sudah dibangun oleh BAKTI,” jelasnya.














